Blog Herbal No. 1 Indonesia
  • Home
  • Blog
  • Sakit Lutut
  • 3 Pilihan Obat Sakit Lutut di Apotik: Pereda Nyeri, Anti-Inflamasi, dan Obat Oles

3 Pilihan Obat Sakit Lutut di Apotik: Pereda Nyeri, Anti-Inflamasi, dan Obat Oles


By Cindy Wijaya

Nyeri lutut bisa sangat mengganggu aktivitas Anda. Beruntung ada berbagai jenis obat sakit lutut di apotik yang dapat digunakan sebagai solusi cepat. Namun karena ada berbagai jenis obat, bisa jadi Anda bingung untuk menentukan mana yang tepat. Ada yang diminum, dioleskan, bahkan ada yang disuntik langsung ke dalam sendi lutut.

Dalam artikel ini akan dikupas sejumlah pilihan umum dari obat sakit lutut di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik-apotik lain di Indonesia. Masing-masing pilihan obat tersebut akan dijelaskan kegunaan dan efek sampingnya, sehingga membantu Anda untuk mempertimbangkan mana jenis obat yang tepat sesuai dengan nyeri lutut Anda.

Secara garis besar pilihannya dibagi menjadi obat yang bisa dibeli bebas tanpa resep dan obat yang harus diperoleh dan digunakan dengan resep dokter.

3 Obat Sakit Lutut di Apotik Tanpa Resep Dokter

Obat yang dijual bebas di apotik bisa Anda peroleh tanpa resep dokter. Obat-obatan ini biasanya menjadi pilihan pertama orang-orang untuk mengatasi nyeri lutut, sebelum beralih ke obat resep dokter. Terdapat setidaknya 2 kategori obat ini: obat pereda nyeri (analgesik) dan obat anti-inflamasi.

1. Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri atau analgesik yang sering dimanfaatkan untuk nyeri lutut adalah paracetamol atau asetaminofen. Obat paracetamol dapat digunakan untuk meredakan nyeri lutut taraf ringan hingga sedang, dan yang tidak disertai pembengkakan.

Untuk paracetamol, contoh nama obat sakit lutut di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik-apotik lainnya antara lain: Biogesic, Panadol, Paramol, Sanmol, dsb.

Akan tetapi bijaklah dalam mengonsumsinya, jangan sampai berlebihan, karena dapat membahayakan organ hati Anda. Juga jangan minum obat paracetamol bersamaan dengan konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan kerusakan hati.

Paracetamol dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Umumnya obat ini menimbulkan efek samping ringan seperti sakit kepala dan mual.

Tetapi kadang juga bisa muncul efek samping serius seperti: reaksi alergi; sakit tenggorokan disertai demam, mual, sakit kepala, ruam, dan muntah; pembengkakan; suara serak; sulit bernapas; dan kesulitan menelan. Segera lah ke dokter atau ke rumah sakit jika Anda mengalami efek samping yang serius.

2. Obat Anti-Inflamasi Non Steroid

Obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) yang sering digunakan untuk nyeri lutut ialah ibuprofen dan aspirin (asam asetilsalisilat). Obat anti-inflamasi memiliki kegunaan untuk meredakan nyeri (analgesik) sekaligus peradangan (anti-inflamasi). Sehingga jenis obat ini dapat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri lutut yang disertai pembengkakan dan peradangan di sekitar sendi lutut.

Untuk obat anti-inflamasi, contoh nama obat sakit lutut di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik-apotik lainnya antara lain:

  • Ibuprofen: Bodrexin IBP, Proris, dsb
  • Aspirin (asam asetilsalisilat): Bodrexin, Naspro, Nospirinal, dsb.

Obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang paling umum adalah iritasi pada lambung. Jika efek ini cukup parah, bisa saja menyebabkan tukak berdarah pada lambung dan komplikasi-komplikasi yang berpotensi serius.

Jangan gunakan OAINS apabila Anda sedang hamil, sedang menyusui, punya riwayat penyakit tukak lambung, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Dan Anda harus konsultasi dulu dengan dokter sebelum minum obat ini jika memiliki asma, penyakit hati, penyakit jantung, atau penyakit ginjal.

Ilustrasi Obat Sakit Sendi Lutut di Apotik
Obat Anti-Inflamasi Dapat Meredakan Nyeri Lutut (Credit Photo: Bartek Szewczyk – Media Bakery)

3. Obat Oles untuk Sakit Lutut

Terdapat obat krim dan salep untuk nyeri lutut yang dapat dibeli secara bebas tanpa resep, terutama yang mengandung capsaicin. Capsaicin adalah ekstrak yang berasal dari cabai, dapat dioleskan langsung ke lutut untuk membantu meredakan nyeri. Ketika dioleskan ke permukaan kulit (secara topikal), capsaicin untuk sementara menghambat cara tubuh Anda menafsirkan pesan tentang rasa sakit.

