Obat Sirosis Hati dengan Beras Hasil Rekayasa Genetik


By Cindy Wijaya

Dalam pengobatan medis, dikatakan bahwa salah satu cara yang paling efektif dalam menangani kasus sirosis hati adalah dengan memberikan tambahan asupan albumin. Meski kenyataannya obat sirosis hati ini tergolong sulit didapat, karena kebanyakan suplai albumin alami ini berasal dari donor darah.

Albumin sendiri adalah salah satu jenis protein dalam darah yang bersifat membantu proses regenerasi sel dan perbaikan sel. Keberadaan albumin sangat efektif meningkatkan proses penyembuhan kerusakan jaringan yang kronis. Itu pula sebabnya terapi albumin murni yang diekstrak dari protein darah murni manusia dijadikan metode pengobatan beragam masalah kronis, termasuk masalah luka bakar berat, sirosis hati, syok hemarogonik dan sebagainya.

Memahami Terapi Albumin sebagai Obat Sirosis Hati

Menurut hasil pelaksanaan terapi di lapangan, dipastikan efektifitas dari terapi albumin ini tergolong tinggi. Penyembuhan sirosis hati dengan albumin alami protein darah ini mencapai angka di atas 75%. Jauh lebih efektif dari kebanyakan metode penyembuhan yang lain.

Sementara di ketahui sirosis hati termasuk masalah kerusakan hati yang sangat berat dan cenderung sangat sulit untuk diatasi. Pada kondisi sirosis hati, sel dan jaringan dalam hati mengalami kematian sehingga sel akan disfungsi, mengeras dan akhirnya menciut. Dengan hati yang sudah mengeras dan mulai mengalami disfungsi, pasien akan mengalami masalah serius dalam sistem pencernaan, pengolahan racun dan berbagai kasus lain.

Albumin dapat membantu mengembalikan kondisi sel yang sudah mati. Membentuk kembali sel-sel yang sudah tidak aktif sekaligus membantu mengembalikan fungsi dari tiap sel. Dengan terapi albumin, kerusakan hati kronis dalam kasus sirosis hati bisa diatasi dan membantu mengembalikan fungsi sel hati yang rusak.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, suplai albumin kebanyakan berasal dari ekstrak plasma darah. Albumin sendiri adalah salah satu bentuk dari protein darah alami manusia. Sehingga untuk bisa mendapatkan albumin dibutuhkan donor darah yang sudah diproses.

Baca Juga:  Sirosis Hati: Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatannya

Yang menjadi kendala tak mudah memenuhi quota kebutuhan donor darah. Sementara beberapa suplai donor darah juga ditemukan sudah terkontaminasi beragam virus, mikroba, bakteri dan beragam kontaminasi senyawa lain yang menyebabkan kualitas albumin tak lagi bisa dijamin.

Selain albumin dalam plasma darah, memang albumin juga bisa ditemukan dalam berbagai sumber makanan lain termasuk salah satunya adalah putih telur. Namun albumin dalam sumber lain tetap tidak bisa menyamai formula dari albumin dalam pasma darah. Itu sebabya dikenal jenis albumin kualitas terbaik dengan istilah HSA (Human Serum Albumin).

Obat Sirosis Hati dengan Beras Hasil Rekayasa Genetik

Pada salah satu penelitian yang kemudian dipublikasikan oleh jurnal sains PNAS Amerika Serikat, ditemukan adanya kandungan Albumin dalam formula yang serupa dengan albumin dalam plasma darah. Albumin ini berasal dari beras atau benih padi.

Temuan ini mendorong dilakukannya riset lebih lanjut hingga ditemukan beras hasil rekayasa genetik yang mampu menghasilkan beras dengan kandungan HSA yang sangat tinggi. Kandungan HAS dalam beras tersebut sebanyak 2,75 gram dalam tiap 1 kg berasnya. Ini berdasar fakta yang diungkap oleh Washington AFP.

Dari hasil riset ini juga sudah dilakukan pengembangan riset yang meneliti ekstrak HSA dalam beras tersebut   untuk obat sirosis hati pada tikus. Terapi albumin non darah ini terbukti mampu mengatasi sirosis hati dengan keberhasilan mencapai di atas 70% setelah terapi selama 7 minggu secara rutin.

Meski belum ada satupun produk yang siap diaplikasikan untuk manusia. Hingga kini sudah ada beberapa riset lanjutan untuk memastikan kesiapan albumin model baru ini sebagai obat sirosis hati modern, menggantikan penggunaan terapi albumin konvensional dari plasma darah . Tentu saja cara ini dianggap lebih rendah risiko karena tidak mudah terjangkit beragam serangan virus, bakteri dan berbagai infeksi lain.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}