Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Pembengkakan Jantung Pembengkakan Jantung

Pembengkakan Jantung—Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pembengkakan jantung (kardiomegali) sebenarnya bukan suatu penyakit, tetapi adalah tanda dari suatu penyakit. Istilah “kardiomegali” mengacu pada hasil tes pencitraan, termasuk X-ray di bagian dada, yang memperlihatkan adanya pembengkakan jantung. Untuk mengidentifikasi penyakit yang jadi penyebab jantung bengkak dibutuhkan lebih banyak tes medis lain.

Anda dapat mengalami pembengkakan jantung untuk sementara waktu akibat stres yang terjadi pada tubuh, misalnya karena kehamilan, atau kondisi medis lain, seperti melemahnya otot jantung, penyakit jantung koroner, gangguan katup jantung, serta aritmia jantung.

Kondisi-kondisi tertentu mungkin menyebabkan penebalan atau pembesaran di otot jantung atau salah satu bilik jantung, sehingga jantung membengkak.

Tergantung pada kondisi penyebabnya, pembengkakan jantung yang dialami bisa terjadi sementara atau permanen.

Pembengkakan jantung dapat diatasi jika penyebabnya diketahui lalu diperbaiki. Oleh sebab itu, mari kita cari tahu apa saja penyebab jantung bengkak.

Apa Saja Penyebab Jantung Bengkak?

Pembesaran jantung bisa disebabkan oleh kondisi-kondisi yang membuat jantung harus bekerja keras memompa lebih daripada biasanya, atau akibat kerusakan pada otot jantung. Kadang-kadang jantung juga dapat membengkak dan melemah tanpa sebab yang jelas (idiopatik).

Kondisi jantung bawaan (kongenital) serta kerusakan akibat serangan jantung atau aritmia jantung juga bisa membesarkan ukuran jantung. Selain itu, ada kondisi-kondisi lain yang menjadi penyebab jantung bengkak:

  • Tekanan darah tinggi. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa peredaran darah ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan pembengkakan serta penebalan otot jantung. Darah tinggi juga menyebabkan bilik kiri membesar lalu melemahkan otot jantung. Bilik atas jantung (atrium) juga dapat membesar akibat darah tinggi.
  • Penyakit katup jantung. Empat katup jantung menjaga kenormalan peredaran darah. Jika katup rusak akibat kondisi-kondisi semacam demam rematik, kelainan jantung, infeksi, gangguan jaringan ikat, obat-obatan atau pengobatan radiasi kanker, maka jantung bisa membengkak.
  • Penyakit otot jantung (kardiomiopati). Seiring dengan berkembangnya penebalan dan kekakuan ototnya, jantung bisa membesar karena berupaya memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh.
  • Tekanan darah tinggi di arteri yang menghubungkan jantung dengan paru-paru (hipertensi pulmonari). Jantung mungkin harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah ke paru-paru. Akibatnya, bagian kanan jantung dapat membengkak.
  • Cairan di sekitar jantung (efusi perikardial). Penumpukan cairan di sac (perikardium) yang memuat jantung mungkin menjadi penyebab jantung bengkak seperti terlihat pada hasil X-ray.
  • Jumlah sel darah merah yang rendah (anemia). Anemia adalah kondisi dimana tidak cukup tersedia sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Jika dibiarkan, anemia menjadi kronis sehingga menyebabkan detak jantung cepat atau tidak beraturan. Jantung jadi harus memompa lebih banyak darah demi menutupi kekurangan oksigen yang disebabkannya.
  • Kelainan tiroid. Hipotiroid (kelenjar tiroid kurang aktif) maupun hipertiroid (kelenjar tiroid terlalu aktif) dapat menjadi penyebab jantung bengkak.
  • Kelebihan zat besi (hemokromatosis). Ini adalah kelainan dimana tubuh tidak sanggup memetabolisme zat besi sebagaimana semestinya, lalu menyebabkan penumpukan zat besi di berbagai organ termasuk jantung. Ini bisa memicu pembengkakan di bilik kanan akibat melemahnya otot jantung.
  • Penyakit langka yang memengaruhi jantung, misalnya amiloidosis. Amiloidosis adalah kondisi dimana protein abnormal mengalir dalam darah serta dapat berkumpul di jantung, mengganggu fungsi jantung lalu menyebabkan pembengkakan.

