Susah Berkeringat? Bisa Jadi Itu Gejala Anhidrosis!


By Cindy Wijaya

Berkeringat adalah salah satu tanda tubuh Anda masih sehat. Kenapa bisa dibilang masih sehat? Karena ada orang yang sulit berkeringat atau bahkan sama sekali tidak berkeringat walaupun sudah melakukan aktivitas berat dalam cuaca panas sekalipun. Kondisi demikian bisa jadi indikasi buruk dari kesehatan Anda dan mungkin juga merupakan gejala anhidrosis.

Anhidrosis merupakan ketidakmampuan tubuh untuk berkeringat secara normal. Beberapa orang tidak sanggup berkeringat secara normal karena kelenjar keringat pada tubuh mereka tidak berfungsi dengan baik. Anhidrosis dapat memengaruhi seluruh tubuh, satu area tubuh saja, atau beberapa area.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Gejala Anhidrosis?

Seraya usia bertambah, penurunan kemampuan tubuh untuk berkeringat adalah hal yang normal. Penyakit yang merusak saraf-saraf otonom seperti diabetes juga bisa secara signifikan memengaruhi fungsi kelenjar keringat Anda.

Kelainan pada kulit yang menimbulkan peradangan juga dapat mengurangi kemampuan berkeringat. Kelainan ini termasuk psoriasis, dermatitis eksfoliatif, ruam panas, skleroderma, dan iktiosis. Beberapa orang mewarisi kelainan genetik yang menyebabkan mereka memiliki masalah pada kelenjar keringat atau bahkan sama sekali tidak memiliki kelenjar keringat.

Apa Saja Gejala-Gejala Anhidrosis?

Tanda dan gejala yang ditimbulkan anhidrosis biasanya mencakup:

  • Sedikit atau sama sekali tidak berkeringat
  • Sering merasa pusing
  • Sering kram otot atau merasa lemah
  • Kulit mengalami flushing (warna kulit memerah)
  • Merasa sangat kepanasan

Area tubuh yang tidak terpengaruh gejala anhidrosis bisa jadi berupaya mengimbangi dengan lebih banyak berkeringat. Jadi mungkin saja salah satu area tubuh Anda terlihat selalu berkeringat sementara bagian tubuh lain tampaknya tidak pernah berkeringat. Anhidrosis yang memengaruhi sebagian besar area tubuh akan mencegah tubuh untuk mendinginkan diri, sehingga ketika Anda beraktivitas berat saat cuaca panas, Anda sangat berisiko mengalami kram, kelelahan, atau bahkan heatstroke akibat panas.

Gejala anhidrosis dapat muncul sebagai akibat dari kondisi itu sendiri atau bisa juga sebagai salah satu dari beberapa gejala penyakit lain, misalnya diabetes, neuropati, atau psoriasis.

Apabila Anda hampir tidak berkeringat, sekalipun sudah melakukan banyak aktivitas atau berolahraga di bawah cuaca yang panas, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Juga, apabila Anda merasa akhir-akhir ini lebih sedikit berkeringat dibandingkan sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Anhidrosis dapat meningkatkan risiko terserang heatstroke, jadi segeralah cari bantuan medis apabila sudah merasakan gejala-gejala anhidrosis berikut: kelemahan mendadak, mual, pusing, jantung berdetak cepat, dan sensasi merinding meski suhu tubuh hangat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}