Alprazolam: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Alprazolam adalah obat yang termasuk jenis benzodiazepine—yakni obat yang bekerja dengan memengaruhi zat kimia otak yang mungkin menjadi tidak seimbang pada seseorang dengan gangguan kecemasan.

Obat alprazolam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, gangguan panik, dan kecemasan yang disebabkan oleh depresi. Kinerjanya membuat pasien merasa jadi lebih tenang dan bisa dikonsumsi secara teratur.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, cairan, dan obat larut. Alprazolam bisa diperoleh di apotik yang harus ditebus dengan resep dokter.

Aturan Pakai Alprazolam

Anda tidak boleh menggunakan obat alprazolam apabila mengidap glaukoma sudut sempit, jika sedang mengonsumsi obat itraconazole atau ketoconazole, atau jika Anda alergi terhadap alprazolam atau obat sejenis.

Obat ini tersedia dalam dosis 0.5 mg dan 2 mg dengan masing-masing ketentuan yang dianjurkan oleh resep dokter. Anjuran dosis aman alprazolam ditentukan oleh dokter setelah mendiagnosis kondisi dari pasien yang akan mengonsumsinya. Pertimbangannya meliputi usia pasien, kondisi fisik, serta level gangguan kejiwaan yang dialami.

Obat ini hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter. Jangan melebihi atau mengurangi dosis atau menggunakan lebih lama dari jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Umumnya, anjuran untuk dosis maksimal dari pasien mencapai 4 mg setiap harinya. Namun rata-rata dokter hanya akan menganjurkan resep dosis sekitar 0.25 mg sampai 0.5 mg yang dikonsumsi sehari 2 atau 3 kali. Secara bertahap, dosis akan diturunkan atau mungkin ditingkatkan berdasarkan pemantauan dokter pada pasien yang mengonsumsinya.

Konsumsi dosis aman alprazolam wajib dikonfirmasikan dulu pada dokter yang menangani. Masalahnya karena efek samping yang bisa terjadi di luar perkiraan. Jadi, aturan konsumsi obat ini tak bisa dilakukan sembarangan, sesuai resep dokter, dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya, dan kalau sudah menunjukkan arah kesembuhan wajib dikurangi. Pengurangan dosis ini dilakukan secara bertahap karena Alprazolam mempunyai sifat adiktif dan dikhawatirkan akan menimbulkan ketergantungan yang parah dari pihak pasien.

Jangan gunakan alprazolam bila Anda sedang hamil. Obat ini dapat menyebabkan cacat lahir atau gejala penarikan yang mengancam nyawa bayi yang baru lahir. Karena itu beritahukanlah kepada dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Alprazolam dapat tersalurkan melalui ASI dan membahayakan bayi yang menyusui. Anda tidak boleh mengonsumsi obat ini jika sedang dalam masa menyusui. Selain itu, obat ini tidak diperbolehkan digunakan oleh siapapun yang berusia di bawah 18 tahun.

Baca Juga:  Pertimbangkan 6 Hal Ini Sebelum Anda Mengonsumsi Anti Depresan!

Efek Samping Alprazolam

Cari pertolongan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap alprazolam: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, lidah, mulut, atau tenggorokan.

Obat ini memiliki sejumlah efek samping yang bisa semakin membahayakan pasien jika tak dipantau dan dikendalikan oleh dokter. Meski sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, berhentinya konsumsi secara mendadak pun bisa menimbulkan risiko bagi pasien. Alprazolam memang termasuk dalam kategori obat keras dengan efek pemakaian yang juga tinggi.

Selain itu, efek samping alprazolam cenderung berbeda-beda pada setiap orang yang mengonsumsinya. Namun ada sejumlah efek samping yang kemungkinan besar terjadi selama konsumsi Alprazolam seperti berikut:

