Share:

Terakhir Diedit:

Di kala udara dingin dan saat musim hujan datang, sepertinya Anda menjadi familiar dengan keluhan penyakit yang oleh kebanyakan orang disebut masuk angin. Masalahnya, secara medis, penyakit ini sering dianggap sebagai mitos. Apakah benar penyakit masuk angin hanya sekedar mitos? Ataukah sebenarnya masuk angin mewakili sebuah kondisi medis tertentu? Sebenarnya apa itu masuk angin?

Masuk angin memang berkaitan erat dengan udara dingin dan efek lelah berlebihan. Sering terjadi pada mereka yang terpapar udara dingin, sering beraktivitas malam, lembur atau bekerja berlebihan, atau kehujanan.

Penyakit ini demikian banyak dikeluhkan orang, terutama di saat musim hujan. Seperti penyakit yang mudah menyebar di masyarakat bahkan tanpa pandang bulu, bisa terjadi di segala usia dan tanpa membedakan jenis kelamin termasuk tanpa membedakan status sosial dan kelompok ekonomi. Sehingga jelas berbeda dengan beberapa jenis penyakit yang lebih lazim menyerang kelompok ekonomi lemah yang hidup dalam lingkungan tidak sehat.

Biasanya keluhan masuk angin ini juga ditandai dengan tubuh yang terasa menggigil kedinginan, sedikit menghangat meski tidak bisa dikatakan demam, rasa mual, kembung, pusing, tubuh nyeri dan persendian kaku-kaku. Kadang keluhan juga disertai diare dan muntah-muntah.

Apa sebenarnya yang terjadi ketika seseorang mengalami masuk angin? Apa penyebab keluhan ini muncul? Apa hubungannya dengan udara dingin? Banyak pertanyaan yang muncul ketika berhadapan dengan keluhan masuk angin, dan kami akan mencoba membantu Anda memahami penyakit masuk angin ini secara sederhana.

Pandangan Tradisional tentang Apa Itu Masuk Angin

Secara medis tidak ada satupun ilmu yang mengenal penyakit masuk angin. Tetapi rupanya penyakit ini secara tradisional sudah diakui di seluruh kawasan Asia. Beberapa literatur catatan pengobatan Cina dan Korea mengakui adanya penyakit yang mereka juluki dengan sebutan hampir serupa dengan masuk angin.

Tentu saja mereka juga mengenal terapi yang khas untuk mengatasi masuk angin sebagaimana di Indonesia juga dikenal metode “kerokan” sebagai cara mengatasi masuk angin. Cara ini dikenal manjur membantu membuang “angin” yang terjebak dalam tubuh yang diyakini menjadi penyebab masuk angin.

Hal berbeda diterapkan di Korea dan Cina dikenal dengan tusukan jarum akupuntur pada ujung ibu jari yang sudah diikat untuk mengalirkan darah kotor yang dipercaya sebagai penyebab masuk angin versi mereka. Darah kotor menurut pengobatan Cina membantu mengalirkan aliran energi buruk yang menjadi pemicu rasa tidak enak badan karena masuk angin.

Baca juga  Masuk Angin: Penyakit Ringan yang Jangan Diremehkan

Pandangan Medis tentang Apa Itu Masuk Angin

Lalu apa sebenarnya penyebab masuk angin menurut pandangan medis? Apakah keluhan masuk angin benar karena ada aliran angin atau udara buruk yang mengendap dalam tubuh? Ternyata pandangan medis berbeda jauh dengan keluhan masuk angin.

Menurut pandangan medis, sebenarnya masuk angin berkaitan dengan masalah sirkulasi darah, masuknya udara dalam pencernaan, dan keluhan dengan kondisi otot dan sendi. Perpaduan dari beberapa kondisi inilah yang menyebabkan sejumlah keluhan yang kemudian sering disebut sebagai masuk angin.

Masuk angin secara medis dikatikan dengan masalah sirkulasi (peredaran) darah, masalah udara dalam sistem pencernaan, dan gangguan pada otot serta sendi.

Ketika tubuh mengalami sirkulasi darah yang tidak lancar, maka aliran darah menuju seluruh bagian tubuh tidak optimal. Hal ini akan menyebabkan tubuh merasa dingin. Aliran darah menuju otak terganggu dan menyebabkan tubuh merasa lemah, mengantuk dan pusing. Di saat yang sama, aliran darah yang terganggu menyebabkan sel-sel kekurangan asupan oksigen dan sumber sari makanan, yang memicu tubuh seperti kekurangan energi, mengalami pegal linu, dan lelah berlebihan.

Di saat yang sama bila Anda juga mengalami masalah masuknya udara dalam pencernaan, Anda akan merasa kembung dan mual. Kadang mual juga diakibatkan masalah pusing kepala. Sementara sirkulasi darah juga berperan membantu fungsi pencernaan berjalan baik, sehingga perpaduan antara sirkulasi darah yang tidak lancar dengan perut kembung bisa menjadi sangat serius. Termasuk di antaranya menyebabkan muntah-muntah dan diare.

