Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Tulang Ilustrasi Kanker Tulang

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Tulang

Kanker tulangbukan jenis kanker yang lazim menyerang bahkan hanya ditemukan sebanyak 0,2 % dari seluruh diagnosa kanker di dunia. Hanya sekitar 2890 orang pasie terdiagnosa kanker tulangsetiap tahunnya. Namun dari angka ini diperkirakan sekitar 1410 orang mengalami kematian. Sebuah presenasi kematian yang relatif tinggi dari kebanyakan serangan kanker.

Kebanyakan kasus kanker tulang tidak terdiagnosa dengan tepat waktu. Karena pada stadium dininya, gejala kanker tulang yang muncul lebih menyerupai gejala dari nyeri sendi seperti pada kasus asam urat atau reumatik. Sedang pada anak-anak, kadang rasa nyeri yang muncul tidak selalu mereka sadari sampai akhirnya mereka mengalami kesulitan dalam bergerak atau sudah muncul gejala-gejala yang lebih jelas.

Penyakit kanker tulang ini memang biasa muncul pada anak-anak. Malah beberapa data menginformasikan bahwa prosentasi pasien kanker tulang pada anak-anak sama besarnya dengan jumlah penderita kanker tulang pada kalangan dewasa. Meski kebanyakan kasus kanker tulang pada anak-anak biasanya terkait erat dengan kasus sindrom bawaan yang mereka miliki sejak lahir.

Masalahnya, kanker tulang termasuk jenis kanker yang sangat agresif dan merusak. Bahkan bisa menjadi lebih ganas dari kanker pada organ tubuh. Karakter tulang membuat serangan kanker menjadi begitu cepat merayap dari satu sel ke sel berikutnya. Kerusakan akan sagat cepat dan general serta demikian cepat bermetastatis ke organ di sekitar tulang.

Beruntung kebanyakan kasus kanker tulang terjadi pada area tangan dan kaki serta bukan pada area tulang penyangga organ vital. Meski demikian kebanyakan kasus kanker tulang berakhir dengan penanganan ekstrim macam amputasi.

Kanker tulang sendiri terbagi dalam beberapa jenis. 3 diantaranya adalah kasus yang paling banyak terjadi, sedang 2 jenis kanker tulang yang lain tergolong jenis kanker tulang langka. Dan berikut ini 5 jenis kanker tulang tersebut:

  • Osteosarcoma

    Kanker tulang ini tumbuh pada jaringan osteoid pada tulang, yakni bagian dari tulang yang mengalami pertumbuhan. Biasanya memang menyerang mereka dalam usia pertumbuhan atau pasca pertumbuha sekitar usia 10 sampai 25 tahun dan biasanya juga menyerang area tulang paha dan betis kaki.

  • Chondrosarcoma

    Kanker tulang jenis ini berkembang pada area tulang rawan. Kerap kali terkesan samar dengan keluhan nyeri sendi karena lokasi pertumbuhan kanker yang dekat dengan sendi. Biasaya menyerang tulang paha, tulang panggul, tulang rusuk dan tulang belikat. Kasus ini kerap muncul pada kalangan usia produktif dengan rentang usia 30 – 60 tahun.

  • Ewing’s Sarcoma

    Kanker tulang yang berkembang pada area syaraf jaringan lunak tulang, baik itu otot penyangga, jaringan syaraf serta sendi pengikat. Biasanya menyerang area kaki dan tangan, meski beberapa kasus juga ditemukan pada tulang panggul dan tulang punggung. Lebih sering muncul pada anak-anak sampai remaja dan tergolong paling agresif dalam penyebarannya.

  • Fibrosarcoma

    Salah satu jenis kanker tulang yang langka dengan karakter serangan pada jaringan fibrosa dari tulang. Kebanyakan kasus terjadi pada usia 30 – 40 tahun dengan berlokasi pada struktur tulang yang memanjang dan pipih seperti pada tulang lemur, tibia atau rahang bawah.

  • Chordoma

    Satu lagi jenis kanker tulang yang tergolong sangat langka dan biasa menyerang kalangan manula. Namun diperkirakan justru berawal dari masalah pertumbuhan tulang belakang di masa kecil. Belum dapat dipastikan sebab dan bagaimana penyakit ini menyerang.

Penyebab Kanker Tulang

Penyebab kanker tulang sampai saat ini belum sepenuhnya terkuak. Beberapa fakta memang sudah berhasil ditemukan namun belum sepenuhnya bisa menjawab bagaimaan sel-sel dalam tulang bisa bermutasi dan membentuk sel kanker yang bersifat sangat agresif bahkan lebih agresif dari jenis kanker lainnya.

