Penyakit Sindrom Nefrotik Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

630
Penyakit Sindrom Nefrotik Pada Anak
Sumber Gambar - Shutterstock

Diedit:

Penyakit sindrom nefrotik pada anak merupakan penyakit yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Sederhananya, penyakit ini menyerang organ ginjal sang buah hati, sehingga mengalami kerusakan. Bagaimana ini dapat terjadi? Apa saja gejalanya? Adakah pengobatan yang dapat membantu pemulihan dari serangan tersebut?

Dalam artikel ini, Anda akan melihat beragam informasi mengenai penyakit sindrom nefrotik. mulai dari gejala sindrom nefrotik, penyebab sindrom nefrotik hingga pengobatan sindrom nefrotik.

Penyakit Sindrom Nefrotik

Kesehatan anak tentu menjadi hal terpenting bagi seorang ibu. Terlebih, ketika sang buah hati sakit, sang ibu pasti akan melakukan berbagai cara untuk kesembuhannya. Namun, tentu saja setiap ibu menyadari bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati sehingga berbagai cara pun ditempuh untuk mencegah serangan penyakit.

Nah, salah satu penyakit yang perlu Anda waspadai adalah kerusakan ginjal, dimana anak-anak paling rentan terhadapnya. Mari kita kenali sejenak tentang penyakit ini. Sindrom nefrotik adalah kondisi akibat adanya gangguan pada organ ginjal. Normalnya, air kencing yang dihasilkan oleh ginjal sudah tidak lagi mengandung protein.

Namun, saat seseorang menderitapenyakit ini, akan ditemukan adanya protein pada urin (khususnya albumin) yang dikeluarkan olehnya, bahkan dalam jumlah cukup besar. Umumnya, kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya kelompok pembuluh darah kecil dalam ginjal (glomerulus) yang berfungsi sebagai filter atau penyaring darah.

Gejala Sindrom Nefrotik

Saat fungsi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam tubuh, protein dari darah dapat merembes dalam urin dan tersaring keluar tubuh. Akibatnya, beberapa gejala klinis dari penyakit berikut, bisa jadi dapat Anda temukan pada anak Anda.

Pembengkakan di bagian tubuh tertentu

Anak yang menderita penyakit ini biasanya akan mengalami pembengkakan (edema) di bagian kaki dan sekitar mata. Mata menjadi sembab dan kaki membesar. Pembengkakan abnormal adalah pembengkakan yang tidak keras melainkan lembek ketika kaki dipegang.

Kenaikan berat badan secara tiba-tiba

Anak juga akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Namun, kenaikan berat badan tersebut bukan disebabkan oleh nutrisi melainkan adanya cairan yang menumpuk dalam tubuh.

Urin berbusa

Adanya kandungan protein yang tinggi pada urin menyebabkan urin yang dikeluarkan anak menjadi berbusa. Waspadai gejala ini, karena urin berbusa adalah indikator utama adanya masalah dalam ginjal.

Tidak nafsu makan

Gejala berikutnya ialah terganggunya nafsu makan anak. Seorang ibu harus curiga ketika buah hatinya tidak mau makan karena bisa jadi anak menderita sakit tertentu, misalnya penyakit ini.

Meskipun dapat menyerang pada berbagai tingkatan usia, fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dalam rentang usia 18 bulan hingga usia 10 tahun.

Penyebab Sindrom Nefrotik

Sejumlah kondisi medis dapat merusak ginjal, misalnya akibat konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang atau penyakit tertentu seperti diabetes, lupus, amiloidosis, HIV, hepatitis, dan penyakit ginjal lainnya.

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius diantaranya berupa malnutrisi, penggumpalan darah; kolesterol, trigliserida dan tekanan darah tinggi; dan gagal ginjal.

Diagnosanya sendiri dapat ditegakkan melalui pemeriksaan urin. Biasanya, urin penderitanya akan mengandung banyak protein, sedangkan kandungan protein pada darahnya justru sangat rendah.

Pengobatan Sindrom Nefrotik

Sedangkan, pengobatan sindrom nefrotik akan disesuaikan dengan gejala dan keluhan yang terjadi. Dokter bisa jadi memberikan obat untuk mengatasi hipertensi, penggumpalan darah, merangsang pengeluaran cairan dari tubuh (diuretik), dan untuk mengurangi pengeluaran protein dari tubuh.

Jika buah hati Anda mengalami beberapa gejala dari penyakit ini sebagaimana disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar diagnosis dapat ditegakkan dan penanganan dapat segera diperoleh. Jika hasil diagnosa positif, pastikan bahwa selain konsumsi obat yang rutin, asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh buah hati tetap terjaga.

Biasakan mengonsumsi makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, hindari makanan dengan kadar garam dan zat pengawet yang tinggi agar pembengkakan tidak semakin parah.

Setelah membaca artikel ini, sebaiknya Anda mulai menerapkan pengawasan yang cukup ketat untuk meminimalisir resiko yang tidak perlu akibat serangan penyakit ini pada buah hati yang Anda sayangi.

Demikianlah info lengkap seputar penyakit sindrom nefrotik pada anak, mulai dari gejala sindrom nefrotik, penyebab sindrom nefrotik hingga pengobatan sindrom nefrotik.

Baca juga:  Sindrom Nefrotik dan Pengertiannya