Pengaruh Antasida Terhadap Bakteri

577
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Apa pengaruh antasida terhadap bakteri pencernaan dalam tubuh Anda? Apakah konsumsi antasida dapat berdampak buruk bagi metabolisme tubuh?

Mari kita perhatikan ulasan singkat sehubungan dengan kaitan antasida terhadap bakteri tubuh. Hal ini tentu akan membantu Anda untuk lebih cermat dalam memilih perawatan yang tepat.

Sistem Pencernaan — Pengaruh Antasida Terhadap Bakteri

Antasida merupakan obat yang digunakan dalam mengatasi asam lambung. Namun, jenis obat ini juga memiliki pengaruh yang negatif bagi kondisi lambung itu sendiri, sehingga terjadi peradangan lambung atau yang dikenal dengan istilah gastritis atrofi.

Sakit perut terkadang disebabkan oleh adanya peningkatan asam lambung. Rasa sakit ini bisa jadi karena reaksi asam lambung yang sangat kuat dan kondisi lambung atau usus yang melemah, sehingga beberapa orang memilih untuk menuntaskannya dengan antasida. Sayangnya obat ini memicu terjadinya penyusutan lambung.

Antasida

Apa itu Antasida? Ini adalah jenis obat sakit perut yang digunakan untuk menekan sekresi asam lambung. Asam lambung merupakan cairan yang dihasilkan lambung untuk membunuh bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui makanan. Ada sekitar 400 miliar bakteri yang dapat masuk kedalam lambung Anda melalui makanan. Lalu apa kaitan antara antasida, asam lambung, dan bakteri?

Setelah meminum antasida, sekresi asam lambung akan melambat – hal ini menyebabkan terhambatnya sekresi pepsin maupun asam hidroklorida yang sangat diperlukan untuk mengaktifkan enzim pencernaan. Jika ini terjadi tentu akan menyulitkan proses mencerna makanan dan proses penyerapan zat gizi – khususnya zat besi yang sangat dibutuhkan untuk menghindari anemia. Kondisi ini juga dialami oleh orang yang pernah melakukan prosedur medis gastrektomi atau pengangkatan lambung. Terhambatnya sekresi asam lambung juga berpengaruh pada sistem pertahanan tubuh.

Baca juga:  Pengaruh Antasida Terhadap Gastritis dan Heartburn

Bakteri

Sistem kekebalan tubuh ini akan melemah dan memengaruhi ekosistem di dalam pencernaan Anda. Ingatlah bahwa di dalam usus Anda terdapat lebih dari 100 triliun bakteri, ini semua termasuk 3 kelompok bakteri, yaitu; bakteri baik, bakteri jahat, dan sebuah jenis bakteri yang dapat berubah menjadi baik atau jahat. Saat kekebalan tubuh melemah, jumlah bakteri jahat bisa saja meningkat dibandingkan dengan bakteri baik, hal inilah yang perlu diwaspadai. Mengingat golongan bakteri yang terakhir cenderung berpihak pada bakteri yang jumlahnya lebih banyak. Hal ini tentu merugikan!

Peningkatan jumlah bakteri jahat dalam sistem pencernaan dapat terjadi karena ekosistem yang mendukungnya, misalnya saat makanan tidak dicerna dengan baik, ini akan langsung melaju begitu saja kedalam usus. Di dalam usus yang bersuhu sekitar 37° celcius sangat cocok untuk proses pembusukan dan fermentasi makanan tersebut, sehingga menjadi tempat yang kondusif bagi perkembangbiakan bakteri jahat, semakin banyak jumlahnya semakin mudah Anda sakit.

Lalu, bagaimana Anda dapat menghindari terjadinya kondisi ini? Tentu dengan mengurangi konsumsi antasida atau menggantinya dengan suplemen lain yang dapat meningkatkan produksi enzim pencernaan dan menetralisir asam lambung dengan aman. Cara terbaik adalah menjaga pola makan tetap sehat, ini adalah langkah awal agar Anda dapat menghindari penipisan lapisan lambung. Peningkatan enzim yang ada dalam tubuh Anda tentu akan meningkatkan energi hidup Anda dan secara otomatis meningkatkan sistem pertahanan tubuh – dengan kata lain mutu kehidupan Anda akan lebih baik, karena terhindar dari serangan berbagai macam penyakit! Bukankah demikian!

Pengaruh Antasida Terhadap Gastritis dan Heartburn