Saran Makanan untuk Penderita Hipertiroid: Yang Baik Dimakan & Yang Harus Dihindari

DITULIS OLEH:
Cindy Wijaya 


Hipertiroid terjadi ketika hormon tiroid berlebihan di dalam tubuh, biasanya disebabkan oleh kelainan autoimun. Penderita hipertiroid biasanya akan mengalami penurunan berat badan, kecemasan, keringat berlebihan, sering BAB, susah tidur, dan otot lemah. Gangguan tiroid ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Ada beberapa makanan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tiroid dan mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan gangguan ini. Meski tidak bisa menyembuhkan, tapi memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan zat gizi penting lain dapat membantu menyeimbangkan fungsi tiroid.

Dalam artikel ini akan dikupas mengenai saran makanan untuk penderita hipertiroid—apa saja makanan yang baik untuk hipertiroid dan apa saja makanan yang tidak boleh untuk hipertiroid.

Makanan yang Baik untuk Hipertiroid

Ada beberapa zat gizi penting untuk mengoptimalkan kesehatan tiroid. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan. Konsumsilah dalam jumlah yang cukup dari makanan sehari-hari untuk menghindari kekurangan gizi yang berbahaya. (Sumber: Verywell Health)

Makanan Sumber Zat Besi

Ketika hormon tiroid berlebihan, tubuh tidak bisa memetabolisme zat besi secara normal. Pada beberapa orang, hal ini bisa menyebabkan kekurangan zat besi atau anemia.

Kekurangan zat besi akibat hipertiroid biasanya akan membaik setelah mendapat pengobatan. Tapi jika tidak membaik, dokter mungkin menyarankan untuk makan lebih banyak makanan tinggi zat besi atau mengonsumsi suplemen zat besi.

Berikut beberapa makanan yang baik untuk hipertiroid karena mengandung cukup banyak zat besi:

  • Daging tanpa lemak
  • Bayam
  • Ubi jalar
  • Buncis
  • Roti gandum utuh
  • Stroberi
  • Kacang-kacangan

Pengingat: zat besi bisa mengganggu penyerapan obat tiroid yang mungkin Anda konsumsi. Jadi sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi suplemen zat besi.

Makanan Sumber Vitamin B

Vitamin B1 (tiamin) penting bagi penderita hipertiroid karena kelebihan hormon tiroid dalam darah menyebabkan simpanan tiamin lebih cepat habis. Ini memicu kekurangan tiamin.

Vitamin B lain yang juga penting termasuk vitamin B12 (cobalamin), B6 (pirodiksin), B3 (niacin), dan B2 (riboflavin). Kalau dokter mendapati Anda kekurangan vitamin B, Anda mungkin akan diresepkan suplemen vitamin B kompleks.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi lebih banyak makanan sumber vitamin B. Berikut makanan yang baik untuk hipertiroid karena mengandung vitamin B:

  • Hati
  • Ikan
  • Kacang arab
  • Pisang
  • Sayuran berdaun hijau gelap

Biotin, suatu jenis vitamin B, bisa mengganggu tes lab tiroid, sehingga menghasilkan kadar T4 dan T3 yang telrlau tinggi dan kadar hormon TSH yang terlalu rendah. Beritahu dokter jika Anda mengonsumsi suplemen biotin. Anda mungkin perlu berhenti meminumnya selama 3 – 5 hari sebelum tes tiroid untuk menghindari hasil tes yang keliru.

Makanan Sumber Selenium

Selenium berperan besar dalam mengatur kadar hormon tiroid. Kekurangan selenium dikaitkan dengan penyakit Graves yang adalah peneybab utama hipertiroid pada dewasa. Konsumsi suplemen selenium dapat memperbaiki fungsi tiroid pada penderita Graves dan menghambat perkembangan penyakit itu.

