Acyclovir: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Acyclovir adalah obat antivirus yang dimanfaatkan dalam pengobatan infeksi virus, misalnya herpes simpleks dan varisela zoster. Varisela zoster merupakan virus yang mengakibatkan penyakit cacar api atau herpes zoster. Herpes simpleks bisa memicu serangan penyakit luka melepuh di daerah bibir (cold sore) dan penyakit herpes genital.

Obat Acyclovir berbentuk bubuk untuk dilarutkan, larutan, kapsul, tablet dan suspensi. Penggunaan Acyclovir tidak akan melenyapkan virus sepenuhnya dari dalam tubuh. Obat tersebut hanya bermanfaat dalam pencegahan perkembangan infeksi virus dan penyebarannya.

Tak hanya itu, obat tersebut juga berfungsi dalam pencegahan infeksi karena serangan virus. Obat ini bisa dikonsumsi anak-anak dan orang dewasa. Nama lain dari Acyclovir adalah acycloguanosine atau ACV. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter, agar bisa disesuaikan dengan kondisi setiap individu.

Aturan Pakai Acyclovir

Acyclovir adalah antivirus yang sangat ampuh dalam melawan virus herpes, meskipun tidak bisa memberantasnya secara tuntas. Secara umum obat ini digunakan dalam mengobati berbagai penyakit, seperti varicella zoster atau cacar air, serta infeksi herpes simpleks. Acyclovir juga bisa dioleskan pada daerah mulut yang mengalami sariawan karena serangan virus herpes. Obat ini pun dapat dioleskan di bagian mata apabila terjadi infeksi herpes simpleks pada mata.

Obat Acyclovir juga dimanfaatkan dalam pencegahan kekambuhan infeksi herpes simpleks terhadap seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Termasuk dalam pencegahan infeksi herpes simpleks pada seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Saat digunakan sebagai salep mata bisa diterapkan hingga lima kali dalam sehari dengan ketebalan 1 sentimeter. Kalau sudah terasa sembuh, pengobatan terus dilakukan sampai tiga hari. Sayangnya terdapat efek samping terhadap penggunaan Acyclovir, seperti peradangan dan iritasi lokal.

Obat Acyclovir juga terbukti bisa digunakan oleh penderita penyakit autoimun, seperti penderita HIV AIDS. Bisa juga dikonsumsi selama pasien menjalani kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang atau steroid. Karena obat Acyclovir adalah antivirus yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, maka sangat penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter supaya Anda tidak merasakan efek samping berbahaya.

Sangat penting untuk memperhatikan segala kondisi yang dilarang dalam konsumsi Acyclovir. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui jangan sembarangan dalam mengonsumsi obat ini, harus sesuai dengan anjuran dokter mengenai pemakaiannya. Ketahui dosis yang tepat untuk konsumsi pada anak-anak, agar tidak terjadi overdosis.

Selama konsumsi obat ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak asupan air putih. Sehingga tidak mengalami dehidrasi ketika mengonsumsi Acyclovir.

Acyclovir adalah obat yang mengobati infeksi, bukan menghentikan penyebaran virus. Jadi disarankan untuk menghindari hubungan intim, ketika serangan infeksi terjadi atau saat sedang kambuh.

Kalau mengalami overdosis atau reaksi alergi harus segera berkonsultasi dengan dokter. Dosis obat ini disesuaikan dengan respon tubuh terhadap obat, kondisi kesehatan dari pasien, tingkat keparahan penyakit, dan jenis infeksi. Bagi anak-anak, dosisnya akan mengikuti berat badan dan usianya. Dosis aman Acyclovir yang dianjurkan biasanya antara 600 hingga 1000 mg setiap harinya.

Obat ini harus digunakan sesuai dosis yang diresepkan oleh dokter. Jangan mengurangi atau melebihi dosis atau menggunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang ditetapkan.

