Penyebab Bronkitis dan Cara Pengobatannya

561

Diedit:

Dewasa ini, berbagai instrumen kesehatan sudah semakin canggih. Namun, penyakit-penyakit juga berkembang dengan tak kalah “canggihnya”. Bronkhitis misalnya, yang menjadi momok bagi banyak orang.

Bronkhitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan lebih sering terjadi akibat udara yang lembab.

Ada banyak penyebab yang dapat membuat seseorang menderita bronkhitis ini seperti kebiasaan merokok, kebiasaan menghirup gas, debu, asap, atau bisa juga disebabkan oleh adanya komplikasi dari penyakit lainnya seperti rejan, batuk, campak, ataupun tipus.

Gejala dari bronkhitis sendiri seperti batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan), seringnya menderita infeksi pada saluran pernafasan, bengek, mudah lelah, terjadinya pembengkakan pada kaki, wajah, telapak tangan, pipi tampak kemerahan, sakit kepala, dan juga terjadinya gangguan penglihatan. Bronkhitis jika tidak ditangani dengan tepat, akan bersifat serius.

Kebiasaan Merokok, Polusi, dan Infeksi Sebagai Faktor Penyebab Bronkitis

Menghilangkan kebiasaan merokok secara serta-merta memang tidak mudah. Diperlukan komitmen dan keinginan yang kuat untuk bisa terbebas dari asap rokok.

Padahal kebiasan merokok-terlebih mereka yang sudah kecanduan-dapat memperpendek usia seseorang karena merokok dapat memicu munculnya banyak sekali penyakit berbahaya seperti jantung ataupun paru-paru.

Dalam konteks ini, merokok juga bisa mengakibatkan penyakit bronkhitis. Paling tidak, dalam buku Report of the WHO Expert Comite on Smoking Control menyatakan bahwa rokoklah yang menjadi penyebab utama timbulnya bronkhitis.

Polusi udara juga sangat besar pengaruhnya untuk menjadi faktor penyebab bronkhitis. Bronkhitis juga biasanya paling sering diawali dengan adanya infeksi virus yang kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak ialah Hemophilus influenza dan Streptococcus pneumonie.

Herbal Tradisional Anti-Bronkhitis

Beberapa tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan bronkhitis ternyata bisa dijumpai dengan mudah karena cenderung mudah ditanam dan dipelihara.

Baca juga:  Penyakit Bronkitis: Bronkitis Kronis dan Bronkitis Akut

Berbagai tumbuhan tersebut memiliki efek anti-peradangan (anti-inflamasi), antibiotik, anti-bakterial, meredakan batuk, dan lainnya. Beberapa jenis tumbuhan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan bronkhitis antara lain:

  • Sambiloto
    Sambiloto memiliki efek farmakologis seperti anti-radang, menurunkan panas, menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, dan penawar racun (anti-toksik).
  • Pegagan
    Efek farmakologis dari pegagan yakni anti-infeksi, anti-bakterial, penurunan panas, penenang, peluruh kemih, membesihkan darah, dan lainnya.
  • Bawang putih
    Bawang Putih memiliki efek farmakologis seperti efek hangat, sebagai antibiotik, antioksidan, melancarkan peredaran darah, menstimulasi sistem imu, dan lainnya.
  • Sirih
    Sirih memiliki efek farmakologis seperti menimbulkan rasa hangat, pedas, berkhasiat menghentikan batuk, mengurangi peradangan, menghilangkan gatal, dan lain-lain.
  • Kulit Jeruk mandarin
    Efek farmakologis dari kulit jeruk mandarin seperti pedas dan hangat. Khasiat dari kulit Jeruk Mandarin ialah anti-asma, peluruh dahak, anti-peradangan, dan lainnya.
  • Jahe
    Efek farmakologis Jahe ialah antibiotik, peluruh dahak, anti-radang, melancarkan sirkulasi darah, dan lainnya.
  • Daun Saga
    Efek farmakologis Daun Saga ialah penyejuk pada kulit dan selaput lendir serta anti-batuk.

Penyakit bronkhitis memang “derajat” bahayanya masih lebih rendah dibandingkan penyakit-penyakit berbahaya lain seperti jantung, kanker, dan lainnya. Namun, jika tidak segera ditangani, bukan mustahil akan membahayakan.

Bronkhitis memang termasuk penyakit ringan tetapi, jika diderita oleh penderita penyakit lain yang bersifat tahunanseperti jantung maupun paru-paru sifatnya akan membahayakan. Makanya, kalau Anda terindikasi bronkhitis harus segera diobati.