• Home
  • Blog
  • Natrium
  • Natrium Bikarbonat: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Natrium Bikarbonat: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Natrium bikarbonat adalah jenis obat antasida yang memiliki reaksi cepat. Obat ini seringkali digunakan dalam mengatasi metabolik asidosis (kondisi dimana ada terlalu banyak asam dalam tubuh), mengobati keracunan obat tertentu, dan mengganti bikarbonat tubuh yang hilang akibat diare berat.

Natrium bikarbonat bersifat elektrolit. Itu berarti ia bekerja dengan menetralkan kelebihan asam di dalam darah. Ia juga dapat bekerja menggantikan bikarbonat apabila ada banyak kehilangan bikarbonat dari dalam tubuh.

Anda tidak boleh mengonsumsi obat natrium bikarbonat apabila Anda alergi terhadap kandungan di dalam natrium bikarbonat, atau jika Anda memiliki alkalosis (terlalu sedikit asam dalam tubuh) atau kadar kalsium rendah dalam darah.

Aturan Pakai Natrium Bikarbonat

Sebelum menggunakannya ada sejumlah aturan pakai natrium bikarbonat yang perlu Anda ketahui. Sejumlah penyakit atau kondisi tertentu dapat dipengaruhi pemakaian obat ini. Karena itu beritahukanlah kepada dokter jika Anda memiliki penyakit atau kondisi tertentu, khususnya jika:

  • Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui
  • Anda sedang menjalani pengobatan medis lain, pengobatan herbal, atau mengonsumsi suplemen tertentu.
  • Anda alergi terhadap obat-obatan, makanan, atau zat-zat lain.
  • Anda mengidap gagal jantung kongestif, penyakit hati, penyakit ginjal, penurunan jumlah urin atau sama sekali tidak ada urin, pembengkakan akibat banyak cairan dalam tubuh, atau perdarahan di dubur yang penyebabnya tidak diketahui.

Beberapa jenis obat juga dapat berinteraksi dengan natrium bikarbonat apabila dikonsumsi bersamaan. Bicarakanlah dengan dokter Anda apabila sedang mengonsumsi jenis obat lain, khususnya jenis obat berikut:

  • Sympathomimetic, karena efek samping obat ini bisa diperparah oleh konsumsi obat natrium bikarbonat
  • Anorexiant, azole antifungal, cephalosporin, corticosteroid, corticotropin, lithium, atau tetracycline, karena efektivitas obat-obat tersebut dapat dikurangi oleh konsumsi obat natrium bikarbonat

Anda sangat dianjurkan untuk bertanya kepada dokter jika sedang mengalami kondisi medis atau sedang dalam pengobatan tertentu. Selalu bicarakan dengan dokter sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun.

Dosis aman natrium bikarbonat berganung pada seberapa parah gejala yang Anda alami. Akan tetapi dokter umumnya meresepkan dosis sekitar 1 sampai 5 gram obat bubuk natrium bikarbonat yang perlu dilarutkan dalam segelas air lalu diminum setiap 4-6 jam sekali.

Obat ini hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dosis aman natrium bikarbonat dari dokter. Jika natrium bikarbonat diberikan dalam bentuk cairan injeksi, ikutilah dengan hati-hati petunjuk yang sudah diajarkan oleh dokter Anda.

Jika natrium bikarbonat berubah warna, atau jika botol wadahnya retak atau rusak dengan cara apapun, sebaiknya jangan lagi digunakan. Bila Anda kelupaan mengonsumsi satu dosis natirum bikarbonat, segera hubungi dokter Anda.

Efek Samping Natrium Bikarbonat

Semua jenis obat medis mempunyai efek samping bagi kesehatan, termasuk obat natrium bikarbonat. Akan tetapi tidak semua orang mengalaminya. Jika digunakan dalam dosis rendah, biasanya Anda tidak akan mengalami efek samping apapun.

Namun Anda sebaiknya segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berbahaya berikut:

  • Reaksi alergi parah (ruam, gatal-gatal, kesulitan bernapas, sesak di dada, pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, atau lidah)
  • Menjadi gampang marah-marah
  • Kejang otot atau otot berkedut
  • Rasa sakit, nyeri, atau bengkak di tempat suntikan

Diatas ini bukanlah daftar lengkap semua efek samping natrium bikarbonat. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih jauh mengenai efek samping obat ini, Anda dianjurkan untuk bertanya kepada dokter yang menangani.

Alternatif Herbal untuk Natrium Bikarbonat

Kelebihan asam lambung bisa ditekan dengan cara menjaga pola makan sehari-hari. Selain itu Anda juga dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengonsumsi obat herbal atau obat alami yang dapat menetralisir kelebihan asam lambung.

Obat alami pertama adalah lidah buaya, caranya dengan meminum sekitar ½ jus lidah buaya asli sebelum makan. Lidah buaya dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan gejala kenaikan asam lambung.

Herbal selanjutnya ialah jahe yang diketahui mempunyai kemampuan sebagai obat asam lambung alami dan sudah digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan sejak dahulu kala. Anda bisa menambahkan 2 sampai 3 potong jahe segar ke dalam 2 gelas air panas lalu diamkan sampai kira-kira ½ jam. Minumlah air jahe ini 20 menit sebelum dan sesudah makan.

Ingatah bahwa untuk mengatasi masalah asam lambung, Anda perlu memperbaiki keseimbangan dan fungsi alami lambung. Ini sangat penting demi menjaga kesehatan jangka panjang Anda.

Karena itu Anda tidak bisa hanya mengandalkan obat asam lambung seperti obat natrium bikarbonat, Anda harus mengubah gaya hidup. Ini termasuk menghindari makanan pemicu asam lambung naik, jangan coba-coba telat makan, berhenti merokok, dan jaga berat badan tetap ideal—semua itu langkah penting demi menjaga kesehatan lambung Anda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}