Gejala, Penyebab, dan Komplikasi Radang Usus

613

Diedit:

Ada dua kategori penyakit radang usus yang harus diwaspadai, yaitu penyakit crohn dan kolitis ulseratif. Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh peradangan kronis di bagian sistem pencernaan atau gastrointestinal. Reaksi salah dari sistem kekebalan tubuh atas jaringan pencernaan yang sehat dan normal menyebabkan kondisi itu terjadi.

Peradangan kronis yang hanya diderita kolon atau usus besar saja dikenal dengan kondisi kolitis ulseratif. Tapi penyakit crohn bisa menyerang seluruh sistem pencernaan, dari daerah mulut sampai di daerah anus. Selain kedua jenis radang usus tersebut, terdapat juga jenis lainnya yakni kolitis limfosistik dan collagenous. Keadaan tersebut lebih familiar dengan istilah kolitis mikroskopik. Memang kedua penyakit itu terbilang jarang ditemukan.

Apa Gejala Penyakit Radang Usus?

Penyakit ini merupakan penyakit yang bisa menyerang dalam jangka panjang. Karena gejalanya bisa muncul dan kemudian menghilang selama waktu tertentu. Bagian yang menderita peradangan akan berpengaruh terhadap tingkat keparahannya. Berbagai gejala yang biasanya dirasakan penderitanya adalah menderita demam, mual, tubuh terasa lemah, diare tercampur dengan darah dan sifatnya kambuhan, nafsu makan menghilang, berat badan menurun, rasa sakit atau nyeri di daerah perut.

Setiap penderita akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Karena sifatnya kambuhna, maka kondisi tersebut bisa datang dan pergi dalam waktu yang relatif lama. Tingkat keparahan saat penyakit ini kambuh juga berbeda-beda, bisa derita ringan saja atau bahkan sangat parah.

Apa Penyebab Penyakit Radang Usus?

Secara medis sampai saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab mendasar dari penyakit radang usus. Pola makan yang tidak sehat dan kondisi stres berat yang dialami seseorang dapat meningkatkan risiko serangan penyakit tersebut. Tapi kedua kondisi tersebut sebenarnya bukan merupakan penyebab utama. Tapi telah diketahui kalau malafungsi dari sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan peradangan. Tapi belum diketahui dengan pasti, penyebab dari kekeliruan sistem imunitas tubuh tersebut.

Baca juga:  Penyakit Radang Usus: Info Penting Seputar Peradangan di Pencernaan

Tak hanya kondisi tersebut, faktor keturunan juga dianggap berpengaruh pada serangan penyakit ini. Jadi kalau seseorang memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit radang usus, maka akan memiliki risiko terserang lebih besar. Merokok dan OANS atau Obat Anti Inflamasi Non Steroid juga bisa meningkatkan risiko terserang penyakit tersebut. Kebiasaan merokok terbukti bisa meningkatkan serangan penyakit crohn. Sedangkan OANS bisa meningkatkan peradangan usus. Obat-obatan tersebut, seperti diclofenac, naproxen, ibuprofen dan lain sebagainya.

Bagaimana Diagnosa Penyakit Radang Usus Dilakukan?

Diagnosis untuk memastikan serangan penyakit radang usus hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis, dengan pemeriksaan berbagai tanda dan juga gejalanya. Serangkaian tes akan dilakukan oleh dokter sehingga bisa lebih memastikan serangan penyakit ini dengan akurat.

Apa saja rangkaian tes yang biasanya diterapkan dokter?

  • Tes darah. Pemeriksaan ini diterapkan guna mengetahui kondisi tubuh, apakah menderita infeksi virus atau bakteri dan kekurangan darah atau anemia. Darah juga bisa saja terdapat dalam tinja (feses), sehingga feses tersebut juga akan menjadi objek pemeriksaan.
  • Prosedur endoskopi. Penerapan tes ini untuk mengatahui kondisi sistem pencernaan. Dengan mengambil sampel jaringan yang selanjutnya diperiksa dengan intensif di laboratorium.
  • Tes pencitraan. Sejumlah prosedur pencitraan yang biasanya diterapkan adalah pencitraan terhadap sistem pencernaan, MRI, CT scan dan X-ray.

Adakah Komplikasi Akibat Penyakit Radang Usus?

Ya, ada. Komplikasi bisa terjadi karena serangan penyakit radang usus, terutama penyakit crohn. Apa saja komplikasi penyakit yang wajib diwaspadai?

  • Tukak.

    Kalau peradangan dialami dalam jangka waktu lama atau termasuk kronis, dapat menyebabkan terjadinya tukak di sistem pencernaan. Biasanya terjadi di daerah, anus, usus halus, dan mulut.

  • Fistula.

    Tukak yang semakin dalam sampai terbentuk lubang di dinding saluran pencernaan bisa mengakibatkan fistula. Kondisi ini merupakan koneksi abnormal terhadap sejumlah bagian tubuh. Sebagai contoh terhubungnya usus dengan organ lain. Komplikasi ini akan menyebabkan gangguan terhadap sistem pencernaan dan juga penyerapan sari makanan. Fistula dapat terinfeksi dan membahayakan penderitanya kalau tidak segera ditangani dengan tepat.

  • Obstruksi usus.

    Ketebalan dinding usus dapat dipengaruhi oleh penyakit crohn. Keadaan ini menyebabkan penyaluran dari hasil pencernaan makanan dapat tertutup. Agar bagian yang bermasalah bisa terangkat, sangat dibutuhkan tindakan operasi.

  • Kanker usus besar atau kolon.

    Risiko serangan kanker usus besar semakin meningkat, saat usus besar dipengaruhi oleh penyakit crohn. Sangat disarankan bagi penderitanya untuk menerapkan prosedur kolonoskopi dengan rutin.

  • Fisura ani.

    Kondisi ini adalah terjadinya luka robek di jaringan di sekeliling dinding anus atau di sekitar anus. Infeksi bisa saja muncul di lokasi luka tersebut. Rasa sakit yang diderita bisa disertai dengan perdarahan ketika sedang buang air besar.

  • Malnutrisi.

    Tubuh akan sulit dalam menyerap nutrisi, karena terjadinya peradangan dan gejala seperti diare dan mual. Keadaan ini sering dialami penderita radang usus, seperti defisiensi vitamin B12 dan zat besi.

  • Efek samping dari obat kimiawi.

    Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi penyakit Crohn—yang tujuannya untuk mencegah kinerja sistem imunitas tubuh—sangat berisiko memicu serangan kanker kulit dan kanker limfoma. Kortikosteroid juga memiliki risiko yang mengakibatkan kadar gula meningkat, glaukoma, katarak dan kerapuhan tulang. Sangat disarankan menjalani pengobatan menggunakan obat herbal yang terbukti ampuh dan aman tanpa efek samping berkelanjutan.

Baca juga:  Penyakit Radang Usus: Info Penting Seputar Peradangan di Pencernaan

Komplikasi yang sering dipicu oleh kondisi kolitis ulseratif adalah peningkatan risiko penggumpalan darah, risiko serangan kanker usus besar semakin meningkat, dehidrasi, perdarahan dalam dan munculnya lubang di bagian usus besar.

Oleh karena itu, hindari dan atasilah penyakit radang usus dengan tepat dan cepat, setelah mengetahui berbagai gejala dan diagnosanya.