Konsumsi Acyclovir harus mengikuti segala anjuran dokter dan memperhatikan saran penggunaan yang terdapat di bagian kemasan. Acyclovir akan berfungsi lebih optimal kalau langsung diminum saat gejala awal sudah menyerang. Semua dosis yang diresepkan dokter sebaiknya dihabiskan semua guna mencegah infeksi kambuh. Kalau memang infeksi tersebut tidak mengalami perbaikan, padahal sudah mengonsumsi sesuai dosis aman Acyclovir, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Obat Acyclovir dapat dikonsumsi sebelum makan atau setelah makan. Jangan lupa untuk meningkatkan asupan air putih. Sehingga membantu organ ginjal untuk tetap berfungsi dengan lebih baik. Agar terasa hasil yang signifikan, sangat penting juga untuk mengatur jarak secara teratur, antara konsumsi setiap dosisnya. Sangat dianjurkan untuk selalu mengonsumsi Acyclovir di setiap jam yang sama di setiap harinya. Dengan begitu, efek baiknya bisa lebih maksimal.

Kalau ternyata kelupaan dalam mengonsumsi Acyclovir, sangat dianjurkan untuk segera meminumnya. Dengan catatan tidak terlalu dekat waktunya dengan dosis selanjutnya. Jangan pernah menggandakan dosis obat Acyclovir di jadwal konsumsi selanjutnya, meskipun ada dosis yang terlewat. Kalau terjadi masalah tertentu atau dicurigai terjadi overdosis segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Obat Acyclovir diproduksi dalam tiga dosis yang berlainan sesuai tingkat kekuatannya, yaitu 200 mg, 400 mg, hingga 800 mg dalam bentuk tablet. Konsumsi obat ini tergantung tingkat keparahannya, bisa dua sampai lima kali dalam sehari dan terus dikonsumsi selama 12 hari.

Efek Samping Acyclovir

Efek samping Acyclovir terhadap setiap pasien akan berbeda-beda. Memang efek sampingnya jarang dialami, tapi tetap saja Acyclovir berisiko mengakibatkan bahaya yang tidak diinginkan. Karena obat Acyclovir bisa menyebabkan kulit terasa lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karenanya, sangat penting untuk menjauhi paparan terik matahari. Untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet tersebut bisa dengan menggunakan tabir surya.

Sejumlah efek samping Acyclovir yang bisa terjadi adalah memicu rasa kantuk, tubuh terasa kelelahan, ruam yang sangat gatal, demam, pusing atau sakit kepala, kembung, mual, sakit perut dan diare.

Sejumlah efek samping yang jarang ditemui, tapi keluhannya terbilang serius adalah gatal dan pembengkakan, menurunnya produksi air seni, kejang, perdarahan atau memar tidak normal, halusinasi, gelisah dan lain sebagainya. Kalau berbagai efek samping tersebut terjadi secara berkepanjangan atau terjadi reaksi alergi, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

Alternatif Herbal untuk Acyclovir

Seperti sudah disinggung diatas, obat Acyclovir hanya bermanfaat dalam pencegahan perkembangan infeksi virus dan penyebarannya. Dan obat ini juga memiliki efek samping negatif yang tidak mengenakkan.

Bagi Anda yang ingin alternatif herbal untuk mengatasi infeksi virus herpes tanpa perlu takut efek samping, maka pilihannya adalah herbal Noni juice yang sudah dibuktikan secara ilmiah mampu mengatasi infeksi virus.

Riset ilmiah yang dilakukan oleh Burns School of Medicine di University of Hawaii mengungkapkan bahwa Noni juice mengandung senyawa yang kaya akan polisakarida yang diketahui mampu mendongkrak sistem kekebalan tubuh melalui peningkatan aktivitas sel-sel darah putih.

Lebih daripada itu, Noni juga diketahui dapat menstimulasi kemampuan tubuh menciptakan Nitrit Oksida yang berfungsi membunuh infeksi virus, bakteri, parasit, dan kuman lainnya. Senyawa-senyawa yang ditemukan dalam Noni bekerja sebagai katalis untuk menstimulasi kekebalan alami pada tubuh.

Karena tubuh sendiri yang dikuatkan untuk melawan infeksi virus, itu berarti apabila Anda rutin mengonsumsi Noni juice, maka kemungkinan besar infeksi virus herpes bisa diatasi sama sekali.

Informasi lebih lengkap mengenai Noni juice bisa Anda lihat di halaman artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Berbagai Penyakit Berat!

Demikianlah informasi mengenai obat Acyclovir yang sering digunakan dalam pengobatan infeksi virus herpes. Ingatlah bahwa obat ini harus dipastikan dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Karena kelebihan konsumsi akan menimbulkan efek samping berbahaya dan apabila Anda merasakan efek samping tertentu segeralah konsultasi dengan dokter Anda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}