• Home
  • Blog
  • Kedelai
  • Susu Kacang Kedelai: Manfaat, Risiko, dan Kandungan Nutrisinya

Susu Kacang Kedelai: Manfaat, Risiko, dan Kandungan Nutrisinya


By Cindy Wijaya

Ada banyak pilihan alternatif untuk susu sapi, salah satu yang paling populer ialah susu kacang kedelai. Bisa jadi susu kedelai termasuk minuman favorit Anda. Karena selain rasanya yang enak, nutrisi di dalamnya juga memberi manfaat kesehatan bagi tubuh kita. Tetapi apakah ada risiko dari susu ini? Simak di artikel ini untuk mengetahui selengkapnya mengenai susu kacang kedelai.

Dalam artikel ini Anda akan mengetahui tentang kandungan nutrisi, manfaat, risiko, serta bagaimana susu ini dibandingkan dengan jenis susu lain. Informasi di artikel ini bersumber dari situs web kesehatan yang dapat dipercaya. Silakan lihat di akhir artikel untuk mengetahui sumber referensinya.

Apa Itu Susu Kacang Kedelai?

Seperti yang tertulis pada namanya, susu kacang kedelai adalah minuman yang terbuat dari kacang kedelai. Selain berbahan kacang kedelai, sejumlah produsen susu ini juga menambahkan nutrisi lain ke dalamnya, seperti vitamin D dan kalsium.

Seorang ahli diet makanan nabati, Julieanna Hever, RD, yang juga penulis The Vegiterranean Diet mengatakan, “Susu kedelai menawarkan keragaman kuliner, tekstur lembut, dan kandungan nutrisi yang menyehatkan, termasuk asam lemak omega-3 esensial [jika ditambahkan] dan flavonoid yang memberikan manfaat antioksidan, anti-inflamasi, dan kardioprotektif.”

Mengapa Susu Kedelai Sebaliknya dari Susu Sapi?

Ada banyak alasan mengapa seseorang beralih menggunakan susu kedelai dalam kopi, smoothie, atau sereal mereka. Pertama, mereka mungkin tidak suka rasa susu sapi, dan mungkin juga lebih memilih susu kedelai dariapda alternatif non-susu sapi lainnya.

Mereka juga mungkin mencoba menghindari produk susu karena berbagai alasan, baik untuk kesehatan atau untuk menurunkan berat badan.

Beberapa orang juga memiliki laktosa intoleran, yang berarti tubuh mereka kesulitan mencerna gula yang disebut laktosa, yang adalah karbohidrat yang ada dalam susu sapi. Kondisi itu dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, sehingga jauh lebih baik untuknya mengonsumsi susu yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

Apa Saja Kandungan Nutrisi dalam Susu Kedelai?

Terdapat banyak jenis susu kacang kedelai yang dijual di pasaran, dan kandungan kalori serta gula tambahan di dalamnya berbeda-beda. Jadi pastikan untuk selalu mengecek label kandungan nutrisi sebelum membeli sebuah produk susu kedelai. Berikut adalah kandungan nutrisi untuk satu gelas susu kedelai organik tanpa pemanis:

  • Kalori: 80
  • Lemak: 4 gram (g)
  • Lemak jenuh: 0.5 g
  • Karbohidrat: 3 g
  • Serat: 2 g
  • Gula: 1 g (0 g gula tambahan)
  • Protein: 7 g

Sebagaimana biasanya, susu kedelai banyak dikemas ke dalam ukuran gelas kecil. Dari sini kita melihat bahwa susu kedelai memiliki berlimpah protein, rendah kandungan gula, dan memberikan serat yang cukup, hanya dalam kandungan 80 kalorinya.

Baca Juga:  Adakah Efek Samping Kedelai pada Vitalitas Pria?

Bagaimana Susu Kedelai Dibandingkan dengan Jenis Susu Nabati Lainnya?

Jika membandingkan semua jenis susu yang terbuat dari nabati (tumbuh-tumbuhan), dapat dikatakan bahwa susu kacang kedelai merupakan yang paling bernutrisi mirip seperti susu sapi rendah lemak. Itu karena bahan bakunya, kedelai, adalah kacang yang bernutrisi.

Dengan memiliki sembilan asam amino esensial, susu kedelai kaya akan protein dan seimbang dengan lemak dan karbohidrat. Susu ini juga lebih baik daripada susu almond dalam hal protein, karena meski susu almond memiliki lebih sedkit kalori (hanya 30 per gelas), namun proteinnya sedikit (1 g saja). Memang ada produk susu almond yang menggunakan protein kacang untuk meningkatkan kandungan proteinnya.

