Apa Gejala Tumor Ovarium?


By Cindy Wijaya

Tumor ovarium disebut juga dengan tumor indung telur, mengingat kata ‘ovarium’ sendiri berarti indung telur dan ‘tumor’ mengidentifikasi adanya benjolan yang tidak normal dan bersifat non-kanker. Sekalipun indikasi antara tumor dan kanker ialah munculnya benjolan, namun sifat keduanya berbeda.

Pada tumor ovarium sifatnya cenderung jinak, sedangkan pada sel kanker sifatnya ganas dan dapat menyebar ke jaringan tubuh lainnya. Sebenarnya baik itu kista ataupun tumor jinak seringkali tidak memperlihatkan gejala-gejala di masa pertumbuhan awal, sama seperti kanker.

Namun beberapa wanita yang berhasil didiagnosis oleh dokter seringkali memberikan keterangan menarik mengenai gejala tumor ovarium, berupa ketidakteraturan menstruasi yang disertai dengan bercak darah. Lalu, pada kista korpus luteum; bercak darah dapat menimbulkan rasa sakit dan nyeri di area panggul.

Anda juga perlu waspada akan gejala demam yang disertai dengan mual, muntah, dan perut terasa kosong – bisa jadi Anda mengalami infeksi yang disebut gangguan peritonitis. Kondisi lain yang melibatkan sakit perut ialah perubahan posisi indung telur atau torsi adneksa.

Gejala tumor ovarium lainnya ialah tekanan yang terasa berat di area sekitar perut – ini disebut juga asites yang terjadi karena akumulasi cairan karena kanker ovarium ataupun fibroma. Tekanan juga dapat terasa pada kandung kemih dan menimbulkan frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering terjadi. Tekanan juga terjadi pada pembuluh balik vena, sehingga terjadi varises dan edema kaki. Sensasi seperti perut yang terpelintir atau mati rasa juga dapat terjadi. Anda juga perlu waspada ketika benjolan kista atau tumor mulai pecah, hal ini dapat memicu kondisi kritis yang memautkan.

Bagaimana dengan kanker ovarium, apakah sama dengan gejala tumor ovarium? Beberapa gejala yang diperlihatkan tampaknya serupa dengan tumor ovarium. Misalnya; nyeri pada panggul dan perut, nyeri saat berhubungan seks, sakit punggung, sembelit, dan kembung.

Pada kanker ovarium gejala baru dirasa ketika tumor sudah memasuki stadium lanjut, hal ini ditandai dengan timbunan cairan yang turut memperbesar ukuran tumor – sehingga menekan kandung kemih dan rektum. Gejala-gejala yang ditimbulkan ini tentu membuat Anda merasa lelah bahkan kehilangan energi.

Selain gejala tersebut Anda juga perlu mengetahui bahwa sekalipun ada kemungkinan untuk menjadi kanker – hal ini sebenarnya jarang sekali terjadi. Sel tumor jinak biasanya bertumbuh secara perlahan – sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama hingga ia terlihat membengkak.

Setidaknya ada 3 jenis tumor ovarium berdasarkan pada jaringan sel yang diserangnya. Misalnya; kista demoid atau teratoma kistik yang menyerang lapisan sel germinal dan berisi jaringan saraf, kelenjar, ataupun jaringan kulit. Adapula fibroma berukuran diameter sebesar 7 cm pada jaringan ikat berbentuk padat. Lalu, cystadenomas yaitu kista berisi cairan yang mengandung beberapa jaringan kelenjar di indung telur.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}