Obat oles dapat membantu meredakan nyeri lutut bagi Anda yang tidak dapat atau tidak mau minum obat secara oral. Selain itu juga dapat membantu bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat lain, karena obat oral dapat berinteraksi dengan obat tersebut. Obat oral juga dapat menyebabkan tukak dan pendarahan lambung, sehingga obat oles mungkin lebih cocok untuk Anda yang menderita penyakit lambung.

Untuk krim yang mengandung capsaicin, contoh nama obat sakit lutut di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik-apotik lainnya antara lain: Capsaicin Cream, Chondromax, Flexozin, dsb.

Penting untuk memahami cara menggunakan krim atau salep capsaicin dengan benar dan efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaannya. Biasanya krim atau salep dapat dioleskan sampai 4 kali sehari ke area yang terasa sakit. Pastikan Anda sudah mencuci tangan sampai bersih sebelum mengoleskannya dan jangan sampai mengenai mata, hidung, atau mulut.

Bagi kebanyakan orang, setelah dioleskan ke kulit, capsaicin dapat memicu sensasi kesemutan, rasa panas atau dingin yang awalnya tampak mengiritasi area tersebut sebelum akhirnya mengurangi rasa sakit.

Ada sejumlah efek samping dari penggunaan capsaicin ke kulit, antara lain: kemerahan, rasa sakit, kering, menyengat/membakar, dan gatal. Area yang Anda oleskan mungkin menjadi sensitif terhadap panas selama beberapa hari setelah dioleskan.

Jangan gunakan capsaicin jika Anda memiliki alergi terhadap cabai atau pernah mengalami reaksi negatif terhadap cabai.

3 Obat Sakit Lutut di Apotik yang Harus dengan Resep Dokter

Obat resep dokter biasanya lebih kuat efeknya daripada obat yang dijual bebas. Ini biasanya menjadi pilihan selanjutnya apabila obat bebas tidak mempan mengatasi nyeri lutut.

1. OAINS Resep Dokter

Apabila gejala yang Anda alami cukup berat, dokter dapat meresepkan Anda dengan obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) dosis lebih tinggi untuk membantu mengatasi nyeri, pembengkakan, dan peradangan di sekitar lutut. Dengan begitu Anda dapat duduk, berdiri, dan berjalan dengan lebih leluasa.

2. Obat Pereda Nyeri Resep Dokter

Dokter dapat meresepkan obat kortikosteroid seperti cortisone dan prednisone untuk mengurangi nyeri, pembengkakan, dan peradangan di sekitar lutut.

Kortikosteroid harus digunakan dengan hati-hati karena penggunaannya dalam waktu lama dapat menyebabkan melemahnya otot, tendon, dan ligamen di sekitar lutut, serta meningkatkan risiko penyakit seperti osteoporosis dan sindrom Cushing.

Di samping itu dokter juga dapat meresepkan obat opioid seperti oxycodone, hydrocodone, morfin, dan tramadol untuk membantu mengatasi nyeri lutut yang tidak dapat diatasi oleh OAINS bebas maupun resep.

3. Obat Oles Resep Dokter

Obat oles resep dokter untuk nyeri lutut, baik itu dalam bentuk krim, salep, gel, atau cairan, biasanya mengandung diclofenac. Ada berbagai formulasi yang mengandung diclofenac 1%, 1.5%, atau 2%, tergantung pada kekuatan obat yang dibutuhkan, yang akan ditentukan oleh dokter Anda.

Obat Injeksi untuk Disuntikkan Langsung ke Lutut


Apabila metode-metode pengobatan lain tidak mempan untuk mengatasi nyeri lutut, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi injeksi. Dua jenis obat injeksi yang dapat disuntikkan langsung ke lutut ialah kortikosteroid dan viskosuplementasi (asam hyaluronat).

Kortikosteroid yang disuntikkan langsung ke lutut dapat mengurangi peradangan dan rasa nyeri. Injeksi ini bukanlah solusi permanen, dan Anda mungkin harus kembali mengulangi injeksi setiap beberapa bulan (tetapi tidak boleh sampai melebihi 4 kali injeksi ke sendi yang sama setiap tahun).

Viskosuplementasi adalah injeksi asam hyaluronat yang melumasi sendi Anda untuk mengurangi nyeri lutut dan meningkatkan keleluasaan pergerakan. Serangkaian 3 – 5 injeksi mingguan diperlukan untuk menyelesaikan terapi ini. Injeksi ini dapat membantu jika Anda menderita artritis tahap awal dan tidak mempan diobati dengan obat oral.