Tulang sendiri terdiri dari beberapa jenis sel yang saling mengikat membentuk jaringan dan bagian dari tulang. Adapun beberapa bagian dari sel tulang tersebut adalah Osteosid, Osteoblast dan Osteoklas. Ketiganya berfungsi membentuk struktur tulang yang keras dan kaku.

Secara umum tulang tidak membentuk regenerasi sel secara normal sebagaimana sel lainnya. Sifatnya lebih permanen dibandingkan sel lain dalam tubuh. Dalam tulang juga terdapat ikatan antar sel yang berbeda sehingga tulang bersifat kaku dan keras. Sifat istimewa ini rupanya yang kerap menjadi bumerang ketika sel normal dalam tulang berubah menjadi sel kanker.

Sel kanker biasanya terjadi ketika terjadi pemicu khusus yang menyebabkan teradinya pertumbuhan tulang yang seharusnya tidak terjadi. Pertumbuhan bersifat menyimpang, tidak pada posisi seharusnya dan memiliki kemampuan merusak sifat sel dan ikatan sel dalam tulang yang khas. Akibatnya sel lain akan menjadi rapuh dan tulang menjadi getas seperti kapur yang lapuk.

Sedangkan sel kanker yang tumbuh, tetap membawa sel berzat tanduk yang tidak hanya mendesak sel lain, tetapi bisa merusak sel lain disekitar tulang. Disertai sifat agresif dan ganas dari sel kanker juga sifat ikatan sel dalam tulang yang berbeda, maka terbentuklah sebuah kondisi yang menjadi penyebab kaker tulang lebih agresif beberapa kali lipat dari kanker lain.

Terlepas dari bagaimana mutasi gen dalam kanker terjadi dan menjadi lebih agresif dari jenis kanker lain, berikut beberapa fakta yang berhasil terkuak mengenai penyebab kanker tulang:

  • Efek dari radiasi seperti pasca pengobatan dengan radioterapi.
  • Beberapa jenis pengobatan kanker tertentu
  • Pengobatan patah tulang dengan pemasangan implant logam atau plat pada tulang.
  • Faktor genetika seperti maffuci sindrom, Rothmund thomson sindrom, Li-fraumeni sindrom, dan beberapa kondisi bawaan lain.
  • Memiliki riwayat keluarga mengidap kanker tulang.
  • Infeksi akut pada tulang, seperti efek seranga virus atau infeksi dari patah tulang yang tidak cepat diatasi.
  • Pertumbuhan tulang pada masa pubertas.
  • Menderita penyakit paget, sejenis penyakit yang berakibat pada kerentanan tulang dan rasa nyeri pada tulang.
  • Menderita hernia umbilitikus
  • Berkelamin pria.
  • Memiliki tinggi badan lebih tinggi dari yang lain.
  • Beberapa jenis kanker tulang lebih kerap muncul pada mereka berkulit putih dan ber ras kaukasoid.

Gejala Kanker Tulang

Gejala kanker tulang memang terkadang terkesan samar. Sebagaiman dijelaskan sebelumnya di atas, kebanyakan kasus kanker tulang terlambat terdiagnosa karena banyak pasiennya yang salah kaprah dengan mengertikan gejala yang muncul dengan gejala nyeri sendi biasa. Terutama pada kasus stadium awal, dimana belum muncul tanda fisik yang jelas sebagai penanda.

Dan fakta bahwa kebanyakan kasus kanker tulang terdiagnosa terlambat merupakan salah satu penyebab utama tingginya tingkat kematian pasien kanker tulang. Untuk itu penting untuk Anda mengenali lebih baik apa saja gejala kanker tulang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk Anda dengan riwayat keluarga yang rentan dengan kanker tulang.

Dan berikut ini adalah beberapa gejala kanker tulang yang perlu Anda ketahui.

  • Rasa nyeri pada tulang yang tidak kunjung hilang

    Kenali dengan baik lokasi rasa nyeri yang muncul, sebelum memastikan nyeri yang Anda alami hanya sekedar reumatik atau nyeri sendi biasa. Karena nyeri pada kanker tulang biasa muncul pada sepanjang area tulang dan bukan pada sambungan tulang atau sendi, meski pada kasus tulang rawan, kadang rasa nyeri samar dengan nyeri sendi. Rasa nyeri terus muncul dan biasanya memburuk ketika udara dingin. Rasa nyeri ini kerap kali memburuk ketika Anda menggunakannya terlalu banyak seperti terlalu banyak jalan atau angkat-angkat. Kadang rasa nyeri seperti menyebar ke seluruh bagian secara merata.

