Kedutan Mata: Mata Kedutan atau Mata Berkedut

579
Kedutan Mata, Mata Kedutan, Mata Berkedut, Kedutan di Mata, Kedutan Pada Mata
Sumber Gambar - bilicvision.hr

Diedit:

Kedutan Mata – Banyak orang menyebutnya mata kedutan, sedangkan yang lainnya menyebutnya mata berkedut. Istilah tersebut semuanya mengarah pada kata berbahasa inggris ‘Blepharospasm’. Ini merupakan kondisi tidak normal yang terjadi tanpa disadari oleh penderitanya yang ditandai dengan kejang atau kedutan pada mata. Kedutan di mata bukan berarti bahwa mata Anda mengalami kejang. Melainkan bagian otot yang ada di sekitar kelopak mata yang mengalami kejang tersebut.

Dalam artikel ini Anda akan melihat beberapa hal penting seputar gangguan mata seperti; kedutan pada mata, mulai dari gejala mata kedutan, penyebab mata kedutan, hingga pengobatan mata kedutan. Anda juga akan melihat pengalaman pengguna Noni Juice guna menghadapi gangguan saraf di pipi dan gejala kedutan dengan alternatif pengobatan tersebut! Ayo temukan fakta menarik lainnya sehubungan dengan mata berkedut berikut ini!

Kedutan Mata – Saat Kelopak Mata Mengalami Kejang!

Blepharospasm merupakan suatu bentuk fokal distonia kronis (gangguan gerak yang menyebabkan otot berkontraksi tanpa sadar), yang terjadi secara terus-menerus. Jika ini terjadi pada kedua mata disebut juga bilateral. Kondisi kedutan di mata ini dapat membuat kelopak mata tertutup secara paksa. Kedutan pada mata merupakan disfungsi neurologis progresif yang terjadi secara bervariasi di pusat kendali motorik otak. Hal ini disebabkan kontraksi otot tak sadar yang terjadi karena kesalahan neuron dalam sistem saraf pusat yang melibatkan saraf kranial kelima dan ketujuh.

Blepharo berarti “kelopak mata”, Spasm berarti “kontraksi otot yang tidak terkontrol”. Istilah blefarospasme [‘blef-a-ro-spaz-m] dapat diterapkan pada kondisi kedutan di mata jenis apa pun yang disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari mata kering, hingga sindrom Tourette maupun tardive dyskinesia. Kondisi kedutan mata lainnya juga disebut Benign Essential Blepharospasm (BEB) untuk membedakannya dari gangguan kedutan sekunder. “Benign” menunjukkan kondisi tidak mengancam kehidupan dan “Essential” adalah istilah medis yang berarti “penyebab tidak diketahui”.

Baca juga:  Kedutan Otot: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasinya

Sekarang blepharospasm diakui sebagai gangguan neuropatik, daripada psikopatologi, seperti yang pernah dipercayai. Penyebab blepharospasm bergantung banyak faktor. Meskipun ada kemungkinan keterlibatan pusat kontrol koordinasi dan pengaturan aktivitas berkedip (di basal ganglia, otak tengah atau batang otak). Hal ini tidak mungkin terjadi karena satu cacat di pusat kendali, sehingga penyebab utamanya sulit dipahami.

Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan kondisi blefarospasme. Ketika itu terjadi, kelopak mata Anda, biasanya yang paling atas, akan berkedip secara terus-menerus. Terkadang gangguan ini dapat mempengaruhi kedua mata. Kedutan mata dapat berlangsung setiap beberapa detik, selama satu atau dua menit. Kedutan di mata tidak menyakitkan, tidak berbahaya dan biasanya hilang dengan sendirinya. Tetapi jika kejang yang cukup kuat terjadi maka kondisi ini perlu mendapatkan perawatan.

Gejala Mata Berkedut

Pada kondisi awal secara klinis, kedutan pada mata dapat berarti adanya peningkatan kedipan mata yang terjadi secara sederhana, disertai kejang di kelopak mata secara tidak normal. Sementara pada kondisi yang lebih serius memperlihatkan adanya ketidakmampuan yang berkaitan dengan nyeri okular dan kebutaan fungsional. Penderita dikatakan mengalami cacat apabila mereka mencapai titik di mana mereka tidak dapat menonton televisi, membaca, mengemudi atau berjalan.

