Cetirizine: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Cetirizine adalah salah satu jenis obat antihistamin yang bekerja dengan mengurangi zat histamin alami dalam tubuh. Histamin itulah yang memicu gejala bersin, gatal, mata berair, dan hidung meler. Karena itu obat cetrizine sering digunakan untuk mengatasi pilek atau gejala alergi seperti diatas.

Selain itu obat cetirizine juga dimanfaatkan untuk mengatasi gatal-gatal serta pembengkakan yang disebabkan oleh biduran/kaligata. Namun, cetirizine tidak dapat mengatasi reaksi alergi yang parah seperti anafilaksis atau alergi yang menyebabkan mual, muntah, dan sakit di daerah perut.

Aturan Pakai Cetirizine

Cetirizine tergolong sebagai obat yang membutuhkan resep dan anjuran dokter untuk penggunaannya. Obat ini dapat digunakan pada anak usia 2 tahun ke atas sampai dewasa. Dosis aman cetirizine juga beragam sesuai dengan saran dokter dilihat dari usia, riwayat kesehatan, dan reaksi obat yang berdampak pada pasien.

Untuk anak di usia 2-6 tahun dosis aman cetirizine adalah 2,5 mg satu kali sehari. Anak di usia 6-12 tahun dosis aman cetirizine adalah 2,5 mg 2 kali sehari atau setiap 12 jam, dan untuk anak di usia 12 tahun ke atas dosis amannya adalah 10 mg satu kali sehari. Cetirizine dapat dikonsumsi sesudah atau sebelum makan, dan pastikan membaca keterangan pada kemasan serta sesuai anjuran dokter.

Cetirizine tersedia dalam dua bentuk dan dosis yang berbeda yaitu bentuk tablet dengan dosis 10 mg per tablet dan bentuk larutan atau sirup dengan dosis 1mg/ml. Untuk penggunaan tablet kunyah sebaiknya kunyahlah tablet dengan baik sebelun ditelan.

Jika tabet berupa tablet hisap, biarkan tablet larut di lidah sebelum ditelan, dengan atau tanpa air. Apabila obat tersebut berbentuk sirup atau cair gunakanlah sendok pengukur dosis yang khusus diberikan pada kemasan obat. Jangan gunakan sendok makan rumah karena dapat menyebabkan dosis yang diberikan kurang tepat.

Ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Sebaiknya untuk wanita hamil, menyusui, dan anak-anak perlu menyesuaikan dengan cermat dosis yang dibutuhkan sesuai anjuran dokter.
  • Sebaiknya untuk pengidap gangguan ginjal, hati, diabetes, porfiria, atau alergi terhadap obat-obatan terutama antihistamin berhati-hati ketika mengonsumsi obat ini, dan perlu saran dari dokter.
  • Hentikan pemakaian jika gejala sudah mereda.
  • Apabila terjadi overdosis atau alergi terhadap obat, segera hubungi dokter.

Obat ini hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter. Jangan melebihi atau mengurangi dosis atau menggunakan lebih lama dari jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Efek Samping Cetirizine

Meski jarang terjadi, cetirizine juga berpotensi menimbulkan efek samping pada penggunanya. Efek samping cetirizine yang bisa muncul setelah penggunaan yaitu antara lain: mengantuk, sakit kepala atau pusing, merasa lemas pada tubuh, gelisah, sakit tenggorokan, diare, mual, dan mulut kering.

Jika terjadi gejala seperti di atas setelah pemakaian obat sebaiknya Anda menghentikan penggunaan obat atau segera mengkonsultasikannya ke apoteker atau dokter. Bagi beberapa orang terdapat juga gejala yang cukup serius yang dapat timbul setelah penggunaan obat. Beberapa efek samping cetirizine yang serius dan harus mendapat pertolongan medis antara lain:

