Lansoprazole: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

700

Diedit:

Lansoprazole termasuk kategori obat yang disebut proton pump inhibitor yang digunakan untuk menekan kelebihan produksi asam lambung. Oleh karena itu obat ini dimanfaatkan untuk pengobatan gangguan sistem pencernaan karena produksi asam lambung berlebih, contohnya tukak lambung atau sakit maag.

Selain itu juga dapat meredakan berbagai gejala lain akibat kenaikan asam lambung, misalnya heartburn yang ditandai dengan kesulitan menelan, nyeri ulu hati, atau batuk berkepanjangan. Akan tetapi reaksi obat lansoprazole untuk menghentikan heartburn tergolong lambat.

Heartburn sering secara keliru dikira sebagai gejala awal serangan jantung. Namun adakalanya gejala yang menyerupai heartburn benar-benar tanda awal serangan jantung. Karena itu segeralah cari pertolongan medis jika Anda mengalami nyeri atau rasa tertekan di dada, nyeri menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, dan merasa sangat tidak enak badan.

Cara kerja Lansoprazole adalah dengan menghambat sistem dari enzim, jadi mampu memblokir tingkat akhir produksi asam lambung sehingga bisa ditekan. Itulah sekilas tentang lansoprazole, untuk aturan pakai dan efek samping dari obat ini silakan simak bagian berikutnya.

Aturan Pakai Lansoprazole

Anda sama sekali dilarang menggunakan obat ini jika Anda alergi terhadap lansoprazole. Dan tanyakanlah kepada dokter sebelum menggunakan obat ini jika Anda memiliki penyakit liver/hati, mengalami osteroporosis atau osteopenia, serta memiliki kadar magensium dalam darah yang rendah.

Jangan membeli obat lansoprazole tanpa resep atau saran dari dokter apabila Anda mengalami kondisi berikut:

  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan;
  • BAB berdarah atau berwarna hitam; muntah yang terlihat seperti darah atau bubuk kopi;
  • Heartburn yang telah berlangsung selama lebih dari 3 bulan;
  • Sering mengalami nyeri dada dan heartburn disertai bengek;
  • Penurunan berat badan meski tidak sedang diet;
  • Mual dan muntah, sakit perut;
  • Gangguan metabolik atau ketidakseimbangan elektrolit.

Gunakanlah obat ini sesuai dengan petunjuk dosis aman lansoprazole pada label, atau ikuti petunjuk resep dokter. Jangan konsumsi dalam dosis lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama daripada petunjuknya.

Dosis aman lansoprazole bergantung pada seberapa parah gejala yang dialami serta reaksi tubuh terhadap konsumsi obat. Akan tetapi, dokter biasanya meresepkan dosis lansoprazole sekitar 15 sampai 60 mg dalam sehari.

Obat ini biasanya diminum sebelum makan, seringkali diminum pagi hari sebelum menyantap sarapan. Jika Anda menggunakan dalam bentuk cair, sebaiknya kocok terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Ukur obat lansoprazole cair dengan alat suntik yang sudah disediakan, atau dengan sendok ukuran. Mintalah kepada apoteker jika Anda belum mempunyai alat pengukur dosis. Apabila obatnya berbentuk kapsul sebaiknya Anda menelannya utuh-utuh, tidak dihancurkan, dilarutkan, atau dikunyah terlebih dulu.

Baca juga:  Omeprazole: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Jika Anda tidak sanggup menelan utuh kapsul lansoprazole, ikut tips berikut:

  • Buka kapsul dan taburkan obat ke dalam sesendok puding, yoghurt, atau keju cottage, lalu telan langsung tanpa mengunyahnya.
  • Anda juga boleh melarutkan obat ke dalam 2 ons (1/4 mangkuk) jus apel, jus jeruk, atau jus tomat. Aduk rata lalu minum segera sampai habis. Untuk memastikan Anda meminum semua obat yang tersisa di gelas jus, tuangkanlah sedikit air ke dalam gelas, putar-putar, lalu minum segera.

Jika Anda diresepkan obat lansoprazole berbentuk tablet, sebaiknya jangan dipecah, dikunyah, atau dipotong. Sebelum menelannya, pastikan obat tablet sudah larut di dalam mulut tanpa dikunyah, baru boleh ditelan. Anda juga boleh menambahkan sedikit cairan ke dalam mulut agar tablet lebih cepat larut.

