Singkong Obat Kanker: Alternatif Pengobatan Kanker

547
Manfaat Singkong untuk Obat Kanker
Sumber Gambar: Istockphoto

Diedit:

Siapa yang tidak kenal dengan singkong yang sering dijadikan kudapan lezat dengan beragam variasi yang sangat beragam. Tahukah Anda jika manfaat singkong untuk kanker sempat menarik perhatian banyak orang? Benarkah singkong obat kanker? Seberapa besar efektivitasnya bagi tubuh dan seberapa aman untuk dikonsumsi?

Mari kita perhatikan salah satu tanaman obat kanker yang bisa jadi bermanfaat bagi tubuh Anda. Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanyalah sebagai penambah wawasan dan bukan pengganti saran atau anjuran medis yang Anda butuhkan. Jika Anda mengalami indikasi penyakit tertentu, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu.

Tanaman Singkong sebagai Obat Kanker

Singkong merupakan tanaman pokok bagi banyak orang Afrika, Asia, dan Amerika Selatan—bahkan di Indonesia singkong merupakan hidangan yang disukai banyak orang. Tetapi, jika pengolahannya salah, Anda dapat menyebabkan keracunan sianida. Karena tanaman ini jarang digunakan dalam “diet Barat”, sehingga belum banyak diteliti oleh para ahli genetika. Lalu bagaimana dengan manfaat singkong untuk kanker? Memang terdapat penelitian dasar sehubungan dengan potensi yang dimiliki singkong obat kanker, namun belum dapat dibuktikan.

Pembuktian harus didasarkan akan dukungan bukti ilmiah yang jelas, sehubungan dengan efektivitas dan keamanannya pada tubuh manusia. Terkait dengan kemampuan singkong dalam mengatasi serangan kanker diperkirakan karena adanya kandungan glukosida seperti; linamarin dan lotaustralin—kandungan ini memicu dihasilkannya vitamin B17 atau amygdaline. Menurut penelitian kala itu, vitamin B17 mampu membunuh sel-sel kanker. Hanya saja tidak banyak bukti yang mendukung efektivitasnya dalam mencegah atau mengobati kanker.

Laporan lain juga menunjukkan bahwa sekalipun penderita kanker prostat rutin mengonsumsi singkong, tetap saja tidak memperbaiki serum PSA (Prostate Specific Antigen) yang tinggi. Apakah hal ini menunjukkan bahwa singkong merupakan tanaman yang tidak bermanfaat? Jangan keliru, sekalipun manfaat terhadap kanker belum dapat dibuktikan. Singkong masih memiliki manfaat yang bisa membantu tubuh untuk tetap sehat, asal tidak dikonsumsi secara berlebihan serta pengolahan yang tepat (buang kulit umbinya, rendam, dan cuci—sebelum dimasak pada suhu tinggi).

Singkong kaya akan kandungan folat, fosfor, kalium, kalsium, kalori, karbohidrat, niasin, protein, serat, tiamin, dan vitamin C. Kandungan nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh agar dapat memiliki asupan tenaga yang cukup. Kandungan pati dalam singkong baik bagi bakteri pencernaan dan turut menjaga agar Anda tidak mudah merasa lapar. Namun, ingatlah bahwa singkong tidak boleh dimakan “mentah”. Sekarang mari kita perhatikan, mengapa singkong sempat disebut sebagai salah satu obat kanker alami?

Baca juga:  Ternyata Tape Singkong Kaya Manfaat bagi Kesehatan!

Khasiat Tanaman Singkong untuk Kanker

Singkong merupakan salah satu dari banyak tanaman yang memproduksi senyawa sianida saat dalam keadaan mentah sebagai reaksi perlindungan diri guna mencegah binatang yang ingin memakannya. Senyawa hidrogen sianida dilepaskan oleh zat linamarin ketika memecah enzim linamarase. Keberadaan senyawa ini perlu diperhatikan saat mengonsumsi singkong dalam jumlah besar. Namun dibalik senyawa yang mungkin berbahaya tersebut, ternyata manfaat singkong untuk kanker juga menarik perhatian banyak peneliti.

Misalnya, para ahli genetika di Universitas Newcastle telah mengambil bahan genetik dari tanaman singkong yang kemudian ditambahkan dengan semacam virus. Percobaan sehubungan dengan kanker juga dilakukan dengan memasukkan sel kanker yang telah bercampur dengan senyawa linamarin dari tanaman singkong. Diharapkan senyawa hidrogen sianida dapat dihasilkan dengan dosis yang cukup tinggi, sehingga sel kanker yang abadi mengalami proses kematian.