Pasien dapat merasa cemas, menghindari kontak sosial, menjadi depresi, mengalami cacat kerja dan melakukan bunuh diri. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya tertekan secara mental, terlebih dengan kondisi disekitar yang tampak mengucilkan penderita dan menggolongkannya ke dalam kategori cacat. Perlu diketahui bahwa tidak ada yang salah dengan mata yang mereka miliki. Ini adalah soal saraf yang abnormal pada area sekitar pelupuk mata. Keadaan ini dapat memperparah kondisi kedutan mata yang dialami penderitanya.

Blepharospasm ditandai dengan adanya kejang yang tak terkendali dari kedua kelopak mata. Kejang yang  berlangsung cukup kuat untuk membuat kelopak mata tertutup. Hal ini dikarenakan kondisi distonia (kontraksi otot yang tidak teratur dan tidak sadar) mempengaruhi otot-otot kecil di dalam dan di sekitar kelopak mata. Hal ini menyebabkan terjadinya kejang spontan pada kelopak mata di satu sisi, serta kejang pada bagian bawah wajah di sisi tersebut – disebut juga Kejang Hemifasial.

Kedutan pada mata yang terasa sangat kuat dan tidak berhenti merupakan ciri utama keberadaan gangguan mata berkedut. Kedutan mata ini harus segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat. Kebanyakan orang yang mengidap mata berkedut tidak disertai dengan gejala peringatan. Ini mungkin dimulai dengan peningkatan intensitas berkedip atau adanya iritasi mata yang terjadi secara bertahap. Beberapa orang mungkin mengalami kelelahan, ketegangan emosional atau kepekaan terhadap cahaya terang. Ketika kondisi berlanjut, gejala menjadi lebih sering, dan kejang pada wajah bisa terjadi.

Kondisi Sekunder Mata Kedutan

Pasien dengan kondisi mata kedutan sebenarnya memiliki mata yang normal. Gangguan penglihatan yang sering terjadi disebabkan oleh penutupan kelopak mata yang terjadi secara paksa. Kondisi blepharospasm sering disalah mengerti dengan kondisi berikut!

  • Ptosis – Kondisi kelopak mata yang melorot karena kelemahan atau kelumpuhan otot levator pada kelopak mata bagian atas
  • Blepharitis – Kondisi peradangan pada kelopak mata karena infeksi atau alergi
  • Hemifacial spasm (Kejang Hemifasial) – Kondisi non-distonik yang melibatkan berbagai otot di satu sisi wajah, termasuk kelopak mata. Kondisi ini disebabkan oleh iritasi pada saraf wajah. Kontraksi otot lebih cepat dan bersifat sementara dibandingkan dengan blefarospasme. Kondisinya selalu terbatas pada satu sisi wajah saja.

Rekaman pertama kasus blepharospasm dan kejang wajah bagian bawah ditemukan pada abad ke-16 dalam sebuah lukisan berjudul “De Gaper”. Pada waktu itu hingga beberapa abad berikutnya, pasien dengan kedutan seperti itu dianggap mengalami gangguan mental yang tidak stabil dan sering direhabilitasi di rumah sakit jiwa.

Namun sedikit kemajuan telah dibuat sehubungan dengan diagnosis atau pengobatan blefarospasme, hingga awal abad ke-20. Saat Henry Meige, seorang ahli saraf Perancis, menjelaskan kondisi pasien dengan gangguan kelopak mata serta kejang midface. Belakangan kejang wajah median dikenal sebagai Meige sindroma.

Gejalanya dapat berkurang atau berhenti ketika seseorang sedang tidur atau berkonsentrasi pada tugas tertentu. Beberapa orang mengalami kedutan mata sepanjang hari. Gejalanya mungkin berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Hal ini dapat mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup Anda. Jika kedutan Anda tidak kunjung hilang, itu mungkin dapat membuat Anda menjadi juling atau berkedip tanpa henti sepanjang waktu. Anda mungkin tidak bisa membuka mata, sehingga akan sulit untuk melihat dengan jelas.

Penyebab Mata Berkedut

Blefarospasme adalah kejang otot di sekitar mata yang menyebabkan mata berkedut dan mata tertutup secara spontan. Kedutan pada mata merupakan cacat jaringan pada sirkuit aktivitas dinamis bukan pada cacat lokus spesifik. Jika pusat kendali gagal mengatur sistematik kedipan pada kasus blepharospasm, hal ini mengakibatkan hanya satu komponen dari sirkuit yang mengalami kerusakan dan kelebihan beban. Proses terjadinya kedutan di mata melibatkan anggota badan sensorik, pusat kendali yang terletak di otak tengah dan anggota badan motorik.

