Pengaruh Antasida Terhadap Gastritis dan Heartburn

610
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Kali ini Anda akan melihat bagaimana keterkaitan antara Antasida terhadap gastritis dan heartburn. Ya, antasida merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap gastritis dan heartburn?

Bagaimana ini dapat terjadi? Mari kita perhatikan keterangan berikut yang menguraikan proses awal gangguan ini!

Sistem Pencernaan — Pengaruh Antasida Terhadap Gastritis dan Heartburn

Sebelumnya kenali dulu setiap bagian yang ada di dalam lambung Anda dan fungsinya. Tahukah Anda bahwa permukaan lambung Anda terdiri dari tonjolan-tonjolan kecil yang disebut vili? Apa fungsinya? Tonjolan ini berfungsi mengeluarkan asam lambung. Asam lambung sendiri sebenarnya zat alami tubuh yang membantu proses pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai kuman penyebab penyakit, dengan kata lain – asam lambung bekerja sebagai desinfektan. Hanya saja bila kondisi lambung dan sistem pencernaan Anda sudah terganggu – tentu saja asam lambung dapat memicu rasa sakit.

Pada saat seseorang mulai merasakan nyeri atau perih pada lambung, beberapa orang mulai mengonsumsi Antasida untuk menetralisasi asam lambung sehingga penderitaan yang dirasakan dapat berkurang. Hanya saja ini tidak selalu berdampak baik, khususnya bagi penggunaan berjangka panjang. Apa dampaknya? Konsumsi Antasida yang dilakukan terus-menerus akan menyebabkan penyusutan vili, apabila ini terjadi fungsinya sebagai saluran eksresi asam lambung akan melemah, kondisi ini dikenal dengan istilah penyusutan mukosa. Apabila penyusutan mukosa berlangsung terus-menerus, mukosa lambung atau lapisan pada dinding lambung akan mengalami penipisan sehingga mudah meradang.

Gastritis

Peradangan lambung atau gastritis atrofi dapat menjadi tempat yang cocok bagi perkembangan bakteri Helicobacter Pylon (H. pylon) dan memperparah kondisi peradangan lambung. Kondisi yang parah ini juga mengarahkan Anda pada tingkat penyakit yang lebih serius lagi, yaitu kanker lambung dengan kemungkinan 2 atau 6 kali lipat. Cukup serius bukan?

Infeksi yang bakteri H. Pylori lebih banyak menimpa penduduk Amerika Serikat. Tentu saja orang yang memiliki usia diatas 50 tahun juga menjadi sasaran empuk dari bakteri berbahaya ini. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki kondisi ini berakhir dengan kanker lambung. Guna mencegah terjadinya hal demikian, sebaiknya Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan lambung yang dapat membahayakan kondisi lambung Anda. Ini hendaknya dilakukan setelah konsultasi dengan dokter spesialis lambung yang menangani masalah kesehatan Anda, guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan rutin guna mengetahui kondisi lambung sebelum menjadi kronis.

Baca juga:  Pengaruh Antasida Terhadap Bakteri

Tindakan pencegahan dilakukan dengan menjaga konsumsi makanan dari sekarang, sebelum Anda merasakan gangguan yang timbul pada sistem pencernaan. Bila Anda merasa sudah terlambat, janganlah putus asa – masih ada banyak cara untuk meringankan gejala-gejala dari peradangan lambung yang Anda derita, yaitu dengan menghindari pemicunya.

Heartburn

Apa itu heartburn? Heartburn adalah suatu kondisi manakala asam lambung mengalir naik menuju kerongkongan. Sesuai dengan namanya, pasien yang mengalaminya cenderung merasakan sensasi terbakar sehingga timbul sakit serta perasaan tidak nyaman. Walau memang ada beberapa makanan yang dapat memicu terjadinya heartburn, seperti; jeruk, tomat, bawang putih, makanan yang pedas, pepermin, alkohol dan kafein – tapi kebanyakan penyebabnya ialah kebiasaan makan yang tidak baik atau berlebihan. Lalu, bagaimana proses terjadinya heartburn? Apa kaitannya dengan Antasida?

Perlu Anda ketahui bahwa keadaan dalam kerongkongan sebenarnya cenderung bersifat basa, kondisi ini menyebabkan kerongkongan mudah bereaksi terhadap asam. Ketika seseorang mengalami kenaikan asam lambung – ini akan terkumpul di dalam kerongkongan dan tanpa disadari orang tersebut menelan air liur yang mengandung basa guna menurunkannya.

Namun, terkadang ada suatu situasi dimana Anda tak dapat menurunkannya dengan cara seperti itu. Situasi ini terjadi saat Anda makan berlebihan atau sulit mencerna, sewaktu Anda mencoba mengembalikan asam melalui air liur – ini malah melukai kerongkongan Anda dan menimbulkan ketidaknyamanan, namun hal ini berkurang saat Anda mulai mengonsumsi Antasida. Efek penetralisasi ini sebenarnya menekan sekresi asam lambung yang berkelanjutan. Banyak dokter menganjurkan penggunaan obat ini, karena beranggapan bahwa Anda mengalami kelebihan asam lambung.

Walau dapat mengatasi heartburn, dampak pengobatan yang mengakibatkan kerusakan yang serius juga bisa terjadi. Dr. Hiromi Shinya mengatakan ‘tidak ada yang namanya terlalu banyak asam lambung’, apa alasannya? Karena asam lambung dihasilkan untuk menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh. Penggunaan obat seperti Antasida hanya bersifat mengambil alih mekanisme alami tubuh yang akan memperpendek masa kehidupan Anda. Jadi, bagaimana cara terbaik untuk mengendalikan heartburn?

Baca juga:  Pengaruh Antasida Terhadap Bakteri

3 Langkah Kendalikan Heartburn

Ada 3 hal yang perlu Anda perhatikan, ketiganya berkaitan dengan kebiasaan hidup. Mengabaikan ketiga hal ini bukan saja menyebabkan heartburn, tapi juga memicu timbulnya penyakit yang berkaitan, seperti obesitas dan gangguan pencernaan lainnya.

Pertama, hentikan kebiasaan makan dan minum yang berlebihan. Menuruti nafsu makan Anda tidak akan menghasilkan manfaat bagi kesehatan, ini menambah beban kerja sistem pencernaan Anda.

Kedua, hentikan kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol, bahkan kopi – karena senyawa yang terkandung didalamnya dapat memicu heartburn.

Ketiga, hentikan kebiasaan makan selama 5 jam sebelum Anda beristirahat. Sehingga saat Anda beristirahat, makanan sudah memasuki proses pencernaan. Jika Anda merasa lapar ditengah malam, sebaiknya jangan turuti godaan tersebut!

Jika Anda tidak dapat melakukan ini sekaligus, sebaiknya coba lakukan secara bertahap. Merubah suatu kebiasaan memang bukan hal yang mudah, hal ini tidak semudah membangunnya – terlebih jika kita menyukai kebiasaan tersebut, namun apabila kebiasaan ini hanya mendatangkan kesulitan bahkan kematian bagi Anda dimasa mendatang, bukankah lebih baik bagi Anda untuk mengubahnya? Manakah pilihan Anda?

Pengaruh Antasida Terhadap Bakteri


Hiromi Shinya, MD. The Miracle of Enzyme. March 2012. Page 74-89