Penyebab Trombosis Vena Dalam

487

Diedit:

Trombosis vena dalam ialah penggumpalan darah yang terjadi di pembuluh vena dalam tubuh. Biasanya ini terjadi di otot paha atau betis, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa juga terjadi di bagian tubuh lain. Kondisi ini bisa sangat mengganggu pergerakan dan menimbulkan nyeri yang amat terasa. Apa penyebab trombosis vena dalam?

Trombosis vena dalam terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah yang terdapat di dalam otot. Selain kaki, tempat potensial lain terjadinya trombosis ialah tangan, dada, dan bagian-bagian lain.

Meskipun kondisi ini umum dialami orang-orang, namun bukan berarti kondisi ini tidak berbahaya. Gumpalan darah bisa memblokir peredaran darah atau mengendap di dalam pembuluh darah paru-paru, otak, jantung, atau area vital lain. Gumpalan demikian sanggup menyebabkan kerusakan organ yang parah dan bahkan kematian—hanya dalam beberapa jam.

Penyebab trombosis vena dalam yang terutama ialah peredaran darah yang buruk. Ketika aliran melambat, darah bisa menumpuk dan sangat mudah membentuk gumpalan.

Penyebab Trombosis Vena Dalam Akibat Operasi

Beberapa operasi bedah tertentu bisa memicu penggumpalan darah, yakni diantaranya:

  • Operasi untuk mengurangi peredaran darah ke bagian-bagian tertentu di tubuh
  • Operasi besar pada pinggul, lutut, kaki, betis, perut, atau dada
  • Operasi bedah tulang, misalnya penggantian pinggul

Mengapa operasi-operasi demikian bisa memicu trombosis vena dalam? Ada beberapa alasan, yang diantaranya yaitu:

  • Rontokan-rontokan jaringan, protein, dan lemak akibat operasi bisa pindah menuju pembuluh darah dan menghambat aliran darah.
  • Dinding pembuluh vena bisa rusak akibat operasi sehingga dapat melepaskan zat-zat yang memicu penggumpalan darah.
  • Istirahat total yang lama setelah operasi bisa memungkinkan darah menumpuk di sejumlah area tubuh akibat tubuh tidak bergerak.
Baca juga:  Gejala-Gejala Trombosis Vena Dalam

Kondisi dan Pengobatan yang Meningkatkan Risiko Trombosis Vena Dalam

Operasi bedah bukanlah satu-satunya penyebab trombosis vena dalam. Sejumlah kondisi medis atau pengobatan tertentu juga bisa menjadi pemicu. Misalnya kondisi apapun yang mengharuskan Anda istirahat total lebih dari 3 hari sudah cukup untuk meningkatkan risiko trombosis. Kondisi-kondisi medis lain yang turut meningkatkan risiko trombosis yaitu:

  • Cedera di kaki atau pinggul, misalnya patah tulang, yang memperlambat peredaran darah menuju bagian tersebut.
  • Kanker
  • Pernah sebelumnya mengalami trombosis vena dalam atau embolisme pulmonari
  • Penyakit keturunan yang membuat rentan terjadi penggumpalan darah
  • Kelumpuhan akibat cedera tulang belakang
  • Penggunaan terapi hormon, termasuk yang digunakan untuk mengatasi gejala menopause atau pil KB
  • Varises—kondisi yang menyakitkan dimana pembuluh vena terpelintir dan bengkak.
  • Punya riwayat serangan jantung, stroke, atau gagal jantung kongestif
  • Penyakit radang usus

Penyebab Trombosis Vena Dalam Berkaitan dengan Gaya Hidup

Risiko mengalami trombosis vena dalam semakin meningkat seraya usia bertambah, khususnya setelah lewat usia 60 tahun. Risiko semakin bertambah apabila Anda menjalani gaya hidup yang: suka duduk atau tidak bergerak dalam waktu lama, sering berpergian jauh menggunakan kendaraan, kelebihan berat badan, serta merokok.

Itulah beberapa penyebab trombosis vena dalam. Dengan mengetahui informasi ini, Anda diharapkan dapat sebisa mungkin menghindari risiko-risiko diatas supaya tidak perlu mengalami penyakit ini.

Advertisement
Alinesia