10 Fakta Penting Seputar Menopause Yang Wajib Dipahami Wanita

421
masalah menopause
sumber : squarespace.com

Diedit:

Setiap wanita pada satu waktu akan mengalami masa menopause. ini adalah satu bagian penting dari siklus kehidupan wanita. Ada cukup banyak hal seputar masalah menopause ini yang sebenarnya berkaitan erat dengan masalah kesehatan wanita.

Apa saja sebenarnya kondisi yang terbilang wajar untuk dialami oleh wanita di usia menopause dan apa saja kondisi yang perlu Anda waspadai.

Apa Sebenarnya Menopause?

Menopause adalah kondisi ketika fungsi reproduksi wanita berhenti bekerja. Kondisi menopause ditandai dengan berhentinya produksi telur oleh ovarium. Secara fisik kita mengenali masalah menopause dengan berhentinya masa haid secara permanen pada wanita bersangkutan.

Berhentinya fungsi ovarium dalam memproduksi telur akan otomatis menghentikan pembentukan dinding endometrium di masa subur. Dan karena tidak ada lagi penebalan dinding rahim pada masa subur, otomatis tidak ada darah yang dikeluarkan sebagai menstruasi. Ini yang menyebabkan wanita menopause tidak lagi mengalami haid secara permanen.

Berkaitan dengan masalah menopause ini, muncul sejumlah isu kesehatan wanita yang perlu dicermati. Perubahan berawal dari pola keseimbangan hormonal yang berubah.

Pemicu menopause sendiri adalah menurunnya produksi estrogen dan progesteron. Karena ovarium membutuhkan sinyal dari kedua hormon tersebut untuk bekerja. Tetapi efek dari perubahan hormonal ini juga berimbas pada seluruh aspek kesehatan wanita.

Apa Saja Fakta Seputar Menopause?

Sayangnya sebagian info yang menyebar seputar masalah menopause kerap kali hanya sekedar rumor dan mitos. Beberapa sebenarnya tidak berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

Masalah menopause memang akan melibatkan seluruh bagian dari fungsi kesehatan wanita itu sendiri. Ada cukup banyak efek dan kondisi dari menopause yang perlu kita antisipasi. Dan adapun hal-hal terkait fakta seputar menopause tersebut antara lain adalah.

Munculnya masa premenopause

Sebelum masa menopause datang secara permanen pada seorang wanita, tubuh akan menjalani proses. Ini adalah proses ketika fungsi ovarium setahap demi setahap menurunkan fungsinya. Tubuh mulai mengalami masalah siklus yang tidak teratur dan sejumlah keluhan lain yang berkaitan dengan aktivitas seksual, genita dan reproduksi.

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan premenopause. Setidaknya dibutuhkan masa 12 bulan bagi tubuh wanita melakukan proses sampai sepenuhnya kehilangan siklus haidnya.

Menopause bukan penyakit

Karena pada sejumlah wanita masa premenopause menyebabkan sejumlah keluhan yang berat seperti perdarahan berat dan reaksi metabolisme yang menurun signifikan, banyak orang menganggap masalah ini lebih dari sekedar masa akhirnya kesuburan wanita.

Pada dasarnya, masa menopause jelas bukan penyakit. Hanya saja ketika wanita di usia ini tidak menjalankan pola hidup yang sehat dapat memicu sejumlah keluhan yang mengganggu kesehatan wanita. Bahkan meningkatkan resiko sejumlah penyakit degeneratif.

Ada Kaitan Menopause Dengan Fungsi Tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk serupa kupu-kupu yang berada di depan tenggorokan. Kelenjar ini berperan dalam fungsi endokrin dan fungsi imunitas. Kelenjar ini juga menghasilkan sejumlah hormon yang berperan dalam fungsi metabolisme.

