Penyebab Benjolan di Leher: Cari Tahu Disini!


By Cindy Wijaya

Benjolan di leher bisa berukuran besar dan terlihat, atau juga bisa berukuran kecil dan tidak tampak. Kebanyakan benjolan di leher biasanya tidak bersifat kanker dan tidak berbahaya. Tetapi benjolan leher juga bisa jadi tanda adanya penyakit serius, seperti infeksi atau pertumbuhan kanker.

Apabila Anda memiliki benjolan di leher, langkah paling bijak ialah melakukan pemeriksaan medis. Kunjungilah dokter apabila Anda tiba-tiba memiliki benjolan di leher yang tidak jelas asal-usulnya.

Dari Mana Datangnya Benjolan di Leher?

Benjolan ini bisa bertekstur keras, lembut, lunak atau tidak lunak. Lokasinya bisa berada di kulit atau bisa juga berada di jaringan atau organ di leher. Tempat asal benjolan merupakan informasi penting dalam menentukan apa penyebabnya. Karena ada banyak otot, jaringan, dan organ di sekitar leher, maka ada banyak tempat benjolan bisa muncul, termasuk:

  • Kelenjar getah bening
  • Kelenjar tiroid—organ kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bawah jakun
  • Kelenjar paratiroid—empat kelenjar kecil yang terletak di belakang kelenjar tiroid
  • Saraf laryngeal reccurent—yang memungkinkan pergerakan pita suara
  • Otot leher
  • Trakea (atau tenggorokan)
  • Laring (atau kotak suara)
  • Tulang leher
  • Saraf dari sistem saraf simpatis dan parasimpatis
  • Pleksus brakialis—serangkaian saraf yang menunjang tungkai atas dan otot trapezius
  • Kelenjar ludah
  • Berbagai arteri dan vena

• Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang membengkak merupakan penyebab paling umum dari benjolan di leher. Kelenjar getah bening berisi sel-sel yang membantu tubuh melawan infeksi dan memberantas sel-sel ganas (bersifat kanker). Saat Anda sakit, kelenjar getah bening Anda menjadi besar untuk membantu melawan infeksi. Penyebab-penyebab dari pembengkakan kelenjar getah bening antara lain:

  • Infeksi telinga
  • Infeksi sinus
  • Tonsilitis
  • Radang tenggorokan
  • Infeksi gigi
  • Infeksi bakteri di kulit kepala

Selain itu, ada beragam penyebab lain dari benjolan di leher:

  • Penyakit autoimun, kanker, dan kelainan kelenjar tiroid—menyebabkan pembengkakan sebaian atau semua kelenjar tiroid
  • Infeksi virus, misalnya penyakit gondok—menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah
  • Cedera atau tortikolis—menyebabkan benjolan di otot leher
Baca Juga:  Benarkah Pengobatan Kanker Bisa Dibantu dengan Terapi Baking Soda?

• Kanker

Kebanyakan penyebab benjolan di leher bukanlah kanker, namun tetap ada kemungkinan kanker yang jadi penyebabnya. Untuk dewasa, kemungkinan benjolan tersebut bersifat kanker meningkat setelah melewati usia 50. Gaya hidup tidak sehat, misalnya merokok dan gemar minum alkohol, juga punya pengaruh yang cukup besar.

Kebiasaan merokok dan banyak minum alkohol adalah dua faktor terbesar dari kanker mulut dan tenggorokan. Faktor risiko lainnya untuk kanker di leher, tenggorokan, dan mulut ialah infeksi virus papiloma (HPV).

