Bagaimana Cara Pengobatan dan Pencegahan Malnutrisi (Kurang Gizi)?

613
Google Image

Diedit:

Seperti tikus mati di lumbung padi—demikianlah yang dialami oleh banyak penderita malnutrisi yang hidup di tengah berlimpahnya pangan. Tentu hal ini sangat memilukan hati, bukan? Lalu bagaimana cara pengobatan dan pencegahan malnutrisi?

Cara Mengobati Kurang Gizi (Malnutrisi) Pada Anak!

Jika Anda memiliki anak yang diduga mengalami malnutrisi atau kurang gizi ada baiknya untuk segera membawanya ke rumah sakit sebagai pertolongan pertama. Hal ini sesuai dengan saran yang diutarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan demikian, dokter dapat memeriksa keadaan anak dengan seksama dan dapat mengobati dehidrasi maupun infeksi yang terjadi.

Pada fase awal pengobatan, seorang anak akan diberikan asupan gizi yang disalurkan melalui hidung—ini berlangsung hingga 1 minggu. Jika keadaan sang anak sudah terlihat membaik dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu rehabilitasi. Pada tahap ini sang anak dapat diberi ASI. Seringkali anak membutuhkan dukungan secara emosi ataupun fisik, sehingga nafsu makannya dapat bertambah.

Perhatian dan pemberian kasih sayang merupakan cara yang paling ampuh dalam mengobati sang anak. Beberapa dokter dan ahli gizi bisa jadi membantu para ibu dengan memberikan tips praktis dalam merawat anak atau dalam memilih menu makanan yang bergizi agar terhindar dari kekambuhan.

Setelah kondisi anak benar-benar pulih, ia dapat dirawat di rumah dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala baik itu di rumah sakit atau klinik anak untuk mendapatkan perawatan lanjutan yang memadai. Demikianlah pengobatan yang dapat Anda lakukan jika sang anak mengalami kekurangan gizi.

Bagaimana Cara Mencegah Kurang Gizi (Malnutrisi) Pada Anak!

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kurang gizi, misalnya di wilayah tempat tinggal Anda sendiri pemerintah biasanya menyediakan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Disana Anda dapat memperoleh informasi mengenai makanan yang bergizi, termasuk pemberian vaksin yang dapat mencegah timbulnya penyakit yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Apa Penyebab dan Akibat Malnutrisi Protein Energi (PEM)?

Anda sendiri dapat mencegah kurang gizi dengan menjaga kualitas air yang Anda gunakan untuk kepentingan sehari-hari. Rutinlah memeriksa kesehatan anak kepada dokter anak setelah anak berusia 1 minggu, lalu 1 bulan sekali. Berhati-hatilah jika sang anak mengalami dehidrasi, diare, atau demam.

Ingatlah bahwa malnutrisi atau kurang gizi terjadi karena seseorang mengalami penurunan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu memerhatikan makanan yang di konsumsi adalah hal yang penting dalam memerangi kekurangan gizi.

Bagi sang buah hati, asupan makanan berupa bubur beras yang lembut dan campuran sayuran yang dilumatkan adalah cara yang baik, namun yang terbaik tetaplah pemberian ASI. Maka dari itu, sang ibu juga perlu menjaga makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Pastikan agar Anda mengonsumsi makanan yang dapat memperbaiki kualitas ASI, misalnya bayam, sarden, salmon, brokoli, yoghurt, kuning telur, pisang dan jeruk.

Advertisement
Alinesia