Info Lengkap Seputar Sindrom Metabolik

467
sindrom metabolik
RD.com

Diedit:

Sindrom metabolik adalah sekumpulan masalah kesehatan—darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak perut, dan kolesterol atau trigliserida tinggi—yang terjadi di saat bersamaan, sehingga memperbesar risiko Anda untuk terserang penyakit jantung, stroke, serta diabetes.

Jika Anda hanya punya salah satu dari masalah kesehatan di atas, berarti Anda tidak mengalami sindrom metabolik. Akan tetapi, masalah kesehatan tersebut tetap bisa memicu penyakit serius. Memiliki lebih dari satu masalah tersebut juga akan semakin meningkatkan risiko penyakit serius.

Jika Anda memiliki sindrom metabolik atau salah satu masalah kesehatan yang termasuk sindrom ini, cobalah untuk mengupayakan perubahan gaya hidup yang bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Gejala Sindrom Metabolik

Sebagian besar masalah kesehatan yang termasuk sindrom ini tidaklah memiliki gejala-gejala, kecuali kelebihan lemak perut yang pastinya akan terlihat dari ukuran lingkar pinggang.

Dan jika kadar gula darah Anda terlalu tinggi, Anda bisa saja mengalami gejala-gejala diabetes—misalnya meningkatnya rasa haus, frekuensi buang air kecil, kelelahan, juga penglihatan yang buram.

Cara Diagnosis Sindrom Metabolik

Ada sejumlah organisasi kesehatan yang membuat kriteria untuk mendiagnosis sindrom metabolik. Menurut panduan yang digunakan oleh organisasi National Insitute of Health, Anda dianggap memiliki sindrom metabolik jika mengalami tiga (atau lebih) dari ciri-ciri berikut atau sedang menjalani pengobatan untuk mengatasinya:

  • Lingkar pinggang yang besar—yang berukuran setidaknya 89 cm untuk wanita dan 102 cm untuk pria.
  • Kadar trigliserida yang tinggi—150 mg/dL, atau 1,7 mmol/L, atau lebih tinggi.
  • Kadar kolesterol “baik” HDL yang rendah—kurang dari 40 mg/dL untuk pria atau kurang dari 50 mg/dL untuk wanita.
  • Tekanan darah tinggi—130/85 mm Hg atau lebih tinggi.
  • Kadar gula darah saat puasa yang tinggi—100 mg/dL (5,6 mmol/L) atau lebih tinggi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Kalau Anda sudah mengalami setidaknya salah satu dari masalah kesehatan yang termasuk sindrom metabolik, tanyakanlah ke dokter mengenai apakah Anda perlu periksa untuk masalah kesehatan lain dari sindrom ini.

Penyebab Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik berkaitan erat dengan kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, juga dengan gaya hidup kurang gerak. Sindrom ini juga ada kaitannya dengan sebuah kondisi bernama resistensi insulin—karena itu sindrom ini juga dikenal dengan nama sindrom resitensi insulin.

Baca juga:  Apa Saja Sindrom Metabolik Itu?

Normalnya, sistem pencernaan Anda akan mengubah makanan-makanan yang dikonsumsi menjadi gula (glukosa). Insulin adalah suatu hormon yang diciptakan oleh pankreas yang membantu gula untuk memasuki sel-sel tubuh agar digunakan sebagai bahan bakar tubuh.

Pada orang yang memiliki resistensi insulin, sel-sel tubuh tidak secara normal merespon insulin, dan glukosa tidak bisa dengan mudah memasuki sel-sel. Sebagai akibatnya, kadar glukosa dalam darah jadi naik, meski tubuh Anda mencoba untuk mengendalikan glukosa dengan cara terus melepaskan lebih banyak insulin.

