Hipotermia: Pengertian dan Penyebabnya

1073

Hipotermia, kata ini pasti sudah sering didengar oleh banyak orang. Meski tidak tinggal di lingkungan yang dingin seperti di benua antartika atau di eropa, kita sudah cukup mengenal istilah medis ini, setidaknya pernah mendengar di media masa. Apa pengertian dan penyebab dari hipotermia? Temukan jawabannya di artikel ini!

Hipotermia adalah suatu kondisi darurat medis di mana tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun. Kondisi ini membuat suhu tubuh Anda mencapai suhu yang sangat rendah—di bawah 35°C.

Ketika suhu tubuh Anda turun terlalu rendah, jantung, sistem saraf, dan organ tubuh lain tidak dapat bekerja secara optimal. Jika tidak segera ditolong, hipotermia bisa menyebabkan kegagalan total pada fungsi jantung dan sistem pernapasan—akhirnya mengarah ke kematian!

Mengapa Hipotermia Bisa Terjadi? Apa Penyebabnya?

Yang paling sering menyebabkan hipotermia adalah cuaca atau air yang sangat dingin. Namun terlalu lama berada dalam lingkungan/ruangan apapun yang lebih dingin daripada suhu tubuh Anda juga menjadi penyebabnya. Khususnya apabila Anda tidak mengenakan pakaian yang bisa menghangatkan tubuh, atau ketika Anda tidak bisa mengatur suhu di ruangan tersebut.

Kondisi spesifik yang jadi penyebab hipotermia:

  • Mengenakan pakaian yang kurang bisa menghangatkan tubuh, terutama dalam kondisi cuaca dingin.
  • Terlalu lama berada di luar rumah padahal cuaca sangat dingin atau sedang hujan lebat.
  • Dalam kondisi kedinginan atau kebasahan tidak segera berpindah ke tempat yang hangat atau berganti baju.
  • Suhu dalam ruangan tidak cukup hangat, terutama bagi orang tua dan anak bayi.
  • AC disetel terlalu dingin.

Siapa Saja yang Lebih Rentan Mengalami Hipotermia?

  • Orang tua—yang berusia 65 tahun atau lebih lebih beresiko, biasanya karena kemampuan tubuh mereka untuk mengatur suhu dan kepekaan terhadap suhu dingin sudah tidak sebaik dulu. Orang tua juga lebih mungkin memiliki kondisi medis yang mempengaruhi kemampuan tubuh mengatur suhu, belum lagi mereka tidak mampu bergerak cepat untuk menghangatkan tubuh.
  • Anak-anak—cenderung lebih kedinginan dibandingkan orang dewasa, karena memiliki proporsi kepala yang lebih besar sehingga rentan kehilangan suhu tubuh melalui kepala (bagian tubuh yang sering tidak dilindungi). Mereka juga cenderung tidak peduli pada cara berpakaian saat cuaca dingin.
  • Penderita gangguan mental—misalnya demensia, memengaruhi cara berpikir sehingga tidak mengenakan pakaian yang cocok untuk cuaca dingin. Pemahaman mereka terhadap resiko cuaca dingin tidak sebaik orang normal. Penderita demensia sering keluar rumah dan mudah tersesat, yang membuat mereka terdampar di luar ruangan pada cuaca yang dingin.
  • Pecandu alkohol atau obat-obatan—alkohol mungkin membuat tubuh terasa hangat, namun sesungguhnya alkohol melebarkan pembuluh darah Anda sehingga suhu panas lebih cepat keluar dari permukaan kulit. Selain itu, ketika berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, Anda tidak bisa berpikir dengan jernih untuk menghangatkan badan ketika kedinginan.

Setelah mengetahui pengertian dan berbagai penyebab dari hipotermia, sudah semestinya Anda menghindari kondisi apapun yang bisa memicu dan segera hangatkan badan seperti berpindah ke tempat hangat atau berganti baju jika kebasahan dan kedinginan. Silakan kunjungi artikel cara mencegah dan menangani hipotermia untuk lebih jelasnya.