Bila ingin memahami penyebab-penyebab jantung bengkak, akan lebih lengkap jika Anda juga mengerti apa saja faktor risikonya. Faktor risiko adalah karakteristik, tanda, atau kumpulan gejala yang berhubungan dengan terjadinya pembengkakan jantung. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai:

  • Riwayat keluarga penderita jantung bengkak atau kardiomiopati. Jika orangtua atau saudara kandunga pernah mengalami pembengkakan jantung, berarti Anda jadi lebih riskan untuk mengelaminya juga.
  • Penyumbatan arteri jantung (penyakit jantung koroner). Akibat kondisi ini, plak-plak lemak di arteri jantung menyumbat aliran darah menuju pembuluh-pembuluh jantung, sehingga bisa memicu serangan jantung. Bila suatu bagian ototnya mati, maka jantung harus memompa lebih keras agar mencukupi aliran darah ke seluruh tubuh, akhirnya jantung menjadi bengkak.
  • Penyakit jantung bawaan. Jika terlahir dengan suatu kelainan pada struktur jantung, Anda lebih rentan mengembangkan jantung bengkak.
  • Serangan jantung. Terkena serangan jantung meningkatkan risiko pembengkakan jantung.

Sayangnya, tak sedikit kasus pembengkakan jantung yang tidak ditemukan penyebabnya. Bila tidak ada sebab yang jelas, dokter akan menyebut kondisi yang Anda alami sebagai kardiomiopati dilatasi idiopatik.

Setelah mengerti penyebab-penyebab jantung bengkak, sekarang mari kita kenali apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan oleh pembengkakan jantung. Anda bisa segera mendapat perawatan medis yang dibutuhkan apabila mengetahui gejala-gejalanya.

Apa Saja Gejala Jantung Bengkak?

Sebagian besar kasus pembengkakan jantung tidak menimbulkan gejala-gejala. Namun jika kondisi ini sudah menyebabkan jantung kesulitan memompa darah, Anda mungkin akan merasakan gejala-gejala yang menandakan terjadinya gagal jantung kongestif, antara lain:

  • Sesak napas (terutama sewatu sedang aktif atau sedang berbaring)
  • Pembengkakan kaki
  • Bertambah gemuk, terutama di bagian tengah tubuh
  • Merasa lelah
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung tak beraturan

Ingatlah bahwa beberapa orang dengan kondisi jantung bengkak tetap tidak merasakan gejala apa pun hingga kondisinya cukup parah. Sedangkan yang lainnya mungkin hanya merasa sedikit keluhan yang tidak bertambah parah selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya kondisi ini sering tidak mendapat pertolongan cepat.

Cara paling aman mencegah pembengkakan jantung atau untuk secepatnya mengatasinya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali meskipun Anda tidak merasa keluhan apa pun. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Muhammad Yamin, menganjurkan, “Semua orang, khususnya mulai usia 30 tahun, perlu melakukan pemeriksaan jantung pada saat medical check-up.”

Semua orang, khususnya mulai usia 30 tahun, perlu melakukan pemeriksaan jantung pada saat medical check-up

Bagaimana Cara Pengobatan Jantung Bengkak?

Sesudah memahami penyebab dan gejala jantung bengkak, sekarang mari kita lengkapi informasi ini dengan membahas cara pengobatannya. Pengobatan jantung bengkak berfokus untuk memperbaiki penyebab dasarnya. Oleh sebab itu, caranya bisa berbeda-beda pada masing-masing pasien.

Jika penyebab jantung bengkak adalah kardiomiopati atau gangguan jantung lainnya, dokter mungkin akan meresepkan obat-obat tertentu, antara lain:

  • Diuretik untuk mengurangi jumlah natrium dan air dari dalam tubuh, sehingga menurunkan tekanan pada arteri dan jantung.
  • Inhibitor Angiotensin-converting-enzyme (ACE) untuk menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kemampuan pompa jantung.
  • Angiotensin receptor blocker (ARB) sebagai alternatif obat inhibitor ACE bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsinya.
  • Beta blocker untuk menurunkan tekanan darah dan memperbaiki fungsi hati.
  • Antikoagulan untuk mengurangi penggumpalan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.
  • Anti-aritmia untuk mempertahankan ritme normal detak jantung.

