Heartburn: Nyeri Ketika Asam Lambung Naik

511

Diedit:

Pernahkah Anda merasakan sensasi terbakar dan nyeri di dada seusai makan? Bisa jadi Anda mengalami heartburn. Heartburn adalah gejala utama dari penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yang terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan (Esofagus).

Sensasi terbakar ini biasanya terjadi sesudah mengonsumsi makanan pemicu heartburn dan akan semakin terasa ketika tubuh berbaring atau membungkuk.

Bagaimana bisa makanan yang sudah ditelan kembali ke esofagus? Normalnya ketika makanan ditelan, otot bagian bawah kerongkongan (esophageal sphincter) akan berelaksasi membuka kerongkongan sehingga makanan bisa turun ke bawah menuju lambung.

Setelah itu, otot ini akan menutup kembali esofagus. Namun, jika otot tersebut berelaksasi secara abnormal atau melemah, isi lambung bisa naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan heartburn.

Heartburn yang sesekali umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Kebanyakan orang yang mengalaminya bisa mengatasi sendiri ketidaknyamanan ini dengan perubahan gaya hidup atau obat-obatan tertentu.

Namun, jika heartburn sering terjadi dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, ini bisa jadi indikasi Anda menderita penyakit yang lebih serius dan membutuhkan pearawatan medis.

Beberapa Jenis Makanan & Minuman Pemicu Heartburn.

Jeruk

Semua jenis jeruk, seperti jeruk nipis dan lemon, berpotensi menyebabkan heartburn pada beberapa orang. Ini dikarenakan jeruk memiliki kandungan asam yang tinggi. Hindari makan jeruk atau paling tidak jangan makan pada waktu perut kosong.

Tomat

Sama dengan jeruk, tomat juga berkadar asam tinggi. Jumlah asam yang terkandung dalam tomat segar jauh lebih banyak dibanding tomat yang sudah dimasak. Jadi jika Anda tetap ingin mengonsumsi tomat, sebaiknya dimasak dahulu serta batasi dalam jumlah sedikit.

Bawang putih

Bawang putih dikenal sebagai makanan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Sebut saja darah tinggi, kolesterol, atau gula darah, ketiga penyakit ini diyakini bisa diobati dengan bawang putih.

Bahkan beberapa ahli berpendapat bahwa bawang putih bisa membantu mencegah kanker maupun tumor. Belum lagi kandungan antibiotiknya, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi ada senyawa dalam bawang putih yang dapat meningkatkan asam lambung, inilah yang menyebabkan terjadinya nyeri dada heartburn.

Makanan pedas

Mungkin jenis makanan pemicu heartburn lainnya bisa tetap dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Tapi berbeda halnya dengan makanan pedas, mengonsumsi makanan pedas walau dalam jumlah sedikit tidak akan mengurangi gejala heartburn. Makanan pedas disini memaksudkan lada dan cabai.

Pepermin

Pepermin memang bisa membantu relaksasi otot-otot perut dan membantu empedu dalam mencerna lemak. Namun, justru relaksasi otot inilah yang mengakibatkan asam lambung keluar dan naik kembali ke kerongkongan.

Alkohol

Semua minuman atau makanan berakohol termasuk bir, vodka, whiskey atau tapai berpotensi menimbulkan heartburn. Anggur merah misalnya, memiliki efek yang serupa dengan jeruk dan tomat. Cobalah untuk menghindari, atau kalau sulit, mengurangi konsumsi alkohol agar heartburn tidak sering terjadi.

Kafein

Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya bisa jadi pemicu heartburn. Jika Anda penikmat kopi atau teh dan sulit untuk berhenti sama sekali, cobalah untuk meminumnya hanya jika perut sudah terisi, paling tidak dengan makanan ringan atau roti.

Untuk mencegah heartburn, ada baiknya memerhatikan makanan apa saja yang jadi pemicu, khususnya bagi Anda. Dengan mengetahui beberapa jenis makanan penyebabnya, Anda diharapkan agar lebih waspada, sebelum terjadi nyeri dada akibat asam lambung naik! Untuk mengetahui cara-cara mengatasi heartburn, silahkan kunjungi artikel ini.

Baca juga:  Heartburn: Bagaimana Cara Mengatasinya?