Selain suplemen, ada berbagai jenis makanan yang mengandung selenium. Berikut makanan untuk penderita hipertiroid yang cukup tinggi selenium:

  • Kacang brazil
  • Ikan tuna dan sarden
  • Daging jeroan
  • Keju cottage
  • Oatmeal
  • Serealia utuh (whole grain)
  • Daging unggas
  • Ikan-ikanan

Konsultasikanlah dengan dokter apakah Anda membutuhkan suplemen selenium atau tidak, agar Anda tidak berlebihan mengonsumsi selenium.

Makanan Sumber Tembaga

Selain mengatur fungsi tiroid, tembaga membantu mengontrol kadar kalsium dalam darah. Ini penting karena 20% penderita hipertiroid mengalami hiperkalsemia ringan hingga sedang (kadar kalsium dalam darah sangat tinggi), sehingga berisiko osteoporosis.

Berikut adalah beberapa makanan yang baik untuk hipertiroid karena cukup banyak mengandung tembaga:

  • Tiram dan kepiting
  • Salmon
  • Cokelat hitam tanpa gula
  • Kacang mete
  • Biji bunga matahari dan biji wijen
  • Kacang arab
  • Kentang
  • Bayam
Ilustrasi Makanan yang Baik untuk Hipertiroid
Roti dari serealia utuh dengan biji bunga matahari dan biji wijen. (Photo by AllNikArt from Getty Images)

Makanan Sumber Zinc

Zinc penting untuk menghasilkan dan memetabolisme hormon tiroid. Kekurangan zinc bisa memperburuk hipertiroid, dan konsumsi suplemen zinc telah terbukti membantu mengurangi gejala-gejalanya.

Berikut beberapa makanan untuk penderita hipertiroid yang mengandung cukup banyak zinc:

  • Daging merah, ikan, dan daging unggas
  • Kepiting dan lobster
  • Tiram
  • Kacang-kacangan
  • Serealia utuh
  • Susu dan olahannya

Kelebihan zinc bisa menimbukan efek samping, seperti pusing, mual, sakit kepala, sakit perut, dan rambut rontok, jadi sebaiknya hanya minum suplemen zinc jika disarankan oleh dokter.

Makanan Sumber Vitamin D

Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan berbagai kelainan autoimun, termasuk penyakit Graves. Penelitian menunjukkan suplemen vitamin D3 membantu memperbaiki kondisi penderita penyakit Graves, yang adalah pemicu utama hipertiroid pada dewasa.

Ahli Herbal

Cari produk herbal untuk penyakit Anda? Ayo konsultasi gratis dengan ahli herbal DEHERBA.COM!

WHATSAPP SEKARANG

Berikut adalah beberapa makanan yang baik untuk hipertiroid karena mengandung cukup banyak vitamin D:

  • Minyak hati ikan cod
  • Salmon
  • Tuna
  • Sarden

Makanan Tinggi Antioksidan

Gangguan tiroid erat kaitannya dengan stres oksidatif, dimana radikal bebas yang beredar dalam tubuh merusak sel dan jaringan. Antioksidan bermanfaat bagi penderita hipertiroid karena memperkuat sistem imun dan melawan kerusakan sel akibat radikal bebas.

Cara terbaik untuk mendapat antioksidan adalah dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran berwarna. Berikut makanan yang baik untuk hipertiroid karena tinggi antioksidan:

  • Stroberi
  • Bluberi
  • Blewah
  • Melon
  • Sayuran berdaun hijau
  • Pepaya
  • Alpukat
  • Jeruk
  • Semangka
Buah dan Sayuran Sumber Antioksidan (Photo by Garakta Studio)

Makanan yang Tidak Boleh untuk Hipertiroid

Kadang, makanan yang sebenarnya sehat bisa jadi tidak baik jika dikonsumsi berlebihan. Konsumsi berlebihan makanan tersebut bisa memperparah gejala, mengganggu efek obat, atau menyebabkan hasil tes tiroid yang keliru.

Jadi disarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter sebelum membuat perubahan besar pada pola makan. Dokter bisa memberikan saran tentang jenis makanan dan berapa banyak yang perlu dimakan sesuai kondisi Anda.

