Apa Ciri-Ciri Tumor Ovarium?

959

Tumbuhnya benjolan non-kanker yang bersifat jinak dapat berupa kista fungsional atau tumor ovarium. Lalu, apa ciri-ciri tumor ovarium? Sebaiknya Anda tidak terburu-buru dalam membaca artikel ini, ketahuilah bahwa kebanyakan dari kista dan tumon non-kanker tidak memberikan tanda-tanda tertentu.

Hanya saja beberapa orang merasakan ada perasaan berat di sekitar panggul yang disertai dengan nyeri. Perasaan ini bisa jadi hilang sementara dan kambuh lagi – mengingat beberapa jenis kista cenderung menghilang dengan sendirinya, guna memastikan dilakukanlah tes USG.

Pada beberapa kasus pengobatan kista atau tumor yang cukup parah, bisa jadi memerlukan pengangkatan tumor dan indung telur (ovarium) yang dilakukan dengan membuat sayatan di sekitar perut. Lalu, apa itu kista fungsional? Kista fungsional berasal dari rongga yang berisi cairan (folikel) dalam indung telur. Sebenarnya 1/3 wanita yang sedang mengalami menstruasi memilikinya, hal ini lebih jarang ditemukan pada wanita yang mengalami menopause.

Setidaknya ada 2 jenis kista fungsional, yaitu; kista folikel yang terbentuk dari folikel telur dan kista korpus luteum yang terbentuk dari struktur korpus luteum. Mengenai kista korpus luteum, ia dapat berdarah dan menyebabkan pembengkakan atau pecahnya indung telur.

Jika hal ini terjadi, cairan tersebut dapat masuk kedalam rongga perut – sehingga dapat menimbulkan kondisi yang lebih serius. Kebanyakan dari kista fungsional memiliki ukuran diameter yang kurang dari 1,5 cm, adapula yang mencapai 5 cm. Beberapa jenis kista dapat hilang setelah beberapa minggu.

Bagaimana dengan tumor jinak pada ovarium? Apa ciri-ciri tumor ovarium? Karena sifatnya yang jinak, tumor ini memiliki pertumbuhan yang lambat dan jarang sekali beralih menjadi kanker ganas. Beberapa jenis tumor jinak dapat dibedakan dari jenis sel yang diserangnya, hal ini memengaruhi gejala yang ditimbulkannya.

Setidaknya ada 3 jenis tumor ovarium, yaitu; teratoma kistik jinak yang disebut juga kista dermoid – tumor ini terjadi dari 3 lapisan jaringan embrio yang disebut sel germinal (jaringan yang membentuk semua organ – berisi jaringan saraf, kelenjar, dan kulit).

Ada pula yang disebut dengan fibroid – tumor jenis ini biasanya berbentuk benjolan padat yang terdiri dari jaringan ikat dan pertumbuhannya lambat. Tumor ini biasanya menyerang 1 sisi indung telur Anda dan memiliki diameter kurang dari 7 cm. Akumulasi cairan di perut yang disebut asites dapat terjadi pada fibroid dan kanker ovarium. Asites juga menyebabkan tekanan atau rasa berat di perut. Selain itu, ada yang disebut cystadenomas – kista berisi cairan yang mengandung beberapa jaringan kelenjar indung telur dan terjadi pada permukaan indung telur atau ovarium.

Beberapa jenis kista fungsional dan tumor non-kanker juga dapat menimbulkan gejala. Hal ini dapat ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur dan disertai dengan bercak darah. Pada kista korpus luteum, Anda dapat merasakan sakit atau nyeri di sekitar panggul.

Beberapa wanita mungkin mengalami infeksi peritonitis yang ditandai dengan demam, mual, muntah, dan kembung disekitar rongga perut. Sakit perut yang datang tiba-tiba dan terasa menyakitkan juga dapat terjadi karena pembesaran ukuran kista yang menyebabkan indung telur berubah posisi.

Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri tumor ovarium. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda bisa lebih waspada dan punya pengetahuan dalam mengenali ciri-ciri penyakit tumor. Akan tetapi, diagnosis pasti hanya boleh dilakukan oleh dokter. Jadi, segeralah periksa ke dokter jika merasakan tanda-tanda aneh pada tubuh.