Blog Herbal No. 1 Indonesia

Penyakit Crohn, Peradangan Kronis di Saluran Pencernaan


By Cindy Wijaya

Gejala sakit perut, diare parah, BAB berdarah, dan berat badan turun tidak boleh diabaikan. Ada kemungkinan itu disebabkan oleh masalah peradangan di saluran pencernaan yang disebut penyakit Crohn. Bahkan penyakit ini dapat membuat penderitanya kekurangan gizi.

Simaklah di sini mengenai gejala khas, penyebab, perawatan, dan saran makanan untuk penyakit Crohn. Semoga dengan memahami lebih baik penyakit ini dapat meningkatkan kewaspadaan Anda dan bisa segera bertindak untuk memeriksakan diri ke dokter begitu melihat gejala-gejalanya.

Apa Itu Penyakit Crohn?

Penyakit Crohn adalah salah satu jenis penyakit radang usus (IBD). Penyakit ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan penderitanya, yang dapat menimbulkan sakit perut, diare parah, kelelahan, berat badan turun, dan kekurangan gizi.

Peradangan yang disebabkan oleh Crohn dapat melibatkan area saluran pencernaan yang berbeda pada masing-masing penderitanya. Peradangan ini sering menyebar ke lapisan usus yang lebih dalam.

Crohn bisa menyakitkan dan melemahkan, dan kadang dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Meskipun saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit ini, namun terdapat perawatan penyakit Crohn yang dapat mengendalikan gejala-gejalanya, dan bahkan menghasilkan remisi jangka panjang dan penyembuhan dari peradangan. Dengan perawatan yang tepat, banyak penderita Crohn dapat menjalani hidup dengan baik.

Apa Gejala Khas Penyakit Crohn?

Gejala khas penyakit Crohn dapat berbeda-beda pada setiap penderitanya. Gejala yang timbul mungkin tergantung pada bagian mana dari saluran pencernaan yang terkena penyakit ini.

Crohn adalah penyakit kronis, yang berarti penderitanya kemungkinan akan mengalami suatu jangka waktu ketika gejala-gejalanya muncul, yang disebut sebagai flare. Kemudian diikuti oleh jangka waktu remisi ketika gejala-gejalanya mungkin sama sekali tidak muncul.

Pada jangka waktu flare, atau ketika gejala-gejalanya muncul, berikut adalah sejumlah gejala khas penyakit Crohn yang dapat terjadi:

  • Diare
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit dan kram perut yang tidak normal
  • BAB berdarah
  • Sariawan
  • Nafsu makan berkurang dan berat badan turun
  • Nyeri atau cairan di dekat atau sekitar anus akibat fistula

Di samping sejumlah gejala di atas, penderita Crohn yang sudah cukup parah kemungkinan juga dapat mengalami keluhan berikut:

  • Peradangan pada kulit, mata, dan persendian
  • Peradangan pada hati atau saluran empedu
  • Batu ginjal
  • Kekurangan zat besi (anemia)
  • Pertumbuhan atau perkembangan seksual yang tertunda (pada anak-anak)

Meskipun penting untuk mengenali gejala khas penyakit Crohn, hanya dokter yang dapat memastikan diagnosisnya. Jika Anda menduga bahwa keluhan yang Anda alami adalah penyakit ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh diagnosis dan perawatan yang tepat.

Gambar Penyakit Crohn
Gambar Penyakit Crohn (Photo Credit: Juan Gaertner/Shutterstock)

Apa Penyebab Penyakit Crohn?

Sayangnya, apa penyebab penyakit Crohn masih belum dipahami dengan baik sampai sekarang. Sebelumnya pola makan dan stres sempat dicurigai sebagai penyebabnya, namun sekarang para ahli mengetahui bahwa kedua faktor ini hanya memperburuk, bukan menyebabkan Crohn.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang jelas diketahui sekarang: Pria dan wanita punya risiko yang sama untuk terkena penyakit ini; penyakit ini dapat terjadi pada semua usia tapi paling sering pada remaja dan orang dewasa (antara 15 – 35 tahun); faktor keturunan, genetik, dan lingkungan berkontribusi terhadap perkembangan Crohn.

Sistem Imun

Ada kemungkinan virus atau bakteri dapat memicu Crohn. Ketika sistem imun Anda mencoba melawan mikroorganisme yang menyerang, respons imun yang tidak normal menyebabkan sistem imun juga menyerang sel-sel di saluran pencernaan.

Faktor Genetik

Penyakit ini cenderung diturunkan dalam keluarga. Jadi bila Anda atau kerabat dekat memiliki penyakit ini, anggota keluarga Anda juga berpeluang lebih besar untuk terkena Crohn. Penelitian menunjukkan bahwa antara 5 – 20 % penderita IBD memiliki kerabat tingkat pertama (seperti orang tua, anak, atau saudara kandung) yang juga memiliki salah satu jenis IBD.

Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terpenting untuk Crohn yang dapat dicegah. Kebiasaan buruk ini dapat melipatgandakan risiko Anda untuk terkena Crohn. Merokok juga menyebabkan penyakit yang lebih parah dan risiko lebih besar untuk menjalani operasi. Jika Anda merokok, maka sangat penting untuk berhenti segera.

Obat Anti-Inflamasi Non Steroid

Ini termasuk ibuprofen, naproxen sodium, diclofenac sodium, dan lain sebagainya. Meskipun obat-obatan ini bukan penyebab penyakit Crohn, namun mereka dapat menyebabkan penyakit radang usus yang memperburuk Crohn.

Bagaimana Perawatan Penyakit Crohn?