Faktor Risiko Sindrom Metabolik

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat memperbesar kemungkinan/risiko Anda untuk mengalami sindrom metabolik:

  • Usia: Risiko sindrom metabolik Anda meningkat seraya usia bertambah.
  • Obesitas: Berat badan yang berlebihan, terutama di sekitar perut, memperbesar kemungkinan Anda mengidap sindrom metabolik.
  • Diabetes: Anda lebih mungkin memiliki sindrom ini jika pernah mengalami diabetes selama masa kehamilan (diabetes gestasional) atau jika punya keluarga dekat penderita diabetes tipe 2.
  • Penyakit lain: Risiko sindrom metabolik jadi lebih tinggi jika Anda pernah mengidap penyakit kardiovaskular, penyakit hati berlemak non-alkohol, atau sindrom ovarium polikistik.

Komplikasi Akibat Sindrom Metabolik

Memiliki sindrom metabolik bisa menaikkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit berikut:

  • Diabetes: Kalau Anda tidak mengubah gaya hidup untuk mengendalikan berat badan, yang bisa memicu kondisi resistensi insulin, maka kadar glukosa Anda akan terus meningkat. Pada akhirnya Anda bisa mengidap diabetes.
  • Penyakit kardiovaskular: Kolesterol tinggi dan darah tinggi bisa turut memicu penumpukan plak-plak di pembuluh arteri. Plak-plak itu dapat menyempitkan serta mengeraskan arteri, yang pada akhirnya akan memicu serangan jantung atau stroke.

Cara Mengatasi Sindrom Metabolik

Dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan yang termasuk sindrom metabolik biasanya dibutuhkan tekad seumur hidup untuk menerapkan gaya hidup sehat yang mencegah penyakit-penyakit serius, misalnya diabetes dan penyakit jantung. Berikut adalah tips-tips gaya hidup sehat:

  • Aktiflah secara fisik: Dokter menyarankan setidaknya 30 menit olahraga intensitas sedang, antara lain jalan cepat, setiap hari. Cari-carilah cara untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda, misalnya dengan berjalan kaki daripada naik kendaraan dan gunakan tangga daripada naik lift/eskalator.
  • Turunkan berat badan: Dengan mengupayakan berat badan normal, Anda bisa mengurangi kondisi resitensi insulin serta tekanan darah, juga mengurangi risiko diabetes Anda.
  • Pola makan sehat: Diet DASH dan Mediterania, sama seperti diet-diet sehat lain, menganjurkan untuk membatasi lemak tak sehat dan menonjolkan pentingnya asupan buah, sayur, ikan, dan serealia utuh. Kedua diet tersebut terbukti bermanfaat bagi kesehatan—juga menurunkan berat badan—pada orang-orang yang memiliki masalah kesehatan yang termasuk sindrom metabolik.
  • Berhenti merokok: Merokok memperburuk dampak buruk dari sindrom metabolik bagi kesehatan. Mintalah saran dari dokter jika Anda merasa sulit untuk melakukannya.
  • Kurangi stres: Lakukanlah aktivitas fisik, hobi, istirahat, atau aktivitas lain yang dapat membantu mengurangi stres juga memperbaiki kesehatan emosi serta fisik Anda.
Baca juga:  Apa Saja Sindrom Metabolik Itu?

Bila perubahan gaya hidup tetap tidak efektif mengatasi sindrom metabolik, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalankan pengobatan untuk membantu kendalikan tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah.

Sekali lagi, ingatlah bahwa sindrom metabolik adalah sekumpulan dari gejala atau masalah kesehatan– darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak perut, dan kolesterol atau trigliserida tinggi—yang terjadi di saat bersamaan. Kalau Anda sudah mengalami sindrom metabolik, Anda lebih rentan untuk terserang penyakit jantung, diabetes, juga stroke.

Meski sindrom metabolik adalah kondisi yang cukup serius, tetapi Anda sebenarnya bisa sangat mengurangi risiko untuk terserang ketiga penyakit itu dengan melakukan berbagai perubahan gaya hidup. Jadi, ayo mulai dari sekarang mari kita upayakan untuk aktif secara fisik, jaga berat badan, konsumsi makanan sehat, tidak merokok, dan jangan terlalu stres.

Advertisement
Alinesia