Dalam Journal of Thyroid Research  tahun 2011 dijelaskan bahwa hormon estrogen memiliki pengaruh terhadap kesehatan fungsi tiroid. Dan dapat dipastikan bahwa menopause dapat memberi pengaruh terhadap fungsi kelenjar tiroid ini.

Wanita yang sudah mengalami masa premenopause akan cenderung mudah mengalami gangguan tiroid, baik itu hipotiroid maupun hipertiroid. Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar memproduksi terlalu sedikit hormon tiroid. Dan hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.

Selain aspek hormon alami yang menurunTerapi hormon pengganti yang kerap menjadi metode pengobatan konvensional untuk wanita dalam masa menopause dan premenopause juga dapat memberikan efek negatif terhadap fungsi tiroid.

Produksi Hormon Sebenarnya Masih Berjalan

Tidak benar bila Anda mengira dengan memasuki masa menopause maka tubuh Anda akan kehilangan hormon estrogen dan progesteron. Faktanya tubuh masih memproduksi kedua hormon ini meski dalam level yang kecil.

Itu sebabnya sejumlah fungsi seperti pada kesehatan kulit dan kesehatan seksual selama mendapatkan perawatan dengan baik masih akan berjalan dengan aman.

Tak Ada Yang Hilang Selain Kesuburan

Banyak wanita merasa kehilangan jati dirinya bahkan merasa rendah diri ketika mulai mengalami masa menopause. ini akan mempengaruhu sisi psikologis wanita dan kadang berimbas pada kesehatan wanita secara fisik.

Padahal sebenarnya, inti utama dari masa menopause terletak pada berhentinya kerja ovarium dalam memproduksi telur. Jadi masalah menopause lebih berpusat pada berhentinya kesuburan dan tidak lebih dari itu.

Bilapun ada gangguan seperti pada kondisi fisik, kemampuan kognitif dan seksual dan psikologi hanya efek dari proses adaptasi dan perubahan hormonal belaka. Dengan menjalankan gaya hidup yang sehat dan aktivitas yang tepat, tubuh dapat kembali menjalankan kehidupan normal tanpa masalah. Termasuk di dalamnya masalah seksual dan kemampuan kognitif.

Menopause berhubungan dengan kemampuan kognitif

Wanita yang mengalami masa menopause lebih lambat akan mempertahankan kemampuan kognitif lebih lama. Mereka tetap memiliki daya memori dan kemampuan berpikir yang cukup baik di usia  tua. Hal tersebut diungkap dalam jurnal Neurology tahun 2018.

Dugaan sementara pengaruh keseimbangan hormonal yang masih bertahan hingga usia lanjut membantu melindungi fungsi memori dan neurotransmitter pada otak. Reseptor estrogen membantu melindungi gen dalam otak untuk mempertahankan fungsi neurotropik.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membantu Anda menemukan sejumlah fakta penting seputar masalah menopause dan sejumlah hal mengenai masalah kesehatan wanita pada masa-masa menopause lainnya.

Baca juga:  Kalkulator Masa Subur: Cara Gampang Menghitung Masa Subur

Gejala Premenopause

Sesi berproses ini menimbulkan sejumlah gejala yang memberi efek tidak nyaman. Sejumlah keluhan muncul pada tubuh wanita termasuk di antaranya adalah  sebagai berikut:

Hot flashes

Ini adalah kondisi khas yang terjadi pada masa premenopause. Keluhan ini ditandai dengan rasa panas yang kerap muncul pada area tubuh atas. Kadang rasa panas ini menyebabkan wanita mudah merasa gerah dan terlihat kulitnya juga kemerahan.

Masalah tidur

Wanita di masa premenopause akan mengalami gangguan dari sisi psikologisnya. Sebagian besar gangguan ini berkaitan dengan masalah hormonal. Ini menyebabkan wanita mudah merasa gelisah, tertekan, keringat dingin dan di malam hari cenderung sulit tidur.