Makanan Sumber Yodium

Yodium berperan penting dalam mengatur hormon tiroid, tapi kelebihan yodium justru memicu hipotiroid. Tidak masalah jika hanya makan sedikit makanan sumber yodium berikut ini, tapi hati-hati jangan sampai berlebihan.

  • Rumput laut
  • Ikan dan kerang, termasuk ikan cod, tuna kalengan, tiram, dan udang
  • Garam beryodium
  • Susu dan olahannya seperti keju dan yogurt
  • Hati sapi
  • Ayam
  • Telur

Kuning telur lebih tinggi yodium daripada putihnya. Memakan hanya putih telur membantu membatasi asupan total yodium, jika disarankan.

Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferoud seperti kembang kol, pak choy, brokoli, kale, dan selada air sebenarnya bermanfaat. Tapi jika dikonsumsi mentah dan dalam jumlah banyak , kandungan goitrogenik di dalamnya bisa mengganggu fungsi tiroid.

Jadi meski bukan sepenuhnya makanan yang tidak boleh untuk hipertiroid, sebaiknya batasi konsumsi sayuran jenis ini untuk menghindari masalah pada tiroid.

Makanan Manis

Gangguan tiroid memicu risiko diabetes tipe 2, dan penderita diabetes lebih rentan mengalmai hipotiroid.

Meski sesekali mengonsumsi sedikit makanan manis biasanya tidak masalah, tapi sebaiknya hindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis tambahan. Ini termasuk permen, kue, biskuit, sirup, soft drinks, dan minuman atau makanan berpemanis lainnya.

Kafein

Kafein bisa memperburuk gejala-gejala penyakit Graves, termasuk kecemasan, kegelisahan, dan detak jantung cepat.

Beberapa orang memang bisa menoleransi kafein lebih baik, tapi ada baiknya memasukkan kafein ke dalam makanan yang tidak boleh untuk hipertiroid. Ini termasuk kopi, teh, dan minuman energi yang tinggi kafein.

Kacang Kedelai

Kedelai dianggap goitrogenik, yang berarti makan terlalu banyak kedelai secara teratur bisa berdampak negatif pada kesehatan tiroid.

Goitrogen mengganggu kemampuan tubuh untuk menghasilkan dan melepaskan hormon tiroid. Kedelai juga mengurangi penyerapan hormon tiroid dari obat-obatan. Jika Anda sedang minum obat tiroid dan memiliki hipotiroid, penting untuk menghindari kedelai.

Meski tidak sepenuhnya sebagai makanan yang tidak boleh untuk hipertiroid, tapi membatasi makanan berikut ini dapat membantu menjaga kesehatan tiroid:

  • Tahu
  • Susu kedelai
  • Edamame
  • Tauge dari kecambah kedelai
  • Miso
  • Tempe
  • Natto
  • Kecap
Ilustrasi Makanan yang Tidak Boleh untuk Hipertiroid
Kacang kedelai dan produk olahannya. (Photo by Ika Rahma)

Kesimpulan tentang Makanan untuk Penderita Hipertiroid

Apa saja makanan yang baik untuk hipertiroid? Anda mungkin perlu mengonsumsi makanan sumber zat besi, sumber vitamin B, sumber selenium, sumber zinc, sumber tembaga, sumber vitamin D, dan sumber antioksidan. Ini termasuk serealia utuh, buah dan sayuran aneka warna, dan kacang-kacangan.

Apa saja makanan yang tidak boleh untuk hipertiroid? Ada baiknya batasi konsumsi makanan sumber yodium, kacang kedelai, sayuran cruciferous, makanan manis, dan kafein.

Dan ingatlah untuk selalu konsultasi dulu dengan dokter sebelum membuat perubahan besar pada pola makan atau jika ingin mengonsumsi suplemen tertentu, agar tidak terjadi kelebihan zat gizi tertentu yang justru bisa memperburuk kondisi atau mengganggu fungsi obat tiroid yang dikonsumsi.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang saran makanan untuk penderita hipertiroid. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}