• Home
  • Blog
  • Kalium
  • Meski Penting bagi Kesehatan, Tapi Kelebihan Kalium Justru Berbahaya

Meski Penting bagi Kesehatan, Tapi Kelebihan Kalium Justru Berbahaya


By Cindy Wijaya

Sepertinya memang sudah menjadi hukumnya, apapun yang berlebihan itu tidak disarankan dan bahkan kadang bisa berbahaya. Meskipun kodratnya hal tersebut justru dibutuhkan oleh tubuh.

Lalu bagaimana dengan kalium, sebagaimana kita pahami bersama bahwa salah satu jenis mineral ini penting bagi tubuh, apakah berlebihan dengan kalium bisa berbahaya?

Apa Sebenarnya Kalium Itu?

Selintas kita perlu menggambarkan dulu, apa itu kalium dan bagaimana manfaat dari mineral ini dan apa perannya bagi tubuh, sekalipun sebenarnya kami sudah mengulasnya dalam kesempatan sebelumnya di sini.

Kalium adalah salah satu mineral yang mengambil peran besar dalam sistem sirkulasi cairan dalam tubuh dan fungsi elektrolit tubuh. Kalium sendiri sebenarnya adalah komponen penting dalam elektrolit cairan tubuh yang bekerja sekaligus menjaga kadar Ph tubuh.

Dalam laman livestrong.com, dijelaskan bagaimana kalium bekerja dalam menjaga keseimbangan elektrolita baik dalam darah maupun dalam otot. Elektrolit dalam tubuh memiliki fungsi sebagai penghantar kinerja elektrik dalam tubuh yang kemudian menjadi salah satu aspek penting dalam kontraksi otot, relaksasi jaringan dan fungsi impuls saraf.

Karena bekerja pada fungsi saraf, sejumlah kasus kram, epilepsi dan masalah konsentrasi kerap menjadi beberapa keluhan yang bisa diatasi dengan menambahkan makanan kaya kalium dalam menu diet Anda, sebut saja sayuran hijau, alpukat dan pisang.

Pada sistem aliran darah, kinerjanya secara khusus membantu fungsi relaksasi pembuluh darah sekaligus menurunkan kadar air dalam darah yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan volume darah. Volume darah selalu berkaitan erat dengan tekanan darah.

Mungkin gambaran sebagaimana dijelaskan dalam ulasan kami sebelumnya di sini bisa memudahkan Anda memahami kinerja kalium. Darah cenderung akan menggumpal ketika kadar natrium dan sodium dalam darah tinggi.

Kondisi ini akan mendorong tubuh menahan lebih banyak air untuk menekan efek penggumpalan. Penggumpalan memang teratasi, tetapi volume darah meningkat, membuat jantung bekerja ekstra dalam mendorong sirkulasi darah dan menyebabkan tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat.

Ketika kalium masuk ke dalam darah, maka keseimbangan Ph akan terbentuk dan mendorong tubuh membuang lebih banyak air sekaligus dengan kelebihan natrium dan sodium dalam darah. Situasi yang akan bekerja efektif menormalkan tekanan darah.

Bagaimana Bila Anda Kelebihan Kalium?

Meski dikatakan penting untuk tubuh bukan lantas tubuh Anda dapat mentoleransi ketika kadarnya menjadi berlebihan. Menurut sumber mayoclinic.org, tubuh hanya mentoleransi kadar kalium dalam level 3.6 and 5.2 millimoles per liter (mmol/L) darah. Anda dalam rambu bahaya ketika kadar kalium berada dalam level 5.5 mmol/L dan dinyatakan sudah menderita hiperkalemia  atau kelebihan kalium pada level 6.0 mmol/L.

Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami Hiperkalemia?

Seseorang bisa saja mengalami masalah kelebihan kalium karena sejumlah penyebab. Beberapa penyebab yang biasa menjadi pemicu terjadinya masalah kelebihan kalium dan hiperkalemia antara lain:

Kerusakan ginjal yang memicu pembuangan urin tidak berjalan lancar sehingga potasium yang ada dalam tubuh gagal keluar dari dalam darah tertahan di dalam darah hingga kadar kalium dalam darah menjadi sangat tinggi.

Konsumsi alkohol dan sejumlah obat seperti beberapa antibiotik termasuk penisilin, trimethoprim. Juga beberapa jenis anti fungal, obat pengencer darah dan obat hipertensi yang bekerja dengan fungsi Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitors, Angiotensin-Receptor Blockers (ARBs) dan fungsi beta-blockers. Juga bila Anda mengonsumsi sejumlah jenis terapi analgesik Nonsteroidal Anti-Inflammatory Medications (NSAIDs).

Asupan sejumlah jenis herbal yang bekerja menahan aktivitas aliran cairan keluar dari dalam tubuh termasuk di antaranya beberapa jenis ginseng, milkweed dan beberapa jenis herbal tertentu. Untuk kasus ini kadang situasinya belum sepenuhnya didalami, belum semua jeni herbal dipahami benar bagaimana kinerjanya terhadap fungsi elektrolit tubuh.

