Sindrom Nefrotik dan Pengertiannya

738

Sindrom Nefrotik adalah kondisi klinis yang ditunjukkan dengan munculnya proteinuria masif, edema, hiperlipidemia, dan hipoalbuminemia. Umumnya Sindrom ini diikuti dengan beberapa macam penyakit glomerulonefritis primer, disebut juga gangguan sistemik di mana ginjal terserang secara sekunder.

Penyakit ginjal primer yang mengakibatkan sindrom nefrotik yaitu GN membranosa, GN atau Glomerulonefritis, GN membranoproliferatif, GN proloferatif mesangial dan GN perubahan minimal. Untuk contoh dari penyakit sekunder yang mengakibatkan sindrom Nefrotik tak lain adalah SLE, diabetes, amiloidosis, obat-obatan, purpura henoch schonlein, dan penyakit kompleks imun. Di sini dapat disimpulkan jika Sindrom Nefrotik itu adalah keadaan organ ginjal yang mengalami gangguan. Mari baca selengkapnya.

Sindrom Nefrotik pada Anak-Anak

Anak-anak adalah usia yang paling rentan terhadap serangan Sindrom Nefrotik ini. Air kencing pada orang sehat yang diproduksi ginjal seharusnya tak lagi memiliki kandungan protein. Tetapi ketika seseorang menderita Sindrom Nefrotik maka pada urine orang tersebut akan terdapat kandungan protein (terutama albumin). Tak hanya itu, bahkan bisa di jumlah yang cukup besar. Biasanya keadaan ini disebabkan karena rusaknya kelompok dari pembuluh darah kecil yang terdapat dalam ginjal atau glomerulus. Di mana fungsinya seharusnya sebagai filter (penyaring) darah.

Ketika fungsi dari glomerulus tak lagi seperti biasanya, maka protein yang berasal dari darah bisa merembes menuju urine kemudian tersaring keluar dari tubuh penderita Sindrom Nefrotik. Terdapat beberapa gejala Sindrom Nefrotik yang perlu diperhatikan, yakni:

  • Nafsu makan tidak ada

    Tanda-tanda yang pertama yaitu nafsu makan anak akan menghilang. Jika ini terjadi, maka sang ibu harus curiga apabila anak mereka tak mau makan karena penyakit tertentu, termasuk Sindrom Nefrotik.

  • Urine berbusa

    Tanda-tanda kedua yaitu urine menjadi berbusa. Kandungan protein yang terdapat pada urine dan cukup tinggi bisa mengakibatkan urine yang dikeluarkan buah hati Anda berbusa. Tanda-tanda ini juga harus diwaspadai, jangan disepelekan, sebab urine yang berbusa termasuk indikator utama bahwa ginjal mengalami masalah.

  • Berat badan naik tiba-tiba

    Tanda-tanda ketiga yaitu berat badan yang naik dengan tiba-tiba. Anak dengan gangguan Sindrom Nefrotik akan mengalami berat badan yang mendadak berubah. Tetapi jangan salah, Anda jangan senang dahulu, karena kenaikan berat badan tersebut disebabkan cairan menumpuk di dalam tubuh sang anak, bukan karena nutrisi yang tercukupi.

  • Bagian tubuh tertentu mengalami pembengkakan

    Tanda-tanda terakhir yang harus Anda waspadai adalah bagian tubuh anak mengalami pembengkakan. Biasanya bagian tubuh tersebut yaitu di bagian sekitar mata dan bagian kaki (Edema). Apabila dilihat, mata penderita Sindrom Nefrotik akan terlihat sembab, sementara pada bagian kaki, kaki menjadi membesar. Pembengkakan yang tak normal tersebut bersifat tak keras namun lembek, Anda dapat merasakan itu ketika memegang kaki yang bengkak. Itu karena terisi oleh cairan.

Apabila Anda atau anak Anda sudah terdiagnosis gangguan Sindrom Nefrotik ini, maka pola makan harus diubah. Sering-seringlah konsumsi makanan yang memiliki kandungan protein tinggi, hindari makanan berpengawet. Selain itu, Anda dapat melengkapi dengan bahan herbal sarang semut. Herbal sarang semut terbukti bagus untuk kesehatan ginjal seseorang. Dengan konsumsi herbal sarang semut dan makanan yang tepat, niscaya gangguan Sindrom Nefrotik akan terhindarkan.