Terkait dengan senyawa hidrogen sianida, Profesor Monica Hughes telah mempelajari kaitan senyawa dalam singkong dan kanker selama tujuh tahun. Beliau berhasil mengkloning gen dari tanaman yang mampu memproduksi hidrogen sianida dengan tujuan mengurangi toksisitas sianida sehingga tidak membahayakan manusia. Profesor Hughes telah bekerja dengan tim peneliti di Madrid untuk memodifikasi gen singkong terhadap retrovirus. Sehingga retrovirus memiliki kemampuan untuk memproduksi linamarase.

Peneliti Spanyol menemukan bahwa tumor otak pada hewan percobaan benar-benar diberantas setelah satu minggu perawatan genetik. Hal ini bisa jadi dikarenakan adanya pelepasan dosis kecil sianida secara lokal melalui pemecahan linamarin oleh linamarase. Tim peneliti juga menemukan bahwa alasan tumor begitu cepat dihancurkan karena sel-sel yang mengandung retrovirus juga mempengaruhi sel-sel di sekitarnya. Sayangnya belum ada penelitian singkong obat kanker terhadap jaringan sel manusia, penelitian yang dilakukan baru sebatas pada hewan percobaan saja.

Penangkal Peradangan

Singkong obat kanker mengandung saponin yang membantu tubuh untuk meredakan peradangan, memecah limbah tubuh organik, membersihkan kelebihan mineral, dan membantu menyeimbangkan mikroorganisme usus Anda. Selain itu keberadaan “pati resisten” tidak terurai diyakini mampu memberikan keuntungan dalam menghindari peradangan usus. Keberadaan “pati resisten” yang menjadi makanan bagi bakteri usus ini berubah menjadi asam lemak rantai pendek, seperti; butyrate untuk membantu mengurangi peradangan.

Baca juga:  Ternyata Tape Singkong Kaya Manfaat bagi Kesehatan!

Penangkal Radikal Bebas

Kandungan beta-karoten sebagai antioksidan dalam singkong obat kanker merupakan potensi lainnya yang menjanjikan. Antioksidan dapat mencegah atau menghambat kemunculan radikal bebas pemicu serangan kanker. Hanya saja, tampaknya tak banyak informasi terkait dengan manfaat singkong untuk kanker sehubungan dengan hal ini. Selain itu, kandungan antioksidan yang dimiliki oleh singkong hanya bersifat sebagai pendukung nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Pencegah Infeksi

Sebuah penelitian terhadap biji singkong memperlihatkan adanya efek penghambatan pada pertumbuhan isolat klinis dari Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, Pityrosporum ovale, dan Candida albicans yang diduga dapat menimbulkan infeksi bakteri. Aktivitas antimikroba dari minyak biji singkong dalam penelitian ini tampaknya memiliki spektrum yang luas baik sebagai gram negatif, gram positif, serta terhadap spesies ragi yang sensitif dengan minyak. Jika memang benar demikian, ini juga menjadi potensi bagi singkong obat kanker.

Penghancur Sel Kanker

Belum ada bukti pasti yang memperjelas manfaat singkong untuk kanker. Sekalipun diketahui adanya potensi kandungan singkong obat kanker, namun percobaan yang baru dilakukan hanya sampai taraf pada hewan percobaan. Sebelum mencapai pada tahap percobaan manusia, senyawa yang hendak diuji coba harus dalam keadaan aman terleih dahulu. Artinya tidak membahayakan keselamatan manusia. Keterkaitan singkong dengan kanker juga didapat dari kandungan vitamin C, vitamin E, dan folat yang diyakini mampu menghindari keberadaan kanker usus.

Itulah informasi terkait dengan singkong obat kanker, sekalipun manfaat singkong untuk kanker masih diperdebatkan bukan berarti tanaman ini tidak bermanfaat. Konsumsi dalam batas wajar dapat membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tetapi sebaliknya, konsumsi berlebihan dengan proses pengolahan yang salah dapat membahayakan tubuh.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda mengonsumsi singkong? Ada banyak metode pengolahan yang aman dan menyehatkan dengan beragam varietas resep yang menggugah selera dan dapat menjadi pertimbangan Anda. Pastikan Anda mengupas kulit luarnya dan merendamnya untuk mengeluarkan zat racun didalamnya. Cuci bersih dan olah sesuai selera Anda.


BBC News. Tapioca treatment for cancer. April 12, 1999. URL: http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/317467.stm.


Advertisement
Alinesia