Tungkai sensorik merespon rangsangan multifaktorial, termasuk keberadaan iritasi ringan pada kornea atau kelopak mata, nyeri, emosi, stres, atau berbagai stimulan trigeminal lainnya. Rangsangan ini ditransmisikan ke pusat kendali, yang mungkin secara genetis dipengaruhi atau dilemahkan oleh cedera atau usia. Pusat kontrol yang abnormal ini gagal mengatur rangkaian umpan balik positif. Jalur motorik terdiri dari nukleus wajah, saraf wajah, orbicularis oculi, corrugator, serta otot procerus. Kondisi ini juga dapat melibatkan otot wajah lainnya.

Sumber Gambar – entokey.com

Kedutan di mata lebih sering dialami oleh wanita, sedangkan faktor usia yang rentan mengalami hal ini ialah 56 hingga 60 tahun bahkan lebih. Terkadang, kedutan bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti; Blepharitis (kelopak mata yang meradang), mata kering, sensitivitas cahaya, maupun penyakit mata menular. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, itu dapat menjadi pertanda gangguan otak atau saraf, seperti; Bell’s palsy, Dystonia, penyakit Parkinson, atau Sindrom Tourette. Ini juga bisa dikarenakan efek samping obat-obatan tertentu. Yang paling umum termasuk obat-obatan psikosis dan epilepsi.

Kedutan mata ringan seringkali dikaitkan dengan faktor gaya hidup, seperti: kelelahan, kondisi tertekan, kurang tidur, penggunaan alkohol, tembakau, atau konsumsi kafein. Hal ini juga bisa terjadi akibat iritasi permukaan mata (kornea) atau membran yang melapisi kelopak mata (konjungtiva). Setidaknya ada 3 jenis kedutan pada mata yang sering terjadi yaitu; Benign Essential Blepharospasm (BEB), Hemifacial spasm dan kedutan ringan biasa.

Pengobatan Mata Berkedut

Laporan dari BBC News memperlihatkan adanya penemuan baru yang mampu membantu penderita mata kedutan agar tidak selalu mengedipkan mata. Perangkat baru ini ditemukan oleh Rumah Sakit Mata Oxford yang telah membantu 60% pasien yang menderita mata kedutan. Rumah Sakit Mata Oxford telah mengembangkan alat “press-up”, berupa ‘pad karet’ yang memberi tekanan di dahi. Alat sederhana ini dapat ditempelkan pada kacamata seseorang. Profesor matematik Anne Watkins yang menderita gangguan ini mengatakan bahwa ‘pad karet’ itu telah membantunya mengendalikan “kondisi yang sulit dipecahkan”.

Sejauh ini, dokter belum menemukan obat untuk kedutan di mata, khususnya Benign Essential Blepharospasm (BEB). Tetapi beberapa pilihan perawatan bisa mengurangi tingkat intensitas gejalanya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, injeksi, biofeedback, akupuntur, hipnosis, chiropractic, terapi nutrisi hingga pembedahan. Dalam prosedur yang disebut miektomi, dokter bedah akan mengangkat beberapa otot dan saraf di sekitar kelopak mata. Pembedahan dapat mengurangi tekanan arteri pada saraf wajah penyebab Hemifacial spasm. Hasilnya permanen, tetapi ada peluang untuk mengalami komplikasi.

Sumber Gambar – kivimedicalcentre.in

Penanganan sederhana juga dapat dilakukan sebagai penenang yang sifatnya sementara. Hal ini dapat diperoleh dengan mengurangi gejalanya dengan cara menyentuh wajah, menutupi mata, bernyanyi, atau menguap. Sebuah pengalaman penderita penyakit saraf pipi berusia 57 tahun mengalami hal serupa. Namun setelah mengonsumsi Noni Juice secara teratur, gejala yang tidak menyenangkan ini kian berkurang. Hal ini memperlihatkan bahwa pada kasus tersebut konsumsi Noni Juice yang mengandung piridoksin, tiamin dan niasin dapat memberikan pengaruh positif bagi penderitanya.

Dalam artikel ini Anda telah melihat beberapa hal penting seputar kedutan mata, mulai dari gejala mata kedutan, penyebab mata kedutan, hingga pengobatan mata kedutan. Lalu, sudahkah Anda mengonsumsi Noni Juice sebagai penunjang pengobatan mata berkedut? Ayo temukan fakta menarik sehubungan dengan info kesehatan dan penyakit lainnya hanya di situs Deherba.com.