Sirkulasi darah yang tidak lancar juga sering kali mengganggu kinerja saraf pada otot dan sendi. Menyebabkan otot dan sendi mengalami sejumlah gejala seperti pegal linu, rasa kaku, dan keluhan nyeri ringan.

Lalu apa yang menyebabkan sirkulasi darah bisa terganggu? Menurut pandangan medis yang kami lansir dari salah satu riset UMM, dikatakan bahwa sirkulasi darah ini dikaitkan dengan sistem mekanisme tubuh dalam bereaksi mengatasi serangan suhu dingin.

Tubuh secara otomatis akan membentuk sistem perlawanan ketika terpapar udara dingin. Efek udara dingin dari luar biasanya menyebabkan tubuh secara otomatis bereaksi untuk mempertahankan suhu tubuh, salah satunya dengan mempersempit pembuluh darah dalam tubuh dan memperlambat detak jantung.

Di saat seperti inilah kemudian tubuh akan mengalami perlambatan sirkulasi darah dan memicu terjadinya sejumlah keluhan yang sering kita kenali sebagai gejala masuk angin. Sebenarnya gejala masuk angin merupakan reaksi tubuh yang mengalami perlambatan aliran darah pada waktu kembali terpapar suhu normal.

Baca juga  Masuk Angin: Penyakit Ringan yang Jangan Diremehkan

Namun perlambatan pada sistem aliran darah ini juga bisa dipicu oleh efek lelah berlebihan, stress, kurang tidur, dan sejumlah kondisi sejenis yang menyebabkan otak memunculkan sejumlah hormon yang berkaitan dengan perlambatan ritme jantung, penurunan metabolisme dan penurunan aktivitas sel yang juga akan menyebabkan penurunan ritme sirkulasi darah.

Selain itu, masuk angin juga bisa berkaitan dengan tingginya kadar toksin dalam tubuh. Biasanya ini berkaitan dengan masalah kesehatan ginjal dan hati. Tingginya kadar toksin dan menurunnya fungsi hati serta ginjal juga bisa menyebabkan aliran darah dalam tubuh menurun. Kondisi anemia, hipertensi, atau penurunan fungsi jantung juga bisa memicu perlambatan sirkulasi darah.

Bagaimana Cara Mengatasi Masuk Angin?

Bila yang Anda alami adalah masuk angin akibat penyempitan pembuluh darah sebagai reaksi udara dingin, maka minumlah minuman hangat seperti teh jahe akan sangat membantu. Karena jahe sangat baik dalam membantu melebarkan pembuluh darah dan membantu melancarkan sirkulasi darah, memicu arteri melebar sehingga aliran darah menuju dan keluar dari jantung bergerak lebih lancar sehingga memicu jantung bekerja lebih aktif.

Jahe juga baik meredakan kembung dan mual dengan menekan produksi asam lambung yang biasanya meningkat seiring munculnya endapan gas dalam pencernaan. Juga membantu menormalkan fungsi pencernaan dan menstimulasi sejumlah enzim sehingga mencegah terjadinya keluhan diare.

Anda bisa memilih asupan hangat lain sebagai alternatif pengganti teh jahe, seperti sup berempah, teh mint, makanan pedas (tidak dianjurkan untuk yang punya gangguan lambung), dan minuman hangat lainnya. Oleskan minyak hangat di sekitar punggung, perut dan leher untuk mempercepat efek penyembuhan.

Hati-Hati dengan Kerokan

Meski secara tradisional kerokan dianggap manjur, tetapi menurut pandangan medis kerokan bukan solusi yang disarankan. Untuk jangka pendek, kerokan memang cepat melebarkan pembuluh darah. Warna merah biasanya terjadi ketika pori-pori pembuluh darah yang menyempit dan kaku melebar dan melepas sedikit sel darah ke area dekat permukaan kulit.

Itu sebabnya bila sedang tidak masuk angin efek merah yang muncul tidak kuat, karena pembuluh darah cukup elastis dan tidak mudah rusak. Sayangnya karena alasan terebut justru kerokan bisa membuat pembuluh darah menjadi ringkih bila terlalu sering dilakukan. Dan berisiko membuat seseorang semakin mudah mengalami masuk angin. Karena alasan ini, sebaiknya terapi kerokan tidak terlalu sering dilakukan.

Waspadalah jila gejala demam ringan, pegal linu, mual, diare, kembung, dan pusing masih berlanjut selama 2 hari. Karena bisa jadi sebenarnya gejala masuk angin yang Anda alami mengacu pada keluhan kesehatan yang lebih berat seperti flu, masalah hati dan ginjal, gangguan pencernaan, atau bahkan masalah jantung dan diabetes.

Itulah sejumlah informasi terkait dengan apa itu masuk angin, penyebab, dan bagaimana penangannya menurut pandangan medis. Sebaiknya pahami apa itu masuk angin untuk pencegahan dan penanganan yang tepat dan aman.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.