Bagaimana Cara Membantu Anak Disleksia?

616

Diedit:

Banyak anak yang memiliki disleksia tidak mendapatkan tindakan penanganan yang tepat, seringkali karena tidak terdiagnosis sehingga mereka tidak diajar dengan cara yang benar.

Padahal anak disleksia perlu ditangani dan dibantu dengan teknik belajar atau program pengajaran khusus. Semakin cepat anak dibantu, semakin cepat pula anak belajar mengatasi masalah membaca.

Teknik belajar untuk anak disleksia biasanya melibatkan indra pendengaran, penglihatan, dan perasa. Misalnya mendengarkan pelajaran atau cerita melalui rekaman audio, agar anak bisa berulang kali mendengarnya. Sehingga ia dapat menunjuk huruf serta kata-kata yang didengar pada kertas.

Melalui contoh teknik belajar tadi, anak Anda dibantu untuk;

  • Belajar mengenali bunyi terkecil yang membentuk kata-kata (fonem).
  • Memahami huruf-huruf yang mewakili bunyi tadi.
  • Memahami apa yang sedang dia baca atau dibacakan.
  • Membuat kosakata.

Jika anak memiliki gangguan belajar yang berat, seringlah mengajarnya dan jangan berharap ada perkembangan yang cepat. Anak penderita disleksia berat bisa jadi tidak akan pernah dapat membaca dengan lancar.

Namun bukan berarti mereka tidak bisa sukses, karena tidak sedikit anak penderita disleksia yang sebenarnya kreatif dan berbakat dalam berbagai bidang, bahkan ada yang menjadi penulis.

Bagaimana Anda Dapat Membantu Anak yang Mengidap Disleksia?

  • Ketahui sedini mungkin masalahnya. Segera bicarakan masalahnya dengan dokter anak sedini mungkin—usia TK atau awal SD, akan lebih mudah mengerti pelajaran dan berhasil di SMP atau SMA.
  • Bacakan dengan suara keras. Mulai dengan memutar rekaman audio buku cerita dan mendengarnya bersama dengan anak saat ia berusia 6 bulan atau kurang. Setelah usia anak dirasa sudah cukup, cobalah bacakan buku cerita tersebut dengan suara keras kepada anak.
  • Bekerja sama dengan guru dan sekolah. Buatlah rencana pendidikan tertulis bagi anak Anda. Kemudian bicarakan dengan guru tentang rencana tersebut dan konsultasikan apa yang bisa dilakukan olehnya atau sekolah untuk membantu kebutuhan khusus anak Anda. Ikut sertakan anak ke bimbingan belajar khusus anak disleksia jika tersedia.
  • Bersikaplah mendukung. Kesulitan untuk membaca dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak, oleh karenanya Anda diharapkan agar selalu bersikap mendukung dan nyatakanlah dalam bentuk kasih sayang. Beri dia motivasi dengan memuji bakat dan kemauannya untuk belajar.
  • Bicarakan dengan anak Anda. Anda dapat menjelaskan kepadanya apa itu disleksia karena semakin baik anak memahami kondisinya, semakin baik pula kemampuannya dalam menghadapi disleksia.
  • Buat langkah-langkah untuk membantu anak di rumah. Siapkan tempat belajar yang tenang, tertata rapih serta bersih. Jadwalkan waktu belajar yang cocok bagi anak, agar tidak mengganggu waktunya untuk istirahat, bermain, dan makan.
  • Jaga hubungan baik dengan guru. Anda dapat memastikan anak mampu mengikuti pelajaran dengan sering bertanya pada gurunya. Mintalah kepada guru agar anak mendapat waktu yang cukup untuk membaca pada saat ulangan atau ujian. Selain itu, tanyakan kepada guru apakah dia perlu rekaman ulang pelajaran tertentu di sekolah—dengan begitu anak bisa mendengarnya kembali di lain waktu.
  • Cari bantuan dokter atau profesional lain. Anak Anda mungkin memerlukan obat medis, terlebih jika dia memiliki gangguan belajar lain seperti ADHD. Selain itu, membantu anak disleksia melalui terapi tertentu juga dapat bermanfaat. Dianjurkan untuk mencari bantuan dokter atau profesional lain untuk mengetahui cara penanganan yang tepat bagi anak Anda.

Dengan melakukan saran-saran di atas, diharapkan agar Anda bisa membantu anak semaksimal mungkin. Mengingat anak disleksia sebenarnya memiliki potensi dan bakat besar yang tidak akan bisa berkembang jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga:  Disleksia: Suatu Gangguan Belajar pada Anak