  • Pembengkakan

    Muncul pembengkakan pada permukaan kulit dengan rona kemerahan. Namun di sini pembengkakan terasa keras dan bukan seperti sekedar lebam biasa.

  • Penurunan fungsi

    Tekanan dari tulang yang tumbuh abnormal akan menyerang area otot, fibrosa dan syaraf di sekitarnya. Akibatnya impuls-impuls syaraf akan terganggu dan bisa menurunkan fungsi motorik dan kadang juga fungsi reflek. Kadang pasien akan kesulitan untuk menggerakan jemari, menggenggam bahkan sampai sulit untuk berjalan. Kadang pada stadium lanjut pasien akan mengalami kelumpuhan.

  • Kepekaan menurun

    Masih karena penurunan fungsi dari syaraf tepi di dekat tulang, maka kepekaan turut menurun. Kulit tak lagi peka terhadap rasa nyeri, panas, dingin dan kehilangan beberapa gerak reflek dari sistem otot dan sendi pada tulang. Pada kasus yang berat pasien akan mengalami penurunan fungsi persitaltik seperti pada usus dan pada sistem kemih.

  • Tulang menjadi rapuh

    Kasus yang paling ditakutkan dari kanker tulang adalah ketika tulang menjadi rapuh sehingga demikian mudah patah bahkan remuk hanya karena benturan kecil. Dan sifat rapuh ini begitu cepat menular ke sel kanker lain.

  • Tubuh menjadi mudah lelah

    Efek dari penurunan fungsi tulang dalam menyangga tubuh, maka otot dalam tubuh bekerja ekstra dalam menjalankan aktivitas sehingga menyebabkan tubuh lebih mudah lelah.

  • Penurunan berat badan

    Kondisi kanker tulang dimana sifat agresifnya menarik banyak nutrisi dalam tubuh sekaligus memaksa otot bekerja ekstra dalam menyangga tubuh menyebabkan tubuh membutuhkan ekstra nutrisi. Akibatnya pasien akan mengalami penurunan berat badan secara drastis,

  • Demam dan keringat dingin

    Demand an keringat dingin kerap kali merupakan tanda adanya inflamasidan peradanganberat. Dan pada kasus kanker tulang, kerusakan sel tulang dan kerusakan sel-sel otot, sendi, fibrosa dan syaraf di sekitar tulang menjadi penyebab munculnya inflamasiakut yang memicu demam dan keringat dingin.

Pengobatan Kanker Tulang

Pegoabatan kanker tulang sebagaimana kebanyakan prosedur medis dalam mengatasi kanker lain selalu disesuaikan dengan kondisi dari kanker bersangkutan, termasuk lokasi serangan , jenis kanker dan stadium yang dialami.

Untuk itu pasien yang diperkirakan mengidap kanker tulang perlu menjalani sederet pemeriksaan untuk memastikan prosedur terbaik pengobatan kanker tulangyang diidapnya. Dan adapun beberapa prosedur pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Pemeriksaan Darah

    Sebagaimana dijelaskan bahwa kebanyakan kasus kanker tulang terlihat samar dengan kasus peradangansendi dan tulang sehingga perlu diadakan tes untuk memeriksa kondisi darah pasien.

  • Pencitraan

    Beberapa prosedur standar seperti pemeriksaan dengan CT scan, MRI, rontgen, biasanya untuk menemukan pertumbuhan atau bentuk tulang abnormal yang muncul.

  • Pemindaian

    Prosedur ini berbeda dari pencitraan, karena di sini pasien akan mendapat suntikan sejumlah radioaktif ke dalam vena. Bahan tersebut memiliki kemampuan untuk diserap oleh sel tulang. Bila penyerapan tulang menjadi demikian cepat, bisa jadi telah terjadi perapuhan dan memungkinkan terjadinya kanker.

  • Biopsi

    Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel sel pada tulang untuk pemeriksaan mendalam, terutama untuk mengetahui persebaran dan kondisi sel. Biopsi bisa dilakukan dengan laparoskopi atau dengan membuat lubang kecil dalam tubuh untuk memasukan selang menuju lokasi sel kanker pada tulang. Bisa pula dengan melakukan pembedahan bila dicurigai persebaran kanker sudah meluas.