Pilihan susu nabati populer lainnya yang populer ialah susu beras dan oat. Seperti susu almond, seperti beras dan oat hanya mengandung 1 gram protein. Selain itu ada juga santan yang disebut susu dari kelapa (coconut milk). Santan mengandung lemak dalam jumlah yang sama dengan susu kedelai (4 g), tetapi punya tujuh kali lipat lemak jenuh (3,5 g) dan tanpa protein sama sekali.

Apa Saja Manfaat Susu Kacang Kedelai?

Para ahli punya pendapat yang berbeda-beda soal susu sapi vs. susu alternatif. Sebagian ahli lebih menyukai susu sapi dan produk susu sapi lainnya karena menjadi sumber kalsium yang luar biasa. Tetapi sebagian lagi merekomendasikan untuk mengonsumsi susu nabati, contohnya susu kedelai, karena kaya akan protein serta rendah lemak jenuhnya.

Terlepas dari itu, jika Anda memilih untuk mengonsumsi makanan yang berasal dari kacang kedelai, seperti susu kedelai, Anda akan memperoleh banyak manfaat kesehatan.

Kedelai kaya akan kandungan isoflavon. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan itu mampu mengurangi risiko kanker dan mungkin juga osteoporosis, serta juga dapat membantu meringankan gejala-gejala menopause.

Kandungan-kandungan dalam kedelai juga bisa melindungi kesehatan jantung. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada April 2019 di Journal of Nutrition, menganalisis 46 percobaan pada pria dan wanita dewasa penderita kolesterol tinggi. Didapati bahwa mengonsumsi 25 g protein kedelai per hari selama 6 minggu menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar 3 sampai 4 persen. Para peneliti berpendapat bahwa meta-analisis dan ulasan ini menunjukkan bahwa kedelai bersifat kardioprotektif (melindungi jantung).

Baca Juga:  Adakah Efek Samping Kedelai pada Vitalitas Pria?

Apakah Ada Risiko dari Minum Susu Kedelai?

Selama beberapa tahun belakangan, kacang kedelai mulai memiliki reputasi buruk. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa kacang kedelai bisa memperbesar risiko Anda untuk terkena kanker, dan terutama berbahaya bagi penderita kanker payudara.

Anggapan ini berasal dari penelitian pada hewan yang menemukan bahwa ketika hewan pengerat mengonsumsi isoflavon dosis tinggi, mereka lebih berisiko mengalami kanker payudara.

Namun seperti yang ditunjukkan oleh American Cancer Society, “hewan pengerat memproses kedelai secara berbeda dari manusia, dan hasil [penelitian] yang sama belum terlihat pada manusia.” Para peneliti juga memberi hewan pengerat tersebut kedelai dalam jumlah yang besar, yang tidak dikonsumsi manusia pada umumnya.

Sebenarnya kedelai termasuk pilihan makanan yang mampu mengurangi risiko kanker, asalkan yang dikonsumsi adalah kedelai alami tanpa tambahan bahan kimia. Makanan yang terbuat dari kedelai utuh dan alami telah diperlihatkan sanggup menurunkan risiko kekambuhan kanker payudara dan kematian akibatnya, serta mengurangi risiko untuk terserang kanker payudara dan juga kanker prostat.

Meski begitu ada pengingat khusus bagi Anda yang alergi terhadap kacang kedelai. Walaupun susu kacang kedelai bermanfaat bagi kebanyakan orang, tetapi Anda sebaiknya jangan minum jenis susu ini.

Kesimpulan tentang Susu Kacang Kedelai

Apakah susu kacang kedelai buruk bagi kesehatan? Tentu saja tidak! Susu kedelai yang terbuat dari kedelai utuh dan alami memiliki antioksidan, anti-inflamasi, dan sifat kardioprotektif (melindungi jantung). Bahkan penelitian menunjukkan bahwa kedelai dapat berperan dalam membantu mencegah kanker payudara dan kanker prostat.

Yang perlu diperhatikan adalah jenis susu kedelai yang akan dikonsumsi. Pastikan Anda memilih susu kedelai yang tanpa pemanis tambahan. Dan minumlah dalam jumlah yang sewajarnya, misalnya batasi minum 1 – 2 gelas susu kedelai setiap hari. Atau minum 1 gelas saja jika Anda juga mengonsumsi makanan berbahan kedelai lainnya di hari yang sama.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang susu kacang kedelai. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang ingin mengupayakan gaya hidup sehat. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Everyday Health. All About Soy Milk: Nutrition, Benefits, Risks, and How It Compares With Other Milks. Updated: 2019-05-21. URL: https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/pros-cons-soy-milk/

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}