Saat ini belum ada obat untuk Crohn, namun terdapat perawatan penyakit Crohn untuk membantu mengurangi atau mengendalikan gejala-gejalanya.

Perawatan penyakit Crohn bervariasi tergantung pada apa penyebab penyakit Crohn itu memburuk gejala-gejalanya dan seberapa parah gejala-gejala itu. Tujuan perawatan antara lain adalah untuk mengurangi peradangan yang memicu gejala-gejala, menghasilkan remisi (jangka waktu saat tidak ada gejala), mempertahankan remisi, dan mengendalikan komplikasi Crohn dari waktu ke waktu.

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan salah satu atau beberapa dari perawatan penyakit Crohn berikut ini:

Antibiotik: Antibiotik dapat mencegah atau mengobati infeksi. Infeksi parah dapat memicu abses (kantung nanah). Atau menyebabkan fistula (lubang atau terowongan yang menghubungkan dua organ yang biasanya tidak terhubung).

Obat anti-diare: Obat resep seperti loperamide mungkin diberikan untuk menghentikan gejala diare.

Obat biologis: Obat-obatan ini termasuk antibodi monoclonal untuk menekan respons imun.

Mengistirahatkan usus: Untuk memberi usus kesempatan untuk pulih, dokter mungkin merekomendasikan untuk puasa makan atau minum selama jangka waktu tertentu. Sebagai ganti asupan gizi, Anda mungkin menerima zat gizi melalui infus. Anda hanya akan minum cairan yang ditentukan atau menggunakan selang makanan selama jangka waktu ini.

Kortikosteroid: Obat cortisone, prednisone, atau kortikosteroid lain untuk meredakan peradangan yang disebabkan oleh penyakit autoimun.

Imunomodulator: Obat ini menenangkan peradangan dengan menekan sistem imun yang terlalu aktif. Obat-obatnya termasuk azathioprine dan cyclosporine.

Operasi bedah: Pembedahan tidak akan menyembuhkan Crohn, tetapi dapat mengobati komplikasi. Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki perforasi (lubang), penyumbatan, atau pendarahan usus.

Saran Makanan untuk Penyakit Crohn

Tidak ada bukti kuat bahwa makanan menyebabkan penyakit radang usus. Namun makanan dan minuman tertentu memang dapat memperburuk gejala khas penyakit Crohn, terutama saat jangka waktu flare.

Akan sangat membantu untuk membuat catatan harian tentang makanan dan minuman yang Anda konsumsi, untuk melacak apa saja yang dapat membuat gejala-gejala Crohn muncul, sehingga Anda bisa mencoba mengeliminasinya.

Berikut adalah sejumlah saran umum makanan untuk penyakit Crohn untuk membantu mengendalikan gejala-gejalanya:

Batasi asupan susu: Banyak penderita radang usus mendapati bahwa gejala seperti diare, sakit perut, dan gas mereka membaik setelah membatasi atau mengeliminasi produk susu. Jadi cobalah memasukkan produk susu ke dalam pantangan penyakit Crohn dan pantau hasilnya.

Makan dalam porsi kecil: Anda mungkin merasa lebih baik jika membagi-bagi makanan ke dalam 5-6 porsi kecil setiap hari, daripada makan dalam 2-3 porsi besar.

Minum banyak cairan: Cobalah untuk minum banyak cairan setiap hari. Air adalah cairan yang terbaik.

Pertimbangkan minum multivitamin: Karena Crohn dapat menghambat kemampuan Anda untuk menyerap gizi dan karena ada jenis-jenis makanan pantangan penyakit Crohn, suplemen multivitamin dan mineral dapat bermanfaat. Konsultasikanlah dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin atau suplemen apapun.

Konsultasi dengan ahli gizi: Jika Anda mulai mengalami penurunan berat badan atau pilihan makanan Anda jadi sangat terbatas akibat ada berbagai pantangan penyakit Crohn Anda, sebaiknya konsultasikan dengan seorang ahli gizi.

Kesimpulan tentang Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah salah satu jenis penyakit radang usus (IBD) yang menyebabkan saluran pencernaan Anda menjadi meradang, bengkak dan teriritasi.

Apa gejala khas penyakit Crohn? Jika mengalami penyakit ini Anda mungkin mengalami gejala sakit perut, diare, berat badan turun, dan BAB berdarah.

Apa penyebab penyakit Crohn? Masih belum diketahui apa penyebab Crohn, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain kelainan sistem imun, faktor genetik, dan merokok.

Apa penyakit Crohn bisa sembuh? Crohn tidak dapat sembuh dan biasanya dimiliki penderitanya seumur hidup. Namun terdapat perawatan untuk mengendalikan gejala dan memungkinkan penderitanya menjalani hidup dengan baik.

Bagaimana perawatan penyakit Crohn? Beberapa perawatan utama untuk Crohn antara lain obat-obatan untuk mengurangi peradangan di saluran pencernaan, obat-obatan untuk mencegah peradangan kambuh kembali, dan operasi bedah untuk menghilangkan sebagian kecil sistem pencernaan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang Crohn. Semoga informasi ini dapat membuat Anda lebih waspada terhadap keluhan kesehatan yang sedang dialami. Temukan juga artikel-artikel informatif lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Mayo Clinic. Crohn’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/crohns-disease/symptoms-causes/syc-20353304

Crohn’s & Colitis Foundation. What is Crohn’s Disease?. https://www.crohnscolitisfoundation.org/what-is-crohns-disease

NHS. Crohn’s disease. https://www.nhs.uk/conditions/crohns-disease/

Cleveland Clinic. Crohn’s Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9357-crohns-disease

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}