  • Sering mengantuk
    Rasa mengantuk ini timbul berlebihan dan kerap menganggu aktivitas pasien. Efek samping ini termasuk lumrah karena kategori Alprazolam sebagai obat keras, dan pengaruhnya pada keseimbangan tubuh.
  • Pusing
    Efek samping lainnya adalah pusing yang sering terjadi mendadak.
  • Air liur berlebihan
    Produksi kelenjar air liur pun menjadi berlebihan selama konsumsi obat ini.
  • Peningkatan atau penurunan gairah seksual
    Ada dua kecenderungan dari efek ini yaitu peningkatan atau bahkan penurunan gairah seksual. Tergantung dari kondisi pasien itu sendiri.
  • Perubahan suasana hati
    Yang paling sering terjadi adalah efek samping berupa perubahan emosi tak menentu. Fungsi dari Alprazolam sebagai obat anti depresan yang dikonsumsi justru bisa menimbulkan efek samping semacam ini.
  • Gangguan ingatan
    Paling parah ialah efek samping berupa gangguan ingatan pada pasien yang mengonsumsinya. Konsumsi tak wajar bisa menimbulkan efek samping ini misalnya dosis berlebihan atau jam konsumsi yang tak teratur.

Mengingat efek sampingnya yang sangat kuat, konsumsi obat ini harus benar-benar dipantau. Bahkan sebelum menggunakanya, dokter akan mengecek dulu riwayat kesehatan pasien. Nantinya akan dipastikan apakah pasien punya kecenderungan alergi terhadap obat kategori benzodiazepine.

Kalau telat mengonsumsi pada jam yang ditentukan, segeralah meminumnya. Tapi jangan sekali-kali menggantinya dengan takaran dosis yang berlebih di jadwal jam konsumsi berikutnya. Penghentian konsumsi secara tiba-tiba juga sangat dilarang karena bisa menimbulkan efek kejang-kejang pada pasien. Sekiranya hendak menghentikan pemakaian obat ini, konsultasikan dahulu pada dokter yang menanganinya.

Baca Juga:  Pertimbangkan 6 Hal Ini Sebelum Anda Mengonsumsi Anti Depresan!

Alternatif Herbal untuk Alprazolam

Berdasarkan pengalaman dari mereka yang mengonsumsi alprazolam, sangat susah untuk menghentikan ketergantungan obat ini. Meski sudah menggunakan berdasarkan resep dokter, kondisi tubuh tiap pasien pastilah berbeda. Namun kebanyakan orang menggunakan alprazolam sebagai obat penenang yang praktis karena memang bisa membantu saat itu juga.

Sayangnya, berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas sangatlah riskan. Lebih aman jika mengonsumsi obat herbal yang relatif bebas efek samping berbahaya. Obat herbal lebih aman karena diolah dari beragam bahan-bahan alami yang ramuannya merupakan warisan dari nenek moyang dan kini sudah disesuaikan pada perkembangan ilmu kesehatan modern.

Salah satu yang direkomendasikan sebagai alternatif herbal untuk alprazolam adalah Noni juice. Cara konsumsinya yang sangat mudah, aman, dan kalau diperhitungkan jadi lebih hemat dibandingkan dengan pembelian obat medis yang harus menggunakan resep dokter.

Noni juice digunakan untuk meredakan berbagai gejala depresi atau kejiwaan ini bisa dikonsumsi secara wajar, dan kalau menghentikan pemakaiannya pun tidak akan berdampak buruk. Herbal ini kerap dikonsumsi untuk menyembuhkan beberapa gejala kejiwaan seperti stres, depresi, susah tidur, dan beragam kondisi psikologis lainnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Neil Solomon yang melibatkan 25.314 pengguna Noni juice dari 80 negara dengan melibatkan 1.227 ahli kesehatan, dari total pasien depresi yang mengonsumsi obat ini, 80 persen tertolong dan bisa disembuhkan. Sementara itu, 73 persen pasien yang mengidap masalah kestabilan mental bisa sembuh dengan konsumsi obat herbal ini secara teratur.*

Noni juice diolah dari bahan dasar buah Noni yang punya kandungan fitonutrien. Kandungan dalam buah itulah yang berperan menormalkan saluran pembuluh darah dalam tubuh manusia. Konsumsi yang teratur akan kembali menstabilkan tekanan darah, dan efeknya sangat bagus bagi kebugaran tubuh.

Demikianlah ulasan mengenai manfaat, dosis aman, dan efek samping obat alprazolam. Ingatlah bahwa obat ini rentan disalahgunakan sebagai obat penenang. Karena itu Anda harus menggunakan sesuai resep dokter dan berhati-hati agar jangan sampai orang lain diam-diam mengambil obat resep Anda.

*) Penjelasan lebih lengkap mengenai hasil penelitian Dr. Neil Solomon bisa Anda lihat di artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Berbagai Penyakit Berat!

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}