Cara Meningkatkan Albumin Dalam Darah


By Cindy Wijaya

Besar manfaat albumin dalam berbagai peran dalam tubuh manusia. Salah satunya untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dalam sel dan darah, membantu mengikat darah dan membantu proses penghantaran beragam senyawa dan hormon dalam tubuh. Namun di luar manfaat utamanya, bagi beberapa orang yang membutuhkan albumin lebih tinggi dari kebanyakan orang. Dan mereka membutuhkan cara meningkatkan albumin yang efektif dalam darah mereka.

Beberapa orang tersebut adalah para pengidap kondisi peradangan kronis. Dalam sebuah tulisan yang dilangsir oleh LIPI.go.id disampaikan mengenai adanya efektifitas pengobatan inflamasi dan peradangan kronis dengan asupan albumin.

Bagi manusia normal kebutuhan albumin dalam darah hanya berkisar pada nilai 3.4 sampai 5.4 gram per desiliter darah. Namun pada kasus dengan peradangan terjadi peningkatan kebutuhan albumin sampai kisaran 2 -3 kali lebih besar. Karena albumin sangat diperlukan dalam proses pembentukan kembali sel baru untuk mengganti sel-sel yang rusak.

Untuk itu, pada kasus dengan inflamasi ini, beberapa pakar akan menyarankan pasien menjalankan beberapa prosedur sebagai cara meningkatkan albumin dalam darah, salah satunya dengan diet khusus tinggi protein. Protein merupakan salah satu unsur penting bagi tubuh dalam proses pembentukan albumin dalam hati. Protein tertentu bersifat proalbumin atau menjadi materi utama dalam proses pembentukan albumin dalam hati.

Dan beberapa sumber makanan yang mengandung banyak materi protein proalbumin adalah:

  • Telur

    Dalam telur terdapat kandungan albumen. Albumen adalah salah satu unsur protein yang bersifat sebagai proalbumin, atau pembentuk dasar dari senyawa albumin.

  • Susu

    Dalam susu terdapat sejumlah protein yang juga menjadi pembentuk albumin. Yang menarik, dalam susu juga ditemukan sejumlah lemak yang menjadi salah satu materi penting yang mendorong hati membentuk albumin.

  • Beberapa Jenis Kacang

    Kacang kenari, kacang almond, kacang mete, kacang hazel dan masih banyak jenis kacang-kacangan dengan kadar protein tinggi dan lemak tak jenuh yang tinggi juga menjadi salah satu sumber makanan yang membantu proses pembentukan albumin dalam tubuh.

  • Daging Merah

    Dalam daging merah juga terdapat sejumlah asam amino penting yang bersifat proalbumin dan berperan dalam pembentukan albumin.

  • Seafood dan Ikan Air Tawar

    Seafood juga ikan air tawar juga merupakan salah satu makanan sumber protein yang memiliki kadar proalbumin tinggi dan baik untuk pembentukan albumin.

  • Kedelai

    Kadar protein dalam kedelai sangat tinggi. Dan terbukti setidaknya lebih dari 60% kadar asam amino dalam kedelai merupakan proalbumin.

Baca Juga:  Manfaat Albumin untuk Tubuh

Namun dalam proses pembentukan albumin, tubuh tidak hanya membutuhkan proalbumin atau asam amino (protein) sebagai bahan dasar albumin. Karena juga dibutuhkan lemak sebagai bahan bakar proses sintesis dan beberapa senyawa. Salah satunya adalah damnachantal, sejenis senyawa yang uga berperan dalam proses regenerasi sel dan pembentukan plasma darah. Damnachantal bisa Anda temukan dalam beberapa jenis sayuran dengan kadan antosianin tinggi, seperti noni juice.

Hanya saja, ketika seorang pasien mengalami kerusakan hati seperti pada kasus sirosis hati. Maka permasalahan supai albumin ini bisa menjadi lebih kompleks. Karena di sini hati sebagai tempat produksi albumin mengalami kerusakan dan bisa pula mempengaruhi kemampuan hati dalam memproses albumin. Maka tubuh tak lagi membutuhkan proalbumin, melainkan albumin yang siap pakai. Dan cara meningkatkan albumin terbaik bagi kasus ini adalah dengan serum albumin.

Serum albumin berbeda dengan proalbumin, karena serum ini diambil dengan mengekstrak plasma darah manusia dan mengambil kandungan albumin siap pakainya. Plasma darah sendiri harus diambil dari donor yang cocok.

Itulah beberapa variasi cara meningkatkan albumin dalam darah, baik itu dalam kondisi normal, ketika kebutuhan albumin meningkat hingga dalam kondisi tubuh tak lagi mampu memproduksi albumin secara normal.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}