Bagi Anda yang kesulitan menelan tablet menggunakan cara diatas, silakan ikuti tips berikut:

  • Taruh tablet ukuran 15-miligram ke dalam alat suntik dan tariklah 4 mililiter air ke dalamnya. Jika tabletnya berukuran 30 miligram, tariklah 10 mililiter air ke dalam alat suntik.
  • Kocok alat suntik perlahan sampai tabletnya larut. Kemudian dorong cairan tersebut ke dalam mulut dalam waktu tidak lebih dari 15 menit setelah dikocok. Isi ulang air ke dalam alat suntik, kocok perlahan, lalu masukkan lagi ke mulut.

Minumlah obat ini sesuai dosis aman lansoprazole dan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan oleh dokter, meskipun gejala-gejala yang Anda rasakan mungkin sudah membaik sebelum obatnya habis. Ingatlah untuk memberi jangka waktu 24 jam setiap kali minum obat. Dan jangan minum obat lansoprazole lagi dalam jangka waktu 4 bulan setelah pengobatan.

Simpanlah obat ini dalam ruangan bertemperatur sedang, di tempat yang tidak lembap, tidak panas, dan tidak terkena cahaya langsung. Jangan simpan obat cair di dalam kulkas.

Efek Samping Lansoprazole

Obat proton pump inhibitor seperti lansoprazole dapat meningkatkan risiko patah tulang pada pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang. Efek ini terjadi pada sebagian besar orang yang telah mengonsumsi obat lansoprazole dalam waktu lama atau dengan dosis tinggi, atau pada mereka yang berusia 50-an tahun.

Jika Anda menggunakan obat ini selama lebih dari 3 tahun, Anda rentan mengalami defisiensi vitamin B-12. Dan segeralah cari pertolongan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap lansoprazole seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Baca juga:  Omeprazole: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Kondisi-kondisi berikut ini juga harus mendapat perhatian dokter:

  • Sakit perut yang parah, diare dengan BAB berari atau berdarah;
  • Kejang-kejang;
  • Masalah ginjal—urin lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya, urin berdarah, pembengkakan di area ginjal;
  • Gejala kekurangan magnesium—pusing, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak beraturan, gemetar atau gerakan menyentak pada otot, merasa gelisah, kram atau kejang otot di tangan dan kaki, batuk atau perasaan tersedak.

Sedangkan efek samping lansoprazole lain yang biasanya terjadi setelah meminum obat ialah mual, sakit perut, diare, sembelit, dan sakit kepala. Beberapa efek samping yang dialami mungkin tidak perlu dikhawatirkan seraya tubuh Anda menyesuaikan dengan obat dan efek samping obat akan menghilang.

Alternatif Herbal untuk Lansoprazole

Seringkali gangguan pada pencernaan, termasuk sakit maag, dipicu oleh pola makan yang kurang terjaga. Penderitanya kemungkinan mengonsumsi makanan yang merangsang produksi asam lambung berlebih seperti makanan dengan cita rasa asam dan pedas, makanan berminyak, bersantan, dan banyak zat adiktif.

Oleh karena itu sebenarnya cara terbaik untuk mencegah kekambuhan adalah dengan memperbaiki pola makan, juga bisa dibantu dengan menambah asupan suplemen herbal yang tepat. Noni juice adalah suplemen yang sangat baik karena mengandung beragam mikronutrien, vitamin, dan mineral yang lengkap.

Noni juice juga kaya akan pektin, yakni serat terlarut yang dapat membantu memperlancar pencernaan. Selain itu herbal ini memilki kandungan yang merangsang produksi serotonin dalam tubuh. Serotonin merupakan zat biokimia yang dihasilkan oleh tubuh dan kemudian digunakan untuk mengurangi ketegangan dan membuat tubuh lebih rileks.

Ini berarti ketegangan pada otot esofagus yang memicu heartburn juga akan diatasi oleh Noni juice. Karena otot-otot tubuh dibuat lebih rileks, hasilnya pergerakan usus akan kembali normal dan gejala-gejala gangguan pencernaan serta asam lambung naik bisa diatasi dengan baik.

Informasi lebih lengkap mengenai herbal ini dapat Anda lihat di artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Berbagai Penyakit Berat!

Demikianlah informasi mengenai manfaat, dosis aman, dan efek samping obat lansoprazole. Anda sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suatu jenis obat untuk pengobatan penyakit apapun.

Advertisement
Alinesia