Mendengarkan Musik Ternyata Bermanfaat untuk Aktivitas Sehari-hari!

494

Diedit:

Musik tampaknya punya kekuatan spesial untuk memotivasi dan mengubah emosi kita dalam sekejap. Siapa pun yang pernah meneteskan air mata ketika mendengarkan lagu sedih favoritnya pasti tahu seberapa hebat lirik serta nada musik bisa memengaruhi kita.

Dewasa ini, para ilmuwan telah mengkaji manfaat musik yang benar-benar dapat mengubah suasana hati dan bahkan membantu kita untuk berkonsentrasi. Mari kita lihat bagaimana pengaruh mendengarkan musik serta pendapat para pakar mengenai jenis lagu seperti apa yang membantu Anda untuk fokus melakukan pekerjaan atau menghilangkan stres.

Bagaimana Musik Memengaruhi Kita?

Mendengarkan musik bisa benar-benar berpengaruh pada berbagai bagian otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa area yang bertanggung jawab untuk aspek tertentu, misalnya ingatan dan pandangan, dapat ‘menyala’ saat merespon musik.

“Ada reaksi yang sangat beragam dalam tubuh serta pikiran terhadap musik, dan pemeriksaan berdasarkan brain imaging memperlihatkan bahwa berbagai bagian otak dapat diaktifkan oleh secuplik musik.” Kata Dr. Vicotria Williamson, dosen psikologi di Goldsmith’s College, London.

Ia melanjutkan, “sebagai contoh, penelitian baru-baru ini di Kanada membuktikan adanya hubungan nyata antara musik dengan reward system, bagian inti dari otak yang bereaksi terhadap rangsangan yang membuat kita senang—misalnya makanan, cahaya, atau seks. Dan karena itu kita ingin mendapatkannya lagi dan lagi.”

Memang musik bisa berdampak positif bagi aktivitas otak kita. Jadi, apa saja manfaat mendengarkan musik yang akan kita rasakan?

Memperbaiki Suasana Hati

Reaksi setiap orang terhadap musik dapat berbeda-beda. Misalnya ada orang yang suka musik jazz, sedangkan yang lain lebih suka mendengarkan musik klasik ciptaan Mozart. Apa pun pilihan pribadi Anda, yang pasti, memutar musik favorit mampu mencairkan suasana hati yang jelek.

Para pakar di McGill University, Montreal, yang meriset mengenai hal ini memperlihatkan bahwa mendengarkan musik yang menyenangkan dapat memicu ‘music chills’—saat ketika musik memicu pelepasan senyawa dopamin yang membuat kita merasa senang.

“Kita semua tahu dari pengalaman pribadi bahwa musik memengaruhi mood,” tutur Bridget O’Connell, kepala bagian informasi di organisasi amal kesehatan mental, Mind.

“Beberapa orang mendengarkan musik untuk membantunya melewati hari yang sulit, sementara yang lain mungkin menyetel musik agar tidak mengantuk selama menyetir, atau untuk mengusir perasaan negatif.”

Otak adalah organ yang sangat rumit dan ada banyak sekali elemen yang terlibat dalam menciptakan rasa senang. Tetapi yang jelas, Anda bisa yakin bahwa ada manfaat musik untuk mendorong pelepasan dopamin yang membuat Anda merasa lebih baik.

Baca juga:  Apakah Semua Jenis Musik Efektif Untuk Musik Terapi?

Membantu Pikiran Terfokus

Musik bahkan juga sanggup menguatkan konsentrasi Anda. Bahkan di situs streaming musik atau video, Anda bisa menemukan kumpulan musik yang diklaim mampu membantu kita untuk fokus, semangat, terjaga, atau rileks.

Dulu pernah ada aplikasi smartphone yang bernama ‘Ubrain’. Aplikasi ini diciptakan untuk memutar musik-musik binaural beats yang diyakini berpengaruh positif bagi kemampuan otak kita untuk berkonsentrasi.

Bagaimana bisa musik seperti itu memengaruhi konsentrasi? Prosesnya melibatkan dua ketukan yang berbeda di setiap telinga untuk menciptakan ketukan ketiga, yang dapat merangsang aktivitas tertentu di otak.

“Dengan membantu korteks otak untuk menghasilkan gelombang otak tertentu, kita dapat memicu kemampuan otak untuk waspada pada level-level tertentu,” kata Brigitte Forgeot, psikolog klinis yang berbasis di Paris.

