12 Manfaat Tea Tree Oil, Ternyata Bukan Hanya untuk Atasi Jerawat (2)

503
weibo

Diedit:

Tak hanya untuk mengatasi jerawat, manfaat tea tree oil juga untuk mempercepat penyembuhan luka, sebagai antiseptik, sebagai anti inflamasi, sebagai pembersih mulut, bahkan juga bisa membantu meredakan masalah psoriasis.

Pada kesempatan sebelumnya di artikel bagian pertama, kita telah membahas mengenai manfaat-manfaat tea tree oil tersebut. Dan kali ini kembali kami akan mengulas mengenai manfaat tea tree oil lainnya.

Manfaat Tea Tree Oil untuk Kesehatan

Selama ini kita lebih banyak mengenal tea tree oil sebagai terapi untuk jerawat. Bahkan dikatakan dalam ulasan kami sebelumnya bahwa tea tree oil diklaim memiliki kemampuan anti jerawat lebih dengan sama efektifnya dengan benzoylperoxide, salah satu senyawa kimia yang banyak dimanfaatkan sebagai terapi jerawat modern.

Tetapi kemampuan antiseptik, anti bakterial dