Kanker Kandung Kemih: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya


By Cindy Wijaya

Anda mungkin jarang mendengar tentang kanker kandung kemih di Indonesia. Memang kebanyakan kasus menyerang mereka dari ras kaukasoid atau berkulit putih. Di seluruh dunia kanker ini terjadi setidaknya 3 persen dari seluruh kasus kanker, yakni kira-kira 350 ribu kasus setiap tahunnya. Dari angka tersebut didapati rasio 3 : 1 kemunculannya pada pria dibandingkan pada wanita.

Kanker kandung kemih biasanya tumbuh pada lapisan sel mukosa dari dinding saluran kandung kemih. Sel permukaan dinding saluran ini memang mengandung sejenis lendir sehingga disebut sebagai sel mukosa. Sel mukosa juga bisa Anda temukan pada dinding batang tenggorokan dan dinding rongga hidung.

Kandung kemih sendiri merupakan organ berongga yang terletak di sekitar tulang panggul dan area perut bawah yang berfungsi untuk menampung air kencing. Otot-otot pada kandung kemih ini juga yang merangsang rasa ingin berkemih ketika kantung ini sudah penuh oleh urin.

Apa Itu Kanker Kandung Kemih?

Sebagaimana kasus kanker pada umumnya, kanker kandung kemih terdiagnosa setelah muncul sel-sel yang berkembang abnormal pada organ kandung kemih ini. Sel-sel berkembang secara agresif dengan kecepatan pertumbuhan yang melebihi perkembangan normal sel. Sel-sel juga bersifat invasif sehingga memicu terbentuknya pembengkakan yang berasal dari kerusakan sel-sel sehat di sekitar sel kanker.

Kanker kandung kemih bisa terjadi dengan hanya menyerang area permukaan dinding organ kandung kemih yang kemudian lazim disebut urothelium. Jenis kanker ini dikenal tidak terlalu ganas dan perkembangannya cenderung lambat.

Beda lagi kalau kanker tumbuh pada lapisan dalam dari dinding kandung kemih. Kanker jenis ini akan menyerang secara lebih agresif dan kadang lebih sulit pula untuk diatasi. Menurut CANCER TUTOR, kanker kandung kemih terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

Karsinoma Sel Transisional

Sel transisi dalam kandung kemih adalah sel yang berada pada permukaan dinding organ yang mengembang pada saat kandung kemih penuh dan mengerut saat kandung kemih kosong. Sel transisi ini pula yang mengirim sinyal bila kandung kemih sudah penuh dan daya renggang dari sel sudah mencapai batasnya. Kasus kanker jenis ini termasuk yang paling tinggi, biasanya dipicu oleh kebiasaan menahan kencing yang memicu terjadinya disfungsi pada sistem sel transisi ini.

Karsinoma Sel Skuamosa

Sewaktu sel-sel pada permukaan dinding atau lapisan dalam dari dinding organ kandung kemih mengalami infeksi yang terus berlangsung dalam jangka panjang, maka bisa saja infeksi ini berkembang menjadi inflamasi (peradangan) serius. Jika terus diabaikan akan memungkinkan berkembangnya sel-sel abnormal yang mengacu pada perilaku sel kanker.

Adenokarsinoma

Pada permukaan dinding kandung kemih terdapat sejumlah sel yang bekerja sebagai sel mukosa. Sel ini menghasilkan sejenis lendir (mukus) yang membantu melumasi jalur keluarnya urin serta melindungi permukaan dinding organ dari sejumlah komponen urin yang bersifat korosif atau beracun. Kadang karena efek sejumlah senyawa kimia yang terlarut dalam urin, fungsi sel mukosa ini mengalami gangguan yang kemudian berkembang menjadi sel kanker.

Apa Saja Faktor Penyebab Kanker Kandung Kemih?

Sebagaimana sudah dijelaskan, kanker kandung kemih termasuk jenis kanker yang langka di dunia. Temuan kasusnya tergolong rendah dan biasanya hanya ditemukan pada pasien-pasien dengan kondisi tertentu. Berikut ini beberapa faktor kondisi yang dapat menjadi penyebab kanker kandung kemih menurut asiancancer.com:

Baca Juga:  Pengobatan Kanker Kandung Kemih yang Perlu Anda Pertimbangkan

Perokok dan Peminum

Merokok dan meminum minuman alkohol yang berlebihan sama saja dengan memasukkan toksin dalam jumlah besar ke dalam tubuh. Toksin ini sering terus mengontaminasi tubuh, termasuk ketika sudah berada di dalam urin.

Pada saat dinding saluran kencing dan kandung kemih terus menerus terkontaminasi toksin dari rokok dan alkohol, maka lambat laun akan memicu kerusakan serius pada dinding organ. Terbentuklah sel-sel baru yang beregenerasi secara abnormal dan bisa berkembang sebagai sel kanker.

Infeksi yang Tidak Sembuh-Sembuh

Infeksi pada saluran kencing dan kandung kemih termasuk keluhan yang sangat lazim terjadi. Jika kurang minum air, maka air urin dalam kandung kemih tidak cepat penuh. Air mengendap di sana dalam waktu lama sehingga menyebabkan terbentuknya pertumbuhan bakteri di dalam rongga. Inilah yang memungkinkan seseorang mengalami infeksi.

Infeksi pada area ini sebenarnya mudah dikenali karena menimbulkan rasa nyeri di area perut bawah dan kadang disertai rasa sakit dan panas saat mengeluarkan air kencing. Namun kebanyakan orang menyepelekan rasa nyeri itu sampai akhirnya infeksi bekembang lebih serius menjadi peradangan berat.

Peradangan inilah yang bila terus-menerus diabaikan bisa menyebabkan sel-sel beregenerasi secara abnormal, menghasilkan sel-sel baru yang bersifat abnormal, invasif, dan agresif—ketiga karakter yang membuatnya masuk dalam kategori sel kanker.

Konsumsi Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa memberatkan kinerja ginjal dan menyebabkan urin mengandung senyawa–senyawa yang dapat membahayakan. Obat yang paling sering memicu terbentuknya kanker adalah terlalu banyak konsumsi analgesik.

Analgesik berlebihan bisa bersifat toksin dan meracuni sel pada dinding kandung kemih. Analgesik juga menyebabkan sistem saraf menjadi resisten dan kehilangan kepekaan terhadap nyeri. Infeksi dan kerusakan akan terjadi tanpa terdeteksi sampai akhirnya komponen dalam analgesik berkembang menjadi toksin yang merusak sel sehat.

Apa Saja Gejala Kanker Kandung Kemih?

Gejala adalah keluhan-keluhan yang dirasakan seseorang sebagai pertanda akan timbulnya suatu penyakit. Jadi dengan mengetahui apa saja gejala dari penyakit ini, Anda bisa meningkatkan kewaspadaan untuk mencegahnya. Gejala-gejala kanker kandung kemih yang biasanya dirasakan oleh penderitanya antara lain:

  • Perdarahan pada urin (hematuria)
  • Sering buang air kecil
  • Sembelit
  • Sulit berkemih atau rasa seperti anyang-anyangan yang sulit hilang
  • Nyeri di sekitar pinggang ke bawah
  • Nyeri saat berkemih, kadang disertai rasa panas

Jika Anda mengalami keluhan-keluhan seperti di atas, bukan berarti Anda pasti terkena kanker kandung kemih. Banyak dari gejala-gejala di atas dapat juga disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang bukan kanker. Tetapi jika Anda merasakan keluhan-keluhan seperti disebutkan, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar diketahui penyebabnya serta dapat ditangani secepatnya.

Bagaimana Cara Pengobatan Kanker Kandung Kemih?

Dalam dunia medis secara umum standar pengobatan kanker kandung kemih dilakukan dengan dengan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Adapun tindakan pengobatan alternatif medis yang kadang ditawarkan adalah dengan terapi Cryotherapy (pembekuan sel dengan nitrogen) atau dengan terapi laser, terutama bila sel kanker bisa diidentifikasi dengan mudah dan tidak bertumbuh di dalam lapisan dalam dinding kandung kemih.

Baca Juga:  Pengobatan Kanker Kandung Kemih yang Perlu Anda Pertimbangkan

Di samping itu terapi imun juga mungkin ditawarkan untuk membantu proses penyembuhan kanker kandung kemih. Hal Ini dijelaskan dalam jurnal yang dipublikasikan The Cochrane Database of Systematic Reviews tahun 2000 yang membuktikan pemberian vaksin tuberkolosis atau BCG melalui suntikan ke organ kandung kemih yang terserang kanker akan membentuk sebuah sistem imunitas alami yang bisa bekerja melawan perkembangan sel kanker.

Beberapa orang memilih memaksimalkan pengobatan kanker kandung kemih dengan cara alternatif alami. Seperti dengan menjalankan beberapa protokol yang banyak direkomendasikan untuk membantu pasien kanker.

Dalam CANCER TUTOR dijelaskan bahwa protokol alternatif seperti Cellect Budwig Protocol dan High RF Frequency Generator dapat membantu proses pemulihan kanker kandung kemih. Protokol ini membantu pasien mengatasi kanker dengan cara-cara alami, misalnya dengan mengatur ulang pola makan dan gaya hidup berdasarkan pola diet dan kebiasaan tertentu.

Alternatif alami lain ialah dengan mengonsumsi herbal Noni Juice yang juga bermanfaat untuk pengobatan kanker. Herbal ini memiliki kemampuan anti kanker berkat kandungan seronin, flavonoid, iridoid, dan quercetin di dalamnya. Noni juga diketahui sanggup membantu produksi glutathione yang merupakan antioksidan alami yang berperan besar dalam pencegahan dan pengobatan kanker.

Noni Juice juga secara khusus mengandung senyawa soranjidiol yang dapat meningkatkan produksi urin. Jika urin lebih banyak dihasilkan, maka aliran kencing akan semakin tinggi sehingga membantu kandung kemih mengeluarkan toksin dan mikroba yang mengontaminasi rongga kandung kemih ini. Dalam jangka panjang ini akan menjadi bantuan untuk menyingkirkan faktor penyebab munculnya kanker.

Selain Noni Juice, herbal lain yang juga sanggup memaksimalkan pengobatan kanker kandung kemih adalah Sarang Semut. Bahkan ini adalah salah satu herbal yang paling sering direkomendasikan untuk pengobatan kanker. Riset ilmiah memperlihatkan bahwa Sarang Semut memiliki senyawa-senyawa semacam flavonoid, polifenol, dan tokoferol yang diduga kuat berperan dalam pemulihan kanker.

Diungkapkan bahwa flavonoid memiliki mekanisme kerja antiproliferasi—berguna dalam mendeteksi dan menghambat pertumbuhan sel kanker yang sangat cepat. Mekanisme lainnya ialah induksi apoptosis yang mendorong sel-sel kanker melakukan bunuh diri.

Senyawa polifenol bertindak sebagai penangkal radikal bebas dengan cara melindungi DNA yang berpotensi menjadi pemicu kanker. Sedangkan senyawa tokoferol berperan sebagai peredam radikal bebas yang sangat ampuh. Diketahui bahwa Sarang Semut mengandung tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hampir mencapai 100%.

Bila Anda ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai khasiat Sarang Semut dalam menyembuhkan kanker, silakan buka artikel: Sarang Semut Papua Mulai Hancurkan Kanker, Tumor, Benjolan Abnormal dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}