7 Penyebab Kanker Penis yang Sebenarnya Dapat Dicegah


By Cindy Wijaya

Kaum pria harus waspada dengan penyakit kanker penis. Kanker ini memang tergolong langka, namun risikonya fatal jika sudah terkena kanker ini. Untuk itu para pria harus tahu bagaimana cara menghindari penyakit ini, salah satu caranya adalah dengan mengetahui penyebab kanker penis. Apa saja penyebab kanker penis yang dapat Anda hindari?

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab Anda lebih berisiko untuk mengidap kanker penis. Faktor-faktor tersebut disebut sebagai faktor risiko. Akan tetapi ingatlah bahwa memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena kanker penis. Namun mengetahui faktor-faktor risiko ini bisa membuat Anda lebih waspada dan tahu caranya mencegah penyakit ini.

Faktor Penyebab Kanker Penis: Infeksi HPV

Human papillomavirus (HPV) adalah kelompok virus yang terdiri lebih dari 150 jenis virus terkait. Mereka disebut papillomavirus (virus papiloma) karena beberapa dari mereka menyebabkan pertumbuhan yang disebut papiloma (lebih sering disebut kutil). Ada berbagai jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil di sejumlah bagian tubuh.

Ada jenis-jenis HPV tertentu dapat menginfeksi organ kelamin dan area anus, menimbulkan kutil-kutil yang menonjol dan bergelombang yang disebut condyloma acuminata.

Sedangkan jenis-jenis HPV lainnya dikaitkan dengan penyakit kanker tertentu. Misalnya, infeksi dari beberapa jenis HPV tampaknya menjadi faktor risiko penting untuk penyebab kanker penis. Bahkan infeksi HPV ditemukan pada sekitar setengah dari semua kasus kanker penis.

HPV ditularkan dari satu orang ke orang lain pada saat terjadi kontak antar kulit tubuh yang telah terinfeksi HPV. HPV dapat menyebar selama aktivitas seksual, termasuk seks normal, seks anal, dan seks oral. Namun tidak selalu menyebar melalui hubungan seks. Ingatlah bahwa infeksi HPV juga bisa menyebar hanya dari kontak kulit ke kulit.

Infeksi HPV juga dapat menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain. Sebagai contoh, infeksi dapat dimulai pada penis dan kemudian menyebar ke anus.

Infeksi HPV sering terjadi. Pada sebagian besar pria, tubuh mereka dapat mengatasi dan membersihkan infeksi dengan sendirinya. Tetapi pada beberapa orang, infeksi itu tidak teratasi dan menjadi kronis. Seiring waktu, infeksi kronis (khususnya jenis-jenis HPV tertentu) dapat menyebabkan beberapa jenis kanker, termasuk kanker penis.

Faktor Risiko Kanker Penis: Tidak Disunat

Sunat menghilangkan semua (atau sebagian) dari kulit kulup. Prosedur ini sering kali dilakukan pada anak bayi, tetapi juga bisa dilakukan meski sudah besar. Pria yang disunat sewaktu anak-anak mungkin punya risiko jauh lebih rendah untuk terkena kanker penis daripada mereka yang tidak. Bahkan, beberapa ahli mengatakan bahwa sunat saat bayi mampu mencegah kanker penis. Efek perlindungan ini tidak terlihat jika sunat dilakukan saat sudah dewasa.

Penyebab mengapa risiko pada pria yang disunat lebih rendah tidak sepenuhnya jelas, tetapi mungkin ada kaitannya dengan faktor risiko lain untuk kanker penis. Misalnya, pria yang disunat tidak akan menderita masalah yang disebut phimosis, dan mereka tidak juga tidak mengalami smegma.

Pria yang punya phimosis atau smegma memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker penis. Jika seorang laki-laki disunat ketika sudah besar, maka ada kemungkinan ia sudah lebih dulu mengalami salah satu dari kedua masalah tersebut.

Dalam menimbang risiko dan manfaat dari sunat, para dokter mempertimbangkan fakta bahwa kanker penis sangat jarang terjadi, bahkan pada pria yang tidak disunat. Meski manfaat sunat pada kesehatan bayi laki-laki yang baru lahir lebih besar daripada risikonya, namun manfaatnya itu tidak cukup besar untuk dinyatakan sebagai rekomendasi bagi semua bayi yang baru lahir.

Pada akhirnya, keputusan tentang sunat sifatnya sangat pribadi dan sering kali lebih bergantung pada faktor sosial dan keagamaan daripada faktor medis atau kesehatan.