  • Reaksi alergi yang parah seperti sulit bernapas, pembengkakan wajah, leher lidah atau tenggorokan akibat reaksi alergi terhadap cetirizine
  • Detak jantung berdebar-debar, berdetak cepat, atau tidak beraturan
  • Kelemahan, gemetar tak terkendali (tremor), atau susah tidur (insomnia)
  • Perasaan gelisah yang parah, menjadi hiperaktif
  • Kebingungan
  • Masalah penglihatan
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau malah tidak sama sekali
  • Mengalami kejang-kejang
  • Memar dibawah kulit atau pendarahan yang tidak normal

Perlu diingatkan lagi bahwa untuk mengonsumsi obat ini hanya boleh dengan petunjuk dokter, agar tidak terjadi reaksi efek samping yang berlebihan. Meski demikian hanya sedikit orang yang akan mengalami efek samping serius, sedangkan sebagian pengguna lain hanya mengalami efek samping ringan atau bahkan tidak mengalami dampak apapun setelah penggunaan obat ini.

Alternatif Herbal untuk Cetirizine

Beberapa orang mencari alternatif herbal yang dapat digunakan sebagai pengganti penggunaan obat Cetirizine yang berfungsi sebagai anti alergi, dan tentunya tanpa efek samping. Salah satu alternatif herbal yang dapat digunakan sebagai pengganti fungsi cetirizine adalah teh hijau.

Teh hijau memiliki antihistamin alami yang dapat digunakan sebagai pengganti ceterizine. Kandungan teh hijau telah terbukti dapat pula meringankan alergi dengan cara alami yang memiliki fungsi setara dengan cetirizine sebagai pereda alergi.

Teh hijau tentunya lebih sehat dan merupakan obat terbal yang tanpa efek samping. Teh hijau memiliki kandungan EGCG atau Epigallocatechin Gallate yang dapat mengehentikan alergi yang terjadi pada tubuh dan mencegah terjadinya alergi kembali.

Epigallocatechin Gallate merupakan sejenis antioksidan alami yang menghasilkan senyawa histamin dan immunoglobulin yang berfungsi menghentikan penyebaran toksin-toksin berbentuk alergen yang menyebabkan gatal atau alergi pada tubuh. Untuk mengonsumsi teh hijau sebagai salah satu obat herbal pengganti cetirizine dapat dengan menyeduhnya dengan sedikit air panas dan meminumnya selagi hangat.

Selain itu bisa pula dengan cara dihaluskan atau dicampur dengan madu. Serbuk teh hijau ini akan menggantikan peran cetirizine untuk menghilangkan alergi pada tubuh Anda yang tentunya tanpa efek samping. Konsumsi teh hijau setiap hari dapat menghilangkan alergi secara berangsur-angsur dan khasiat teh hijau lainnya juga akan bermanfaat untuk tubuh.

Alternatif herbal berikutnya adalah Noni juice. Herbal ini sudah teruji secara klinis ampuh mengatasi berbagai gejala alergi. Dalam penelitian Dr. Neil Solomon yang melibatkan 25.314 pengguna Noni juice dari 80 negara dengan melibatkan 1.227 ahli kesehatan memperlihatkan bahwa dari 3.198 pasien alergi, ada 86% yang dinyatakan sembuh!*

Beragam kandungan Noni juice saling bekerja sama dalam mengatasi penyebab alergi sampai ke akarnya, sekaligus di saat bersamaan kandungan-kandungan tersebut memperbaiki dampak/gejala yang disebabkan oleh alergi. Karena itu jika Anda rutin minum herbal ini, bukan hanya gejala alergi yang dihilangkan tetapi juga kemungkinan kambuhnya alergi juga ditekan seminimal mungkin.

Jika Anda merasa khawatir akan efek samping yang disebabkan reaksi obat kimia, Anda dapat menggunakan obat herbal sebagai alternatif yang lebih aman. Anda dapat mengobati alergi yang dialami dengan menggunakan ekstrak teh hijau sebagai alternatif herbal untuk citrizine atau herbal Noni juice yang sudah teruji secara klinis.

*) Penjelasan lebih lengkap mengenai hasil penelitian Dr. Neil Solomon bisa Anda lihat di artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Berbagai Penyakit Berat!

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}