Menjalankan diet yang kaya kalium seperti menjalankan diet pisang yang sempat populer di beberapa negara Asia. Diet ini dijalankan dengan mengonsumsi pisang dalam jumlah cukup besar dan mengurangi asupan makanan lain termasuk sumber karbohidrat dan protein. Sementara itu, sudah diketahui bersama bahwa pisang memiliki kadar kalium sangat tinggi.

Perdarahan atau cedera yang menyebabkan masuknya kalium dalam sel tubuh ke dalam aliran darah. Situasi yang sebenarnya tidak terlalu kerap terjadi ini diam-diam menjadi resiko bagi mereka yang mengalami cedera berat.

Apakah Efek dari Hiperkalemia?

Kadang pasien tidak sepenuhnya menyadari akan adanya kelebihan kalium di dalam tubuh mereka. Reaksi awal tubuh terhadap kasus kelebihan kalium sangat bergantung pada sebaik apa toleransi tubuh terhadap kelebihan kalium dan bagaimana keseimbangan mineral dalam tubuh.

Tetapi dalam kondisi yang serius, hiperkalemia atau kelebihan kalium bisa menyebabkan terjadinya stimulasi berlebihan pada kinerja otot yang mendorong beberapa reaksi pada fungsi saraf, otot  bahkan pada pembuluh darah dan jantung.

Kalium pada kadar moderat akan membantu merelaksasi otot dan menjaga kesinambungan fungsi impuls saraf tepi dan saraf pusat. Dan ketika jumlahnya berlebihan, sejumlah otot dan serabut saraf akan bekerja dengan kontraksi berlebihan dan sisanya justru menjadi relaks berlebihan. Hal ini dijelaskan dalam healthline.com.

Pengaruh kalium terhadap kontraksi otot dan saraf ini  kemudian menyebabkan pasien dengan kasus kelebihan kalium bisa menunjukan gejala lemas dan otot yang tidak bertenaga, efek kebas atau mati rasa, pening dan sulit konsentrasi serta gangguan enzim pada tubuh karena memang kalium sendiri bekerja pada sejumlah fungsi enzim. Efek lemas berlebihan, pening dan gangguan enzim kadang akan memicu pasien merasakan mual yang cukup mengganggu selama terserang hiperkalemia.

Di sisi lain, pasien justru akan kerap merasakan reaksi kram akibat stimulasi otot berlebihan dan munculnya gangguan detak jantung berlebihan yang biasa pula disebut dengan arithmia. Ketidak seimbangan Ph akan memicu tubuh mengalami sejumlah gangguan dalam fungsi hormonal dan kinerja sel, termasuk pula pada fungsi hati dan ginjal.

Gangguan pada jantung, ginjal dan liver menjadi ancaman besar pada mereka yang membiarkan kondisi hiperkalemia yang mereka alami tanpa terapi memadai. Menurut sumber webmd.com, pasien bisa mengalami masalah jantung yang disebut dengan ventricular fibrillation yang mengacu pada kondisi ketika detak jantung pada sisi bawah rongga jantung bergerak lebih cepat dari sisi atas dari rongga jantung. Ini justru membuat jantung gagal memompa darah.

Resiko lain yang juga cukup mengancam adalah kelumpuhan. Ini karena seluruh otot dan jaringan saraf tepi pada tubuh gagal bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga otot kehilangan kemampuannya dan saraf kehilangan daya reaksinya terhadap rangsangan.

Bagaimana Mengatasi dan Mencegah Kelebihan Kalium?

Meski kebanyakan kasus hiperkalemia terjadi akibat kerusakan fungsi tubuh dalam fungsi pembuangan cairan tubuh dan kelebihan mineral dalam tubuh, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa masalah kelebihan kalium terjadi akibat Anda mengonsumsi kalium dalam kadar berlebihan. Termasuk karena mengonsumsi obat yang meningkatkan level kalium, pola diet kaya kalium atau alkohol dalam kadar tinggi.

Untuk kasus semacam ini, cara tepat untuk menekan kenaikan level kalium adalah dengan mengurangi atau menghindari sementara asupan makanan yang kaya kalium. Anda bisa menghubungi dokter Anda untuk mendapatkan obat pengganti yang tidak beresiko menaikan kalium bila terbukti penyebab hiperkalemia yang dialami disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi.

Selain itu biasanya pasien akan mendapatkan beberapa terapi pengobatan seperti terapi diuretik yang mendorong aliran air menuju ginjal yang akan pula melarutkan kalium berlebih tadi ke dalam urin. Juga dengan Sodium polystyrene sulfonate yang akan menghilangkan kalium dari dalam tubuh dengan mekanisme digestif.

Sementara bila kasus kelebihan kalium terjadi akibat Anda tengah mengalami gangguan dengan ginjal, maka jelas terapi ginjal termasuk terapi dialisis (cuci darah) untuk mengatasi kerusakan pada ginjal akan membantu Anda secar bertahap mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}