Tahukah Anda, Apa Itu Anhidrosis?


By Fery Irawan

Sebenarnya, berkeringat itu sehat, asal tidak berlebihan. Namun, tidak dapat berkeringat secara normal pun tidak sehat. Kondisi ini dikenal dengan istilah anhidrosis atau hipohidrosis. Jika ini terjadi, suhu tubuh akan meningkat karena tubuh tidak bisa melepaskan panas yang biasanya dilakukan dengan cara berkeringat.

Yang mengkhawatirkan, dalam banyak kasus, kondisi anhidrosis ringan seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Biasanya, kondisi ini baru disadari penderitanya ketika keringat yang dihasilkan sangat sedikit atau bahkan tidak ada, meskipun telah melakukan aktivitas fisik yang berat.

Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya anhidrosis ini seperti faktor genetik, trauma atau cedera kulit, kerusakan saraf, penyakit tertentu, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Adapun gejala yang biasanya terdapat pada orang yang terkena anhidrosis ialah sebagai berikut.

  • Sedikit, bahkan sama sekali tidak mengeluarkan keringat.
  • Mengalami kram otot dan badan terasa lemah.
  • Jantung berdebar.
  • Sering mengalami pusing.
  • Panas tubuh meningkat.

Anhidrosis dapat terjadi pada satu atau beberapa area tertentu dalam tubuh. Jika terjadi pada satu area tertentu, bagian kulit lain yang masih normal bisa jadi mengeluarkan keringat berlebih untuk menggantikan peranan area kulit yang terkena anhidrosis.

Jika demikian, anhidrosis boleh dikatakan tidak berbahaya, namun jika anhidrosis terjadi pada seluruh area tubuh, ini sangat berbahaya.

Misalnya, akibat anhidrosis, bisa jadi heatstroke terjadi, dimana suhu tubuh Anda dapat mencapai 40 derajat celcius lebih. Jika tidak segera ditangani, kondisi koma bahkan kematian dapat terjadi.

Bagaimana Cara Menangani Anhidrosis?

Untuk mengatasi anhidrosis, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa penyebabnya karena pengobatan anhidrosis saat ini, terutama difokuskan untuk mengatasi penyebab munculnya kondisi ini. Karena itu, konsultasi pada dokter sangat dianjurkan.

Jika Anda terkena anhidrosis, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan heatstroke akibat suhu tubuh yang tinggi karena anhidrosis.

  • Berikan asupan air secara rutin.
  • Minum jus buah untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
  • Mencari tempat yang sejuk.
  • Hindari stres yang berlebihan.
  • Hindari olahraga yang berlebihan.
  • Hindari makanan pedas.

Sebenarnya, upaya di atas lebih mengarah pada pertolongan pertama ketika suhu tubuh Anda meningkat drastis akibat anhidrosis. Karena itu, segeralah mencari pertolongan medis guna mengatasi penyakit ini, terutama ketika kondisi Anda terlihat semakin memburuk.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}