Daftar Jamu Aman: Perhatikan Efektivitasnya!

296
Daftar Jamu Legal yang Aman dan Terdaftar di BPOM
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Ingin tahu daftar jamu legal yang dikonsumsi aman dan terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)? Penasaran dengan statistik produk jamu atau herbal yang terdaftar di BPOM? Bagaimana cara melihat apakah jamu atau herbal yang Anda konsumsi aman untuk dikonsumsi?

Temukan daftar jamu legal yang dikonsumsi aman dan terdaftar di BPOM, berikut! Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan seberapa aman produk jamu tradisional yang Anda konsumsi. Sehingga, terhindar dari efek samping yang merugikan.

Kenali Daftar Komposisi Jamu Aman Berikut!

Ada beberapa tips yang bisa diperhatikan oleh pengguna produk herbal ataupun jamu. Saat Anda memilih untuk membeli produk kesehatan, selalu pastikan bagaimana kemasannya. Misalnya; apakah kemasan dalam keadaan rusak (robek, penyok, berlubang, berkarat, atau bocor), lihat juga tanggal produksi dan kedaluwarsanya.

Pastikan label dalam kemasan memuat nama suplemen, nama beserta alamat jelas produsen atau distributor. Periksa komposisi bahan yang tertera dalam brosur ataupun kemasan. Lihat juga bagaimana penyajian herbal termasuk dosis dan bahan aktif didalamnya. Lalu lihat legalitasnya, misalnya adakah izin edar BPOM untuk produk jamu atau herbal yang hendak Anda konsumsi.

Jika produk herbal tertentu mengklaim adanyanya manfaat dari produk yang mereka konsumsi, pastikan juga jika terdapat lampiran berupa bukti klaim tersebut. Juga, hindari komposisi daftar jamu berbahaya. Apabila Anda memperoleh resep racikan obat dari seorang herbalis, pastikan agar izin praktek sang herbalis yang seharusnya terdaftar di Dinas Kesehatan Republik Indonesia.

Perlu diingat bahwa sekalipun beberapa jenis obat herbal ataupun jamu telah memiliki perizinan yang diberikan oleh BPOM, terkadang ada juga yang ditarik perizinannya. Hal ini dikarenakan setelah pengujian dilakukan kemabali, ternyata terdapat Bahan Kimia Obat didalam herbal tersebut ataupun terdapat campuran senyawa kimia berbahaya lainnya.

Hal terakhir yang perlu Anda perhatikan ialah logo dalam kemasan, apakah produk yang dikonsumsi tergolong jenis Jamu, Obat Herbal Terstandar, atau Fitofarmaka. Selalu perhatikan daftar jamu legal yang dikonsumsi aman dan terdaftar di BPOM. Agar Anda dapat dengan aman dan nyaman dalam mengonsumsi jamu atau herbal sebagai pengobatan tradisional.

Ini Dia—Jenis Jamu atau Herbal Yang Sering Digunakan

Jika Anda sedang mencari jenis jamu atau herbal untuk membantu proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima, sekarang Anda berada di jalur yang tepat. Beberapa informasi berikut membantu Anda dalam mengetahui jenis jamu ataupun herbal yang sering digunakan oleh penduduk Indonesia sejak zaman nenek moyang. Lalu, seberapa aman konsumsi jamu?

Baca juga:  Jamu Tradisional Indonesia: Warisan Herbal Era Modern

Beberapa tahun lalu, Bapak Hary Wahyu Triestanto Wibowo selaku Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM menyebutkan pada tim redaksi kompas bahwa “Semua jenis obat itu telah melalui standar penilaian yang dilakukan BPOM, sehingga dijamin keamanan, khasiat, serta mutunya”.

Saat itu ada sekitar 6 jenis fitofarmaka, maupun 31 jenis obat herbal terstandar, beserta dengan ribuan jamu yang terdaftar di BPOM. Namun, untuk dapat memperoleh status obat herbal terstandar, maka perlu adanya bukti preklinik, melalui percobaan terhadap hewan. Sedangkan status fitofarmaka memerlukan adanya bukti preklinik dan bukti klinik, melalui uji coba manusia.

Sedangkan pada kategori jamu yang telah teruji selama ratusan tahun dalam menjaga kesehatan penggunanya, disebutkan tidak perlu memiliki bukti pengujian preklinik maupun klinik. Asalkan bukti manfaat jamu tersebut, memang berkhasiat secara turun-temurun. Walau demikian proses pembuatan jamu harus sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, termasuk segi sanitasi.

