Bagaimana Cara Mengatasi Cacar Air Dan Menghindari Penularannya?


By Cindy Wijaya

Apakah pada kulit anak Anda terdapat ruam merah pada kulitnya? Atau muncul bintik-bintik merah yang bercairan di area belakang telinga, wajah, kulit kepala, lengan, dan kaki? Mungkin anak Anda terkena penyakit cacar air. Cacar air disebabkan oleh virus varisela zoster yang kebanyakan menyerang anak kecil hingga usia remaja.

Penyakit ini jarang menginfeksi orang dewasa, namun bukan berarti tidak bisa tertular apalagi belum pernah mengalami cacar air selama hidupnya. Penularan cacar air sangat mudah yaitu bisa melalui kontak langsung dengan si penderita, terkena percikan bersin atau batuk, dan berada di ruangan yang sama selama lebih dari 15 menit dengan penderita cacar air.

Bagaimana Cara Mengenali Gejala-Gejala Cacar Air?

Gejala awal penyakit cacar air pada umumnya sama dengan gejala penyakit lain yang disebabkan oleh virus yaitu demam, pilek, cepat lelah, lesu, dan mual. Pada kasus yang lebih parah bisa terjadi nyeri otot, sakit kepala, dan nyeri sendi. Gejala penyakit ini akan lebih parah jika terjadi pada orang dewasa. Setelah beberapa lama mengalami gejala awal, pada kulit penderita muncul ruam merah yang kemudian akan berkembang menjadi bintik merah kecil yang berisi cairan.

Ruam merah yang muncul pada kulit bisa muncul di mana saja seperti kulit kepala, kulit tangan dan kaki, wajah, bahkan pada beberapa kasus muncul di mulut dan bokong atau sekujur tubuh. Ruam yang berkembang menjadi bintik merah akan berisi cairan yang lama kelamaan akan mengering dan akan mengelupas sendirinya. Bintik merah ini akan terasa gatal sehingga penderita harus berhati-hati agar tidak menggaruknya. Bintik cacar air yang digaruk akan membuat luka lebih lama kering dan meninggalkan bekas yang sulit hilang. Semakin tua umur seseorang saat mengalami cacar air maka akan semakin sulit bekas lukanya hilang.

Pada kondisi infeksi virus yang lebih parah, penderita bisa saja mengalami gejala seperti berikut:

  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Kulit di sekitar cacar berwarna merah dan terasa perih
  • Timbul gejala dehidrasi seperti mulut yang kering dan jarang buang air kecil

Jika muncul gejala seperti itu sebaiknya penderita langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan untuk cacar air dengan gejala yang biasa pada umumnya akan sembuh sendiri dengan memperhatikan kebersihan penderita agar tidak mengalami infeksi karena luka-luka pada bintik cacar. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita penyakit ini sebaiknya banyak mengkonsumsi Vitamin C dan mineral lainnya. Setelah sembuh, aplikasikan pelembab atau lotion pada kulit agar kulit tidak iritasi.

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Air?

Virus varisela zoster penyebab cacar air mudah sekali ditularkan kepada orang lain melalui kontak langsung atau melalui udara. Oleh karena itu agar tidak menulari orang lain penderita penyakit ini sebaiknya dikarantina dan menghindari kontak langsung dengan orang lain seminimal mungkin. Dari sejak ruam muncul pada kulit hingga bekas luka sudah mengoreng dan mengelupas biasanya membutuhkan waktu 3-5 hari.

Ada mitos yang menyatakan bahwa penderita cacar air tidak boleh mandi karena bisa menyebabkan bintik cacar makin berkembang. Hal ini tentu tidak benar karena bakteri dan kuman justru bisa menyebabkan cacar semakin parah karena kontaminasi bakteri dan kuman. Penderita cacar harus mandi secara teratur setiap harinya agar kotoran pada cacar terbilas bersih. Keringkan dengan handuk kering yang bersih, caranya cukup dengan ditepuk-tepuk saja jangan diusap. Handuk yang digunakan oleh penderita cacar tidak boleh digunakan untuk orang sehat.

Bagaimana Mengobati Cacar Air?

Mengobati penderita cacar air bisa dilakukan tanpa penanganan medis atau harus masuk rumah sakit. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengatasi cacar air adalah:

  • Hindari makanan yang bisa melukai mulut seperti makanan yang asin dan asam terutama untuk penderita yang ruam dan bintiknya sampai ke mulut
  • Banyak konsumsi air karena penderita cacar air mudah terkena dehidrasi, jika perlu kulum es batu untuk mengurangi rasa gatal dalam mulut
  • Bungkus tangan dengan sarung tangan dan bungkus kaki dengan kaus kaki saat tidur agar mencegah cacar tidak digaruk.Cacar air yang digaruk akan pecah sebelum waktunya dan meninggalkan bekas luka yang lebih sulit hilan dan lebih lama sembuh
  • Agar kulit tidak iritasi gunakan pakaian berbahan lembut. Anda juga bisa mengaplikasikan lotion, bedak talek atau salicyl. Untuk meredakan demam bisa diberikan obat penurun panas atau parasetamol, namun pada bayi di bawah 3 bulan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Jangan memberikan aspirin pada anak-anak karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati dan otak.

Untuk membantu proses penyembuhan luka, penderita cacar air dapat memanfaatkan khasiat bahan-bahan alami agar luka cepat mengering dan mengelupas dan tidak meninggalkan bekas luka. Noni juice (jus buah noni) bisa menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat cacar air sembuh. Jika tidak suka dengan rasa Noni juice yang pahit, alternatif lain bisa juga mengoleskan parutan jagung muda yang sudah direbus, atau dengan menumbuk kacang hijau yang sudah direbus lalu dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar.

Meskipun bisa sembuh sendiri namun tidak semua penderita cacar air bisa disembuhkan dengan tanpa penanganan medis. Penanganan medis diperlukan terutama jika muncul gejala yang tidak biasa, kondisi ibu hamil, ibu menyusui, bayi yang baru lahir. Orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun juga sebaiknya ditangani secara medis jika terkena cacar air seperti pengidap kanker atau diabetes.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}