Alternatif Herbal dari Obat Sakit Lutut di Apotik

Bagi Anda yang tidak ingin terlalu mengandalkan obat-obatan kimiawi, terdapat pilihan yang cocok yaitu dengan obat sakit lutut herbal: Noni juice.

Noni juice mengandung senyawa scopoletin yang memiliki efek pereda nyeri dan anti-inflamasi alami. Ini sangat cocok sebagai alternatif obat sakit lutut di apotik, sebab sebagaimana dibahas di atas obat-obatan yang sering dimanfaatkan adalah obat pereda nyeri dan obat anti-inflamasi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Phytotherapy Research memperlihatkan bahwa Noni efektif mengurangi rasa nyeri dan kerusakan pada sendi yang disebabkan oleh artritis. Artritis merupakan salah satu penyebab umum dari nyeri di sendi lutut.

Dalam jurnal itu juga disebutkan bahwa Noni memiliki efek pereda nyeri yang setara dengan obat tramadol. Sebagai info, tramadol adalah jenis obat keras yang biasa diresepkan dokter untuk meredakan nyeri taraf sedang hingga berat, seperti pada kasus artritis, nyeri patah tulang, atau pada pasien setelah operasi.

Herbal Noni Juice untuk Obat Nyeri Sendi Lutut
Noni Juice, Obat Herbal untuk Nyeri Sendi Lutut (Credit Gambar Noni: Pichest – iStock)

Dari segi keamanan juga Noni telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Contohnya penelitian yang dimuat pada jurnal Acta Pharmacologica Sinica menunjukkan bahwa Noni tidak menimbulkan efek samping berbahaya meskipun memiliki efek anti-inflamasi dan pereda nyeri yang kuat.

Begitu kuatnya efek tersebut sampai disebutkan di jurnal itu bahwa kemampuannya diduga 75% setara efektifnya dengan obat morfin, namun tanpa efek samping berat seperti morfin. Sebagai info, morfin adalah obat yang digunakan dokter untuk rasa sakit taraf sedang hingga berat seperti pada kasus kanker atau serangan jantung.

Itu hanya dua bukti bahwa Noni juice memang ampuh untuk herbal alternatif obat sakit lutut di apotik. Mengonsumsi Noni setiap hari bukan hanya akan membantu mengatasi nyeri lutut, tetapi juga mengatasi peradangan dan kerusakan sendi yang menjadi asal dari rasa nyeri tersebut.

Untuk mengetahui cara alami lain untuk mengatasi nyeri lutut, bacalah artikel “Hilangkan Sakit Lutut dengan Cara-Cara Alami yang Sederhana“.

Bijaklah Dalam Menggunakan Obat Sakit Lutut di Apotik

Dalam artikel ini telah dibahas pilihan obat sakit lutut di apotik yang dapat dibeli tanpa resep (obat bebas) maupun yang harus dengan resep dokter (obat resep).

Obat yang dapat dibeli secara bebas terdiri dari obat paracetamol, aspirin, ibuprofen, dan obat oles yang mengandung capsaicin. Walaupun dapat dibeli secara bebas, tetapi bukan berarti Anda bebas menggunakannya tanpa aturan. Anda harus mengikuti petunjuk pemakaiannya yang tertera di label kemasan. Atau tanyakan pada apoteker mengenai dosis dan jangka waktu pemakaiannya.

Anda juga sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan atau penyakit lain, atau sedang mengonsumsi obat lain yang bisa berinteraksi dengan obat sakit lutut tersebut.

Untuk jenis obat resep, jangan pernah mencoba untuk memperoleh atau mengonsumsinya tanpa resep atau petunjuk dokter. Sebab biasanya obat resep memiliki efek atau dosis yang lebih kuat dari obat bebas, sehingga penggunaannya harus diawasi oleh dokter.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang berbagai pilihan obat sakit lutut di apotik Kimia Farma, K24, dan apotik atau toko obat lainnya. Semoga informasi ini dapat berguna. Temukan juga artikel-artikel bermanfaat lain seputar kesehatan dan pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.

Sumber

Verywell Health. Medications for Knee Pain. https://www.verywellhealth.com/knee-pain-medicine-5095909

Everyday Health. Medication That Knocks Out Knee Pain. https://www.everydayhealth.com/pain-management/knee-pain/medications-for-joint-pain.aspx

WebMD. Which Medicines Treat Knee Pain?. https://www.webmd.com/pain-management/treat-knee-pain-medication

Cleveland Clinic. What’s the Best Way to Find Relief from Your Knee Arthritis Pain?. https://health.clevelandclinic.org/whats-the-best-way-to-find-relief-from-your-knee-arthritis-pain/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}