Penurunan masa otot

Masa premenopause terjadi akibat penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Menariknya, penurunan ini menyebabkan metabolisme tubuh juga menurun. Kondisi ini pada efeknya akan menurunkan masa otot, melemahkan kekuatan sejumlah bagian otot dan mempengaruhi kinerja alami dari sejumlah otot.

Masalah buang air kecil

Masing berkaitan dengan masalah metabolisme dan penurunan masa otot beserta daya kekuatanya. Pada masa premenopause wanita biasanya juga mengalami masalah baru dengan fungsi renal. Mereka cenderung lebih cepat memiliki dorongan untuk BAK. Dan kondisi ini kadang justru memburuk di malam hari, semakin mempersulit untuk tidur.

Masalah kegemukan

Efek lain dari penurunan kemampuan metabolisme tubuh adalah meningkatnya lingkar pinggang. Karena metabolisme adalah cara manusia untuk membentuk energi dari komponen gula dan lemak. Dan ketika metabolisme turun, maka komponen lemak dan gula akan terendap dalam tubuh, lalu oleh sistem tubuh diubah menjadi cadangan lemak di perut.

Osteoporosis

Meski tidak setiap wanita di usia 40 – 50 an akan mengalami osteoporosis, keluhan ini tetap menjadi teror tersendiri. Estrogen rupanya berperan dalam membantu mengikat kalsium dan mendorong distribusiny ke seluruh Indonesia. Dan ketika kadar estrogen turun fungsi metabolisme juga akan mengalami masalah.

Masalah seks

Wanita yang sudah memasuki usia 40 tahun memang cenderung akan mengalami penurunan fungsi seksual dengan total. Karena ada peran estrogen dan progesteron terhadap kesehatan seksual wanita. Sementara pada masa premenopause kadar estrogen dan progesteron mulai drop. Kadang wanita juga akan mengalami masalah vagina kering akibat produksi lubrikan atau cairan vagina yang mulai berkurang.

Stress dan moody

Efek dari perubahan hormonal ini juga akan mempengaruhi mood dan mental dari wanita. Ini mengakibatkan wanita cenderung lebih mudah merasa tertekan, stress dan mengalami perubahan mood yang cepat.

Menurunnya kesehatan kulit

Ada peran besar estrogen dan progesteron dalam menjaga regenerasi kulit dan kesehatan kulit itu sendiri. Dan dengan turunnya kadar estrogen dan progesteron secara bertahap pada masa premenopause, maka kulit akan menunjukan proses penuaan dengan lebih cepat.

Ada beberapa cara medis yang bisa ditempuh untuk membantu menekan gejala premenopause. Karena kadang keluhan yang muncul akan sangat mengganggu kesehatan wanita secara general.

Baca juga:  Kalkulator Masa Subur: Cara Gampang Menghitung Masa Subur

Terapi Mengatasi Gejala Premenopause

Cara yang paling lazim dilakukan adalah  terapi hormon pengganti. Di sini wanita akan mendapatkan asupan pil khusus yang mengandung estrogen dan progesteron.

Terapi ini terbukti bermanfaat bagi kesehatan wanita di masa menopause, akan tetapi terbukti pula ada akan adanya sejumlah resiko yang dapat mengancam.

Sejumlah resiko dapat muncul seperti penyumbatan darah, masalah tekanan darah tinggi, gangguan kardiovaskular, hingga sejumlah jenis masalah kanker seperti kanker payudara dan kanker rahim.

Apabila Anda khawatir, terapi hormon pengganti dirasa akan terlalu riskan bagi tubuh Anda, coba untuk menjalankan sejumlah cara alami yang juga terbukti baik menekan efek samping menopause.

Anda bisa mulai dengan melakukan olahraga ringan untuk menguatkan otot, jantung dan tulang, diet yang padat protein serta asupan sayur dan buah, juga sejumlah terapi psikologi untuk menekan efek stress.