Ia menambahkan, “Jika kita merasa cemas atau stres, kita dapat merangsang korteks serebral otak untuk menghasilkan gelombang alfa-frekuensi lambat. Di lain sisi, jika kita membantu korteks untuk menghasilkan gelombang beta cepat, kita akan lebih siap berkonsentrasi dan memusatkan perhatian pada tugas dalam jangka yang cukup panjang.”

Menambah Energi

Mendengarkan musik-musik tertentu ternyata bisa membuat Anda berlari lebih cepat. Sebuah studi di Brunel University di London Barat telah membuktikan bahwa dapat meningkatkan daya tahan tubuh hingga sebanyak 15 persen, membantu mengaburkan persepsi terhadap rasa lelah, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi sebanyak satu sampai tiga persen.

Pilihan musik terbaik untuk olahraga adalah musik atau lagu upbeat yang sesuai dengan tempo langkah kaki Anda. Mendengarkan musik seperti ini dapat memberi efek metronomik pada tubuh sehingga membuat Anda sanggup berolahraga lebih lama.

Menjaga Kesehatan Mental

Manfaat musik digunakan sebagai perawatan yang efektif bagi orang-orang yang menghadapi gangguan kondisi mental. “Ada dua cara berbeda mengenai penggunaan terapi musik: sebagai sarana komunikasi dan ekspresi diri, serta sebagai alat untuk pemulihan dan penyembuhan mental,” ujar Bridget O’Connell.

Bridget juga mengatakan bahwa seseorang yang sangat pendiam mungkin terbantu mengungkapkan perasaannya melalui musik. Terapi musik juga dapat dimanfaatkan sebagai rangsangan untuk membangkitkan kenangan lama atau memicu tanggapan emosional yang mungkin butuh waktu lama jika digali melalui terapi kejiwaan.

Baca juga:  Terapi Musik Klasik, Rahasia Anak Jenius?

Pelepas Stres

Badan amal kesehatan mental, Mind, menyatakan bahwa hampir sepertiga orang mendengarkan musik sebagai mood booster sewaktu bekerja. Dan hampir satu dari empat orang mengatakan bahwa mereka memutar musik dalam perjalanan ke tempat kerja untuk melepas stres.

CEO Mind, Paul Farmer, menyimpulkan berdasarkan statistik di atas bahwa manfaat musik sebagai terapi pelepas stres sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Jenis musik apa pun, asalkan Anda menyukainya, bisa sangat menenangkan dan membantu mengurangi kecemasan yang sedang dirasakan.

Perawatan Pasien Penyakit Serius

Musik benar-benar berdampak positif bagi para pasien yang mengidap penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan pernapasan. Berbagai uji coba telah menunjukkan bahwa musik sanggup menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan membantu meringankan rasa sakit, kecemasan, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Musik sangatlah bermanfaat bagi seseorang yang berada di situasi dimana mereka telah kehilangan banyak kendali dari lingkungan luar mereka—katakanlah mereka berada di rumah sakit untuk waktu yang lama karena penyakit serius dan tidak mampu bergerak bebas,” kata Dr. Williamson yang disebutkan di awal artikel.

“Mendengarkan musik dapat mengembalikan perasaan pegang kendali, serta menciptakan suasana yang tenang sehingga menutupi gangguan-gangguan dari lingkungan sekitar pasien.”

Jenis Musik Apa yang Seharusnya Didengarkan?

Banyak orang mengategorikan jenis-jenis musik untuk manfaat tertentu—misalnya musik upbeat dengan ketukan cepat bagus untuk olahraga, sedangkan musik yang lambat untuk suasana santai. Tetapi sebenarnya manfaat musik seringkali bergantung pada pilihan pribadi kita.

“Pengaruh jenis musik pada suasana hati bisa berbeda-beda bergantung pada pilihan dan pengalaman pribadi seseorang,” tutur Bridget O’Connell.

Jika Anda bertumbuh di lingkungan penyuka musik pop, mungkin Anda tidak akan merasa semangat ketika mendengar musik hip hop. Di lain pihak, beberapa orang tidak suka musik pop, jadi mereka kurang mendapat manfaat dari mendengarkan jenis musik itu.

Musik juga bisa memicu teringatnya kembali ingatan-ingatan lama, termasuk ingatan dari suatu peristiwa yang membuat mereka marah. Di sisi lain, musik justru membantu seseorang untuk meluapkan perasaannya sehingga musik berperan sebagai bentuk komunikasi pengganti kata-kata.

Namun ada aturan-aturan sederhana jika Anda ingin mendapat manfaat mendengarkan musik. Dr. Williamson menyebutkan, “Kalau ingin lebih rileks, pilihlah lagu yang bertempo lambat, nada-nadanya stabil, dan alunannya tidak banyak berubah.”

Advertisement
Alinesia