Setelah analisa dilakukan dan dipastikan pasien mengidap kanker tulang, maka beberapa prosedur pengobatan kanker tulang secara medis bisa dilakukan. Beberapa cara tersebut antara lain:

Operasi Pengangkatan Kanker


Prosedur ini dianggap paling mudah dan paling efektif mengatasi kanker disbanding prosedur lai dalam menangani kanker tulang. Pasalnya cara ini bersifat cepat dan lebih tuntas mengingat kanker tulang bisa menyebar dengan cepat. Adapun beberapa langkah pengangkatan adalah sebagai berikut:

  • Kuretasi

    Pada stadium awal ketika sel kanker belum masuk terlalu dalam ke sel-sel tulang bagian dalam, maka prosedur ini dianggap paling baik. Tulang hanya dikikis pada bagian yang terserang kanker tanpa mengambil seluruh bagian tulang.

  • Reseksi

    Tulang akan mengalami pembedahan dalam dan menyisakan yang masih memungkinkan untuk dipertahankan.

  • Amputasi

    Pengambilan seluruh bagian tulang bila dirasa tak aman lagi mempertahankan tulang yang ada.

Radioterapi


Terapi dengan radiasi biasanya dilakukan untuk mengecilkan ukuran kanker sebelum operasi dan menghilangkan sisa kanker pasca operasi. Secara umum radiasi tak mampu mengatasi kanker dengan tuntas. Ditambah lagi biasanya juga menyisakan beberapa efek samping seperti nyeri sendi dan kerusakan pada kulit.

Kemoterapi


terapi ini dinilai aman untuk kanker tulang karena bisa bekerja efektif mengatasi agresifitas kanker tulang. Caranya dengan menyuntikan sejenis senyawa kimiawi tertentu yang bersifat mematikan sel abnormal. Namun pada masa terapi sel-sel sehat kadang turut mengalami kerusakan dan penurunan fungsi sehingga lazim terjadi beberapa efek samping seperti kerontokan, penurunan fungsi pengecap dan penciuman, kerusakan kulit, sariawan atau imunitas yang menurun.

Fakta bahwa tingkat kematian dari kanker tulang bisa menjadi demikian cepat dan tinggi membuktikan bahwa prosedur pengobatan kanker tulang sejauh ini belum bisa dikatakan efektif. Tingkat prognosis kegagalan dalam mempertahankan hidup pasien tergolong rendah.

Untuk itu ketika seesorang terdiagnosa mengalami kanker tulang penting baginya mencari solusi tambahan untuk meningkatkan peluang penyembuhan dan meningkatkan peluang untuk menghindari kematian.

Dan salah satu cara yang bisa Anda tempuh dalam hal ini adalah dengan mengasup obat herbal. Tentu saja bukan obat herbal sembarangan, karena faktanya ada begitu banyak obat herbal yang diklaim memiliki kemampuan sebagai anti kanker, namun tak cukup ampuh melawan kanker tulang.

Anda membutuhkan obat herbal dengan kekuatan ekstra dalam melawan kanker, tak hanya memiliki kemampuan anti karsinogen, tetapi juga anti pembelahan diri yang cepat, anti mutasi gen dan juga mendorong produksi anti gen alami dalam tubuh. Tentu saja tanpa adanya efek reduksi terhadap kandungan pengobatan kanker tulang secara medis. Dan berikut dua jenis obat herbal yang kami rekomendasikan untuk pengobatan kanker tulang:

Sarang Semut


Herbal satu ini berasal dari umbi sejenis tanaman epifit yang bisa dengan mudah Anda jumpai di pedalaman Papua. Tanaman ini memiliki umbi besar yang berongga serta memiliki labirin pada sisi dalamnya. Labirin ini menjadi rumah bagi semut hutan tinggal dan itu pula asal muasal tanaman ini disebut dengan nama sarang semut.

Herbal sarang semutini terbukti berkhasiat mengatasi beragam jenis kanker termasuk untuk pengobatan kanker tulang. Itu terbukti dalam sebuah penelitan yang dikembangkan oleh seorang pakar LIPI Dr. Ahkam Subroto.

Khasiat dari sarang semut bersumber dari senyawa alami asli dari sarang semut seperti flavonoid, tannin, polifenol dan tokoferol dengan senyawa khas yang semut lepas dalam umbi berupa beberapa jenis fitonutrien unik. Fitonutrien ini diyakini memicu produktivitas antigen alami pada sistem imunitas yang mendorong perlawanan terhadap mutasi gen.