Masa Premenopause Masih Bisa Hamil

Masa premenopause dengan masa menopause adalah sesi yang berbeda. Sementara pada masa menopause seluruh fungsi produksi telur pada ovarium sudah berhenti maka pada masa premenopause ovarium masih mungkin untuk memproduksi telur meski dalam jumlah terbatas dan periode yang tidak tentu.

Itu sebabnya, ketika masa premenopause wanita tetap mungkin untuk hamil, meski dalam prosentasi kemungkinan yang kecil. Karenanya secara medis pada masa-masa transisi ini wanita tetap disarankan menggunakan alat kontrasepsi.

Meski demikian penggunaan kontrasepsi hormonal semacam pil atau suntik sendiri juga bisa memberi reaksi pada mereka dimasa menjelang menopause. ini hampir serupa dengan pengaruh terapi hormon pengganti terhadap kesehatan wanita di usia lanjut.

Beberapa pakar menyarankan, bila gejala yang muncul tidak terlalu mengganggu dan sekiranya tidak memerlukan terapi hormonal, wanita di usia ini akan disarankan untuk melepas kontrasepsinya. Untuk keamanan aktivitas seksual pasangan bisa menggunakan kondom sebagai sarana kontrasepsi.

Masa Menopause Tetap Bisa Bahagia

Tidak dipungkiri bahwa ada pengaruh dari perubahan hormonal dengan masalah stabilitas emosi. Sebenarnya ini masih terkait dengan pengaruh estrogen dan progesteron terhadap stabilitas sel otak dan fungsi neurotransmitter.

Hanya sebenarnya, kebanyakan kasus depresi yang terjadi pada wanita di usia ini lebih disebabkan oleh unsur psikologi. Sejumlah pandangan budaya, stigma yang muncul dan sejumlah pemikiran terkait rasa tidak percaya diri kerap kali lebih berperan ketika wanita pada masa ini mengalami depresi.

Tetap berupaya berpikir positif dan tidak berhenti aktif adalah cara efektif untuk tetap bugar dan nyaman dalam menjalani masa-masa premenopause. Justru sejumlah pakar melihat bahwa efek depresi dapat meningkatkan tingkat keparahan gejala yang muncul.

Pola makan akan membantu menghambat proses menopause

Mereka yang menjalankan pola makan dengan tepat akan memiliki kecenderungan untuk mengalami masalah menopause yang lebih lambat. Dan memiliki keluhan premenopause yang lebih ringan.

Menurut riset yang dikembangkan Leeds University Inggris, makanan dari jenis biji-bijian, kacang-kacangan, kecambah dan ikan-ikanan memiliki pengaruh positif untuk memperpanjang umur kesuburan wanita.

Sedang makanan yang terlalu kaya komponen karbohidrat, terutama dari jenis karbohidrat sederhana akan mempercepat datangnya masa premenopause.

Efek karbohidrat terhadap menopause relatif signifikan. Karena asupan ini meningkatkan kadar gula darah dan mendorong fungsi endokrin bekerja keras untuk memproduksi hormon insulin yang bekerja menurunkan kadar gula darah.

Sementara kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan memiliki komponen asam lemak omega 3, zink, vitamin B dan vitamin E serta komponen anti oksidan akan membantu memperpanjang masa kerja fungsi endokrin.

Fungsi endokrin yang akan mengatur produksi sistem hormon dalam tubuh, termasuk produksi hormon progesteron dan hormon estrogen. Sementara turunnya kadar kedua hormon inilah yang menyebabkan menopause.

Itulah sejumlah fakta yang perlu Anda kenali terkait dengan masalah menopause. setiap wanita akan mengalami kondisi tersebut, hanya soal waktu kapan kondisi tersebut tiba.

Memahami dengan baik apa yang terjadi pada kondisi kesehatan wanita pada periode ini akan membantu Anda mempersiapkan diri dengan lebih baik. Dan tidak akan mustahil untuk tetap sehat, fit dan bahagia di masa menopause.

Advertisement
Alinesia