Sehubungan dengan kategori obat herbal sendiri, terdapat dua jenis penggolongan. Misalnya; obat herbal tradisional dan obat herbal non-tradisional. Pada obat herbal tradisional merupakan jenis obat yang penggunaan bahannya berasal dari alam seperti halnya jamu dengan manfaat yang sudah teruji secara turun-temurun.

Sedangkan pada obat herbal non-tradisional bahan dan kandungan yang digunakan sama-sama memiliki potensi manfaat, hanya saja penggunaannya tidak ada dalam sejarah pengobatan tradisional nenek moyang. Agar herbal tertentu dapat menjadi salah satu dari daftar jamu legal yang aman dan terdaftar di BPOM perlu melalui serangkaian pengujian ketat, berikut beberapa jenis yang teruji dengan baik.

Jahe (Zingiber Officinale)

Kemampuan jahe dalam membantu gangguan kesehatan seperti; mual-muntah, sakit perut, pusing (vertigo), nyeri haid, hingga nyeri sendi (osteoarthritis dan rematik) sudah terbukti secara empiris. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa aktif yang kuat dalam jahe, bernama “gingerol”. Aktivitas senyawa ini bahkan mampu mencegah pertumbuhan sel kanker usus, maupun sebagai penurun berat badan. Namun, konsumsi jahe hendaknya dibatasi hingga 4 gram perhari guna mencegah efek samping berupa; kembung, mulas, sakit perut, hingga diare.

Kencur (Kaemferia Galanga)

Sebagai keluarga dari tanaman rimpang, kencur mampu membantu atasi batuk berdahak, diare, deman, sakit gigi, meningkatkan nafsu makan, cedera otot setelah olahraga, hingga mengurangi stres. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa aktif dalam kencur yaitu; minyak atsiri dan senyawa aktif lainnya (misal: saponin, flavonoid, dan polifenol). Aktivitas senyawa tersebut menjadikan kencur sebagai herbal antidepresan dan anti peradangan.

Baca juga:  Jamu Kanker: Warisan Leluhur Yang Perlu Dilestarikan

Meniran (Phylantus Niruri)

Manfaat meniran disebutkan telah teruji secara ilmiah dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati hepatitis, gangguan pernafsan, kencing manis, ataupun penyakit kuning. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa aktif meniran, yaitu; ascorbic acid, garlic acid, hinokinin, hydroxy niranthin, hypophyllanthin, isolintetralin, isoquercetin, niranthin, nirurin, nirurinetin, nirtetrali, norsecurinine, phyllanthin, phyllanthenol, phyllnirurin, phylltetrin, quercetin, quercitrin, ricinoleic acid, rutin, dan salicylic acid methyl ester.

Mengkudu (Morinda Citrifolia)

Pemanfaatan mengkudu dalam daftar jamu aman sudah tak dapat dipungkiri lagi, manfaatnya telah membantu banyak penderita hipertensi, kolesterol, asam urat, diabetes, hingga kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa aktif didalamnya. Seperti; xeronine, anthraquinone, scopoletin, asam benzoat, nitric oxide, dan vitamin-C. Peranan mengkudu atau Noni Juice bagi tubuh sangat penting guna menghindari terjadinya peradangan. Sehubungan dengan efek samping, belum ditemukan penelitian sehubungan dengan hal tersebut.

Temulawak (Curcuma Xanthoriza)

Temulawak juga merupakan keluarga dari tanaman rimpang yang digunakan untuk penyakit radang sendi, rematik, kolesterol, peningkat nafsu makan, kencing batu, sakit kuning, ambeien, diare, sakit maag, asma, sariawan, batuk, panas, pegal-pegal, serta peningkatan ASI. Hal ini dimungkinkan oleh kandungan senyawa aktif, yakni; kurkuminoid, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa, mineral dan senyawa aktif lainnya (misal: alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpennoid, dan glikosida).

Pastikan agar beberapa daftar jamu legal yang dikonsumsi aman dan terdaftar di BPOM. Konsumsi jamu maupun herbal yang sudah terstandar dengan baik tentu akan melindungi Anda agar dapat pulih maksimal. Anda pun tak perlu ragu dan “meraba-raba” apakah jamu atau herbal yang Anda konsumsi aman, jika mengetahui legalitas obat tradisional tersebut.

Walau demikian, sekalipun herbal yang dikonsumsi sudah terdaftar Anda masih perlu memperhatikan dosis penggunaan dan cara minum yang benar. Sehingga penggunaan jamu dan herbal dapat bekerja tanpa efek samping. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda, apakah sudah pulih atau belum.


Badan Pengawas Obat dan Makanan. Cek Produk BPOM. 4 Maret 2019. URL: http://cekbpom.pom.go.id/.


Advertisement
Alinesia