Flavonoid sendiri memiliki beberapa khasiat dan di sini flavonoid merupakan senyawa yang mendominasi komposisi dari sarang semut. Flavonoid pada sarang semut juga dikatakan yang terlengkap. Beberapa manfaat flavonoid adalah:

  • Anti Karsinogen

    Kemampuan detoksifikasi atau membersihkan toksin dan residu dalam darah sehingga menurunkan intensitas racun dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh tak lagi nyaman bagi sel kanker untuk tumbuh. Fakta menunjukan lebih dari 60% kondisi kanker disebabkan oleh kondisi karsinogen. Manfaat ini juga ditunjang oleh khasiat tokoferol dengan kemampuan detoksifikasi mencapai 96%.

  • Anti Proliferasi

    Pembelahan diri dari kanker tulang bekerja lebih cepat dari sel kanker lain. Diperlukan kemampuan kuat melawan ciri khusus ini dan sifat anti proliferasi dari flavonoid adalah salah satunya.

  • Induksi Apoptosis

    Pada tengah sel kanker terdapat nucleus atau inti sel yang menjadi pusat sifat agresif sel kanker. Di sini flavonoid akan menyerang nucleus sehingga inti sel ini akan menyerang sel kanker itu sendiri.

  • Inhibisi Angiogenesis

    Kemampuan flavonoid untuk menghambat suplai darah menuju sel kanker sehingga sel kanker akan kekurangan asupan nutrisi dan oksigen sampai akhirnya mengering dan menyusut.

  • Anti Resistensi

    Pengobatan kanker selalu melibatkan pengobatan jangka panjang. Flavonoid akan menghambat efek kekebalan ini sehingga obat medis tetap mampu bekerja optimal meski dikonsumsi dalam jangka panjang.

Selain Flavonoid, dalam sarang semut juga ditemukan perpaduan antara fitonutrien, polifenol dan tannin yang baik dalam mengatasi dan mencegah kerusakan sel, membantu regenerasi sel normal supaya berjalan dalam sistem yang seharusnya. Tak heran kalau pasien sudah bisa merasakan tanda-tanda kesembuhan dalam waktu 1-3 bulan konsumsi rutin, jelas hasil yang relatif cepat dari jenis herbal anti kanker lain.

Meskipun demikian, penelitian modern terhadap Sarang Semut masih tergolong sedikit. Sehingga tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ditemukan lebih banyak lagi kandungan yang efektif menumpas kanker yang semakin menjelaskan mengapa Sarang Semut begitu berkhasiat.

Noni Juice


Noni juicemerupakan sari dari buah khas kawasan tropis dan pasifik. Di Indonesia sendiri buah ini juga akrab disebut dengan nama mengkudu atau pace. Buah ini berbentuk unik, berbentuk lonjong tidak sempurna berkulit hijau berdaging putih dengan permukaan bermata ini sejenis tanaman dari kelompok kopi-kopian.

Buah Noni sendiri sudah dikenal di pasifik sebagai tanaman dewa di kawasan Tahiti. Dan berdasar beberapa riset yang dikembangkan di University of Hawaii terbukti khasiat noni termasuk sebagai antikanker.

Buah noni terbukti mengandung senyawa- senyawa unik yang bisa menjadikannya sebagai andalan anti kanker termasuk sebagai pengobatan kanker tulang, dan beberapa khasiat buah noni tesebut antara lain:

  • Khasiat detoksifikasi yang berasal dari kandunganflavonoid dalam buah noni, sehingga dapat menekan kondisi karsinogen.
  • Khasiat dari senyawa flavonoid lain semacam inhibis angiogenesis dan anti proliferasi.
  • Khasiat senyawa terpenoid untuk membantu mengatasi kerusakan sel dan memembantu proses regenerasi sel. Termasuk mengatasi peradangan dan kerusakan sel yang menyebabkan kanker.
  • Khasiat terpenoid bersama damnachantal juga baik untuk mengatasi kerusakan sel akibat dari serangan sel kanker tulang.
  • Terdapat efek pembentukan anti gen sebagai efek dari kerja senyawa seperti scolopetin, terpenoid, fitonutrien dan damnachantal.
  • Mencegah metastatis dengan kandungan senyawa polisakarida
  • Mencegah mutasi gen karena kemampuan senyawa protein khasnya xeronine
  • Memiliki khasiat anti bakteri dan anti virus sehingga mengatasi efek infeksi pada tulang yang bisa memicu prakanker.

Itu dua macam obat herbal yang terbukti secara empiris dan sudah pula dibuktikan melalui banyaknya pasien yang berhasil disembuhkan oleh kedua obat herbal anti kanker tersebut. Diagnosa lebih awal, atasi dengan prosedur yang tepat dan sempurnakan dengan obat herbal yang sesuai, bukan mustahil pengobatan kanker tulang bisa mencapai hasil yang lebih memuaskan.

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register