Sindrom Guillain Barre, Dapatkah Disembuhkan?

633
Google

Diedit:

Di artikel pertama, kita sudah membahas banyak hal tentang sindrom guillain barre, diantaranya: Apa itu guillain barre syndrome? Bagaimana sindrom guillain barre dapat muncul? Dan, apa saja gejala-gejala yang harus Anda waspadai? Kini, mari kita bahas bagaimana penanganan penyakit ini di dunia kedokteran. Dan, bagaimana prognosis kesembuhan pasien guillain barre?

Untuk menegakkan diagnosis sindrom guillain barre, dokter akan menanyakan riwayat medis dan keluhan-keluhan yang Anda alami. Kemudian, serangkaian pemeriksaan berikut dapat dilakukan untuk meneguhkan diagnosa.

  • Spinal tap (Lumbar puncture)—Analisis cairan cerebrospinal (Cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang) untuk melihat ada atau tidaknya infeksi.
  • Elektromiografi (EMG)—Untuk menguji fungsi saraf dan otot.
  • Nerve conduction velocity test (NVC)—Untuk mengukur kecepatan hantaran saraf.
  • Tes penunjang lain untuk mengetahui fungsi paru-paru dan jantung.

Semakin dini diagnosa ditegakkan, semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan. Dengan demikian, prognosis kesembuhan terhadap penyakit ini lebih besar.

Sindrom Guillain Barre, Bagaimana Pengobatan dan Perawatannya?

Sejauh ini, obat untuk sindrom guillain barre masih langka. Meski begitu, pengobatan tetap dapat dilakukan guna mengurangi gejala, mengobati komplikasi, dan mempercepat pemulihan. Berikut beberapa diantaranya.

  • Infus immunoglobulin
    Terapi ini dilakukan dengan memasukan immunoglobin yang mengandung antibodi yang sehat dari donor manusia. Tujuannya, membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang abnormal dengan cara memblokir antibodi yang rusak, penyebab sindrom guillain barre.
  • Plasmaferesis
    Plasmaferesis/Plasma exchange mirip dengan prosedur cuci darah. Terapi ini dilakukan dengan mengeluarkan darah dari tubuh—biasanya melalui tangan—untuk dilakukan pemisahan plasma dari darah. Antibodi yang abnormal dari penderita sindrom guillain barre dihilangkan, lalu komponen darah lain dikembalikan ke tubuh pasien.
  • Pemberian kortikosteroid
    Obat-obatan golongan kortikosteroid seringkali diresepkan pada penderita sindrom guillain barre untuk mengatasi peradangan yang terjadi. Meski begitu, hasil uji klinis menunjukkan bahwa pemberian obat-obatan golongan kortikosteroid dalam dosis tinggi, tidak menghasilkan perkembangan yang signifikan pada penderita sindrom guillain barre. Sebaliknya, resiko terhadap infeksi dan efek samping lainnya yang mungkin timbul semakin meningkat.
Baca juga:  Sindrom Guillain Barre: Bukan Stroke atau Polio

Obat-obatan lain boleh jadi diberikan untuk mengatasi keluhan yang terjadi misalnya untuk mencegah pembekuan darah, mengatasi fluktuasi tekanan darah, dan kesulitan bernafas yang dialami. Pada kasus yang berat, penderita guillain barre harus menggunakan ventilator untuk membantunya bernafas.

Lalu, bagaimana dengan prognosis kesembuhannya? Jika ditangani dengan cepat dan tepat, tentu saja angka kematian akibat komplikasi penyakit ini dapat ditekan, meski dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk pulih sepenuhnya.

Penderita sindrom guillain barre yang berhasil sembuh diwajibkan menjalani fisioterapi untuk memulihkan kekuatan otot tubuh. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebanyak 85 persen penderita guillain barre dapat kembali normal setelah melakukan fisioterapi selama satu tahun atau lebih.

Sedangkan sisanya, bisa jadi masih memiliki beberapa kelemahan otot. Beberapa diantaranya, mungkin  masih berpotensi menunjukkan kekambuhan setelah serangan awal penyakit ini.

Untuk menyiasatinya, beberapa suplemen herbal dapat dikonsumsi guna mencegah serangan berikutnya terjadi, maupun membantu tubuh Anda untuk pulih dari komplikasi yang terjadi.

Misalnya, Noni juice yang akrab dikenal dengan nama Mengkudu ini, dikenal ampuh mengatasi sejumlah penyakit yang berhubungan dengan kelainan imun tubuh (autoimun) dan berbagai keluhan yang terjadi sebagai akibat adanya gangguan pada sistem saraf, otot, dan sendi seperti yang dialami penderita sindrom guillain barre.

Dalam kasus tersebut, asam lemak dalam Noni juice diketahui bermanfaat mengatasi peradangan yang terjadi dan memaksimalkan sistem saraf untuk bekerja dengan optimal.

Selain itu, konduksi dalam sistem saraf yang abnormal pun dapat diperbaiki dengan multimineral yang terkandung dalam buah ini, seperti Tiamin, Niasin, dan Piridoksin.

Tidak cukup sampai disini, komplikasi lain seperti fluktuasi tekanan darah yang abnormal, bahkan gangguan irama jantung yang kerap dialami penderita sindrom guillain barre juga dapat diatasi dengan konsumsi Noni juice yang rutin.

Baca juga:  Sindrom Guillain Barre: Bukan Stroke atau Polio

Tentu saja, manfaat herbal ini akan lebih optimal jika penderita sindrom guillain barre menjalani pola hidup yang sehat, termasuk menjaga asupan nutrisi yang dikonsumsi dan rutin melatih gerak anggota-anggota tubuhnya.

Dan, selama periode yang emosional ini, hal penting lainnya yang perlu Anda pastikan adalah adanya dukungan dari keluarga dan orang terdekat pasien dalam membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan dalam kehidupannya.