Kanker yang jadi penyebab benjolan di leher antara lain:

  • Kanker di jaringan leher dan bagian kepala
  • Limfoma Hodgkin
  • Limfoma non-Hodgkin
  • Leukemia
  • Kanker jenis lainnya, termasuk kanker paru-paru, tenggorokan, kulit, dan payudara

• Virus

Ada cukup banyak jenis virus yang bisa menimbulkan benjolan di leher, beberapa diantaranya:

  • HIV atau AIDS
  • Herpes
  • Infeksi mononukleosis
  • Rubella
  • Virus penyebab faringitis

• Bakteri

Infeksi bakteri dapat menyebabkan kelainan pada leher dan tenggorokan, lalu mengarah pada peradangan dan benjolan di leher. Banyak dari jenis bakteri ini bisa diatasi dengan obat antibiotik resep dokter. Diantaranya yaitu:

  • Penyakit cat scratch
  • Abses peritonsillar—abses di dekat/pada amandel
  • Bakteri penyebab radang tenggorokan
  • Bakteri penyebab radang amandel
  • Bakteri TBC

Perhatikan Gejala-Gejala yang Menyertai Benjolan di Leher

Karena benjolan di leher bisa disebabkan oleh beragam penyakit dan kondisi, maka ada beragam juga gejala yang mungkin menyertainya. Beberapa orang mungkin hanya merasakan benjolan tanpa disertai gejala lain. Sedangkan, beberapa orang lainnya akan mengalami gejala-gejala lain.

Apabila penyebab benjolan di leher merupakan infeksi sehingga terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, Anda kemungkinan juga mengalami sakit tenggorokan, sulit menelan, atau rasa sakit di telinga. Jika benjolan di leher memblokir saluran pernapasan, Anda mungkin juga mengalami kesulitan bernapas atau suara yang serak ketika berbicara.

Adakalanya penderita benjolan di leher akibat kanker akan mengalami perubahan kulit di sekitar benjolan. Mereka juga mungkin menyadari adanya bercak darah atau dahak di air liur.

Baca Juga:  9 Pilihan Alternatif Pengobatan Kanker

Cara Mengatasi Benjolan di Leher

Metode perawatan benjolan di leher bergantung pada penyebabnya. Benjolan yang disebabkan oleh infeksi bakteri biasanya akan diberi resep antibiotik oleh dokter. Sedangkan benjolan yang disebabkan kanker biasanya akan ditangani dengan operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Deteksi dini merupakan kunci dari kesuksesan pengobatan benjolan di leher. Kebanyakan kanker di bagian leher bisa disembuhkan hanya dengan sedikit efek samping apabila bisa ditangani sejak dini.

Benjolan di leher bisa dialami oleh siapa saja, dan itu tidak selalu jadi tanda adanya penyakit serius. Walau demikian, tetaplah penting untuk periksa ke dokter agar bisa dipastikan penyebabnya. Seperti semua jenis penyakit lainnya, lebih bijaksana untuk segera didiagnosis dan segera diobati. Khususnya apabila ternyata penyebab benjolan di leher adalah penyakit yang berbahaya. Jadi, jika Anda punya benjolan di leher dan Anda merasa khawatir, segera kunjungi dokter.

Herbal Terbaik untuk Mengatasi Benjolan di Leher

Jika Anda khawatir dengan benjolan di leher dan ingin mengatasinya menggunakan herbal, maka pilihan yang tepat ialah Sarang Semut. Hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, fenolik, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker.

Semua kandungannya tersebut bukan hanya menjadikan Sarang Semut sebagai obat untuk benjolan kanker atau tumor, tetapi juga ampuh dalam mengatasi berbagai benjolan abnormal lainnya.

Mengapa bisa begitu? Diduga kuat mekanisme penyembuhan benjolan abnormal non-kanker sebenarnya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid dalam Sarang Semut.

Bahkan, rata-rata pengguna Sarang Semut sudah bisa merasakan perubahan positif, seperti benjolan yang semakin mengecil, sejak konsumsi rutin selama 1-2 bulan pertama.

Bila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang herbal ini, silakan kunjungi artikel: Sarang Semut Terbukti Tumpas Kanker, Tumor, Benjolan Abnormal dengan Cepat. Kami berharap herbal ini dapat secara efektif dimanfaatkan dalam upaya Anda untuk mengatasi benjolan di leher.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}