HERBAL UNTUK MENDUKUNG PENGOBATAN JANTUNG BENGKAK


Beberapa orang mencari dukungan dari herbal untuk memaksimalkan pengobatan penyakit jantung yang sedang dijalani. Bila Anda tertarik memanfaatkan herbal, maka pilihlah yang benar-benar tepat penggunaannya.

Salah satu yang cukup sering direkomendasikan untuk masalah jantung bengkak, ialah Noni Juice. Herbal ini memiliki dua fungsi yang terutama cocok untuk membantu mengatasi pembengkakan jantung: memperbaiki pembuluh darah sekaligus menstabilkan tekanan darah.

Noni Juice mengandung scopoletin untuk melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan, juga menstimulasi produksi nitrit oksida untuk melemaskan serta melebarkan pembuluh darah. Scopoletin juga sanggup menurunkan tekanan darah.

Jika pembuluh darah lentur dan tekanan darah stabil, maka jantung pun jadi tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah—semua ini perlu untuk mengurangi pembengkakan jantung. Tak heran jika banyak penderita gangguan jantung yang merasa bahwa sesak napas mereka berangsur-angsur mereda setelah minum Noni Juice.

Jika obat-obat resep seperti di atas tidak cukup untuk mengatasi pembengkakan jantung, maka dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani prosedur medis atau bedah operasi, antara lain:

  • Ditanam alat untuk menormalkan detak jantung. Alat pacemaker mungkin ditanam untuk mengatur kontraksi antara bilik kanan dan kiri jantung. Bagi pasien yang riskan mengidap aritmia serius, mungkin dokter akan menyaranka terapi obat atau alat implantable cardioverter-defibrillator (ICD)—alat kecil yang ditanam dalam dada untuk memantau ritme jantung serta memberi kejutan listrik bila diperlukan agar jantung berdetak normal.
  • Operasi katup jantung. Jika penyebab jantung bengkak adalah penyakit/gangguan pada salah satu katupnya, Anda mungkin disarankan menjalankan operasi bedah demi memperbaiki katup yang bermasalah.
  • Operasi bypass koroner. Jika penyebabnya berkaitkan dengan jantung koroner, dokter mungkin menganjurkan operasi bypass arteri koroner.
  • Ditanam left ventricular assist device (LVAD). Jika terjadi gagal jantung, dokter mungkin menanamkan alat LVAD untuk membantu memompa jantung yang melemah. LVAD mungkin ditanam saat menunggu transplantasi jantung atau jika tidak tersedia calon transplantasi jantung.
  • Transplantasi jantung. Bila pengobatan-pengobatan di atas tidak sanggup mengendalikan gejala-gejala yang dialami, kemungkinan pilihan terakhirnya adalah transplantasi jantung. Tetapi karena keterbatasan donor jantung, bahkan pasien yang sedang kritis pun bisa jadi harus menunggu lama sebelum mendapat transplantasi jantung.

Setelah membaca informasi di artikel ini, bisa jadi muncul kekhawatiran kalau Anda atau orang yang Anda sayangi sedang mengalami masalah pembengkakan jantung atau masalah jantung lainnya. Bila itu yang Anda rasakan, sebaiknya periksakanlah ke dokter. Kemudian beliau mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis jantung (kardiolog) jika memang ada tanda-tanda penyakit jantung.

Tetapi kalau Anda merasa yakin tidak mengalami gangguan apa-apa, bukan berarti Anda tidak perlu memikirkan kesehatan jantung. Ingatlah bahwa banyak penyakit, termasuk sakit jantung, bersumber dari pola hidup yang buruk. Itulah mengapa Anda wajib mengupayakan pola hidup sehat dengan rajin olahraga, makan yang bergizi, dan tidak merokok agar kesehatan jantung tetap prima.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register