Gejala Cacar Air dan Bagaimana Pengobatannya


By Cindy Wijaya

Gejala dari penyakit cacar air itu apa saja? Temukan jawabannya sekarang. Penyakit cacar air adalah salah satu penyakit kulit serta termasuk ke dalam jenis penyakit yang menular. Nama lain dari cacar air adalah chicken pox. Penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus penyebab cacar ini dapat menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak, tetapi yang sebelumnya memang belum pernah terserang cacar air. Apabila sudah pernah terserang cacar air, maka tak akan terinfeksi lagi.

Tubuh orang tersebut akan kebal apabila sebelumnya sudah pernah terinfeksi oleh virus penyebab cacar air ini. Untuk seorang anak yang terinfeksi cacar air pertama kalinya, akan lebih mudah sembuh, bahkan gejalanya pun lebih ringan apabila dibandingkan dengan orang dewasa yang baru pertama kali terserang oleh penyakit cacar air. Mari baca selengkapnya.

3 Cara Utama Penyebaran Cacar Air

  • Penyebaran penyakit cacar air dengan cara aerogen.
  • Apabila penderita cacar air bersin atau batuk bisa menularkan penyakit ini dengan perantaraan udara.
  • Benda yang terkena cairan lepuhan cacar air bisa menularkan penyakit ini ke orang lain, khususnya jika seseorang yang belum pernah terserang cacar air menyentuhnya.

Waktu Inkubasi

Waktu terekspos hingga terinfeksi penyakit cacar air dalam waktu 2 hingga 3 pekan. Kondisi ini dapat ditandai dengan badan penderita mulai terasa panas, padahal sama sekali tidak sedang menderita penyakit demam. Virus yang menyebabkan penyakit cacar air adalah virus varicella-zoster.

Gejala Penyakit Cacar Air

Di awal mulanya, penderita cacar air akan merasakan sedikit pilek, demam, lesu, cepat lelah, juga letih. Gejala ini merupakan ciri khas dari infeksi virus varicella-zoster. Di beberapa kondisi yang lebih berat, dapat mengakibatkan gejala seperti nyeri sendi, pusing dan sakit kepala. Setelah beberapa hari, akan muncul kemerahan di kulit dengan ukuran kecil dan pertama kali pada daerah sekitar dada kemudian perut, lalu punggung, dan terakhir akan diikuti pada wajah dan anggota gerak.

Kemerahan di kulit ini kemudian akan berubah menjadi lenting dengan isi cairan yang memiliki dinding tipis. Rasa gatal dan nyeri akan terasa di ruam kulit tersebut, jadi mungkin saja Anda menggaruknya dengan tidak sadar. Apabila lenting ini Anda biarkan akan mengering kemudian membentuk krusta atau bopeng yang ke depannya akan terlepas kemudian meninggalkan bercak pada kulit dengan warna yang lebih gelap atau hiperpigmentasi. Namun seiring waktu bercak tersebut akan pudar dan akhirnya tak meninggalkan bekas apapun.

Namun berbeda halnya apabila lenting air itu dipecahkan. Krusta pun akan terbentuk dengan lebih dalam, dan proses pengeringan akan memakan waktu lebih lama. Keadaan ini akan memudahkan infeksi bakteri pada bekas luka karena garukan tersebut. Sesudah mengering, bekas cacar air itu pun akan meninggalkan bekas dengan lebih mendalam. Terlebih untuk para penderita orang dewasa maupun dewasa muda, bekas dari penyakit cacar air akan menghilang lebih sulit.

Herbal untuk Penyakit Cacar Air

Berikut herbal untuk mengatasi penyakit cacar air, yang tentunya mudah untuk Anda dapatkan. Jus buah mengkudu merupakan herbal yang dapat Anda gunakan. Buah ini memang mempunyai rasa yang benar-benar pahit, namun jangan Anda ragukan khasiatnya, termasuk untuk mengobati cacar air. Ambillah 30 gr buah mengkudu yang matang, cuci sampai bersih, sesudahnya Anda blender sampai benar-benar halus untuk diminum sebagai jus. Minumlah 2 hingga 3 kali per hari.

Sekian artikel tentang gejala cacar air dan cara pengobatannya menggunakan bahan herbal. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi apabila Anda atau anak Anda terkena penyakit cacar air.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}