Faktor Penyebab Kanker Penis: Phimosis dan Smegma

Pria yang tidak disunat punya risiko lebih tinggi untuk mengalami dua masalah yang berkaitan dengan kanker penis, yaitu phimosis dan smegma.

Phimosis adalah kondisi dimana kulit kulup menjadi kencang dan sulit untuk ditarik. Kanker penis lebih sering terjadi pada pria dengan masalah phimosis. Penyebab phimosis masih belum jelas diketahui, tetapi mungkin ada kaitannya dengan penumpukan smegma atau akibat dari peradangan yang ditimbulkan oleh phimosis.

Smegma adalah sekresi yang menumpuk di bawah kulit kulup yang tidak disunat dan kadang berbau. Smegma lebih sering terjadi pada pria yang mengalami phimosis, tetapi dapat juga terjadi pada siapa saja yang kulit kulupnya tidak disunat dan tidak sering dibersihkan.

Di masa lalu para ahli khawatir dengan kemungkinan bahwa smegma dapat menyebabkan kanker. Tetapi sekarang sebagian besar ahli yakin bahwa smegma itu sendiri kemungkinan bukanlah penyebab kanker penis. Tapi itu bisa mengiritasi dan membuat penis meradang, yang akhirnya dapat meningkatkan risiko kanker. Masalah ini juga mempersulit untuk mendeteksi kanker penis sejak dini.

Faktor Penyebab Kanker Penis: Merokok atau Mengonsumsi Tembakau

Pria yang merokok dan/atau mengonsumsi produk tembakau lainnya lebih berisiko menderita kanker penis. Risikonya lebih besar lagi pada pria pengguna tembakau yang telah terinfeksi HPV. Penggunaan tembakau membuat tubuh Anda terkena banyak zat-zat kimia penyebab kanker.

Zat-zat berbahaya itu dihirup ke dalam paru-paru, dimana mereka diserap ke dalam darah, atau mereka diserap melalui jaringan mulut ke dalam darah. Mereka dapat bergerak melalui peredaran darah ke seluruh bagian tubuh, sehingga mampu menyebabkan kanker di berbagai bagian tubuh. Para peneliti percaya bahwa zat-zat itulah yang merusak gen dalam sel-sel di penis, yang akhirnya menjadi penyebab berkembangnya kanker itu.

Faktor Risiko Kanker Penis: Pengobatan Sinar UV untuk Psoriasis

Pria yang mengidap penyakit kulit yang disebut psoriasis kadang diobati dengan obat psoralen dan kemudian dengan pengobatan sinar UV-A. Pengobatan itu disebut terapi PUVA. Pria yang telah menjalani terapi ini didapati punya risiko lebih besar untuk mengembangkan kanker di penisnya. Untuk membantu mengurangi risikonya, kini pria yang diobati dengan PUVA harus ditutupi organ kelaminnya selama menjalani terapi.

Faktor Penyebab Kanker Penis: Usia Tua

Risiko untuk menderita kanker penis semakin tinggi seraya usia bertambah. Contohnya di Amerika Serikat, usia rata-rata pria saat pertama didiagnosis penyakit ini adalah sekitar 68 tahun. Dan diperkirakan 4 dari 5 kasus kanker penis didiagnosis pada pria yang berumur di atas 55 tahun.

Faktor Penyebab Kanker Penis: Penyakit AIDS

Pria penderita AIDS punya risiko lebih besar untuk menderita kanker penis. Risiko ini tampaknya ada kaitannya dengan sistem kekebalan mereka yang sudah melemah, sehingga mereka lebih rentan mengalami penyakit kanker. Namun mungkin juga ada kaitannya dengan faktor-faktor risiko lain, misalnya pria penderita AIDS banyak yang merokok dan mereka juga sudah terinfeksi HPV.

Demikianlah tujuh faktor risiko yang dapat menjadi penyebab seseorang mengembangkan kanker penis. Sebisa mungkin hindari atau kendalikanlah faktor-faktor risiko di atas untuk mencegah kanker ini. Ingatlah bahwa kanker penis adalah penyakit yang sering kali dapat dicegah. Semoga informasi artikel ini dapat menambah kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga Anda.

Sumber

Sumber Referensi:

American Cancer Society. Risk Factors for Penile Cancer. Reviewed: 2018-06-25. URL: https://www.cancer.org/cancer/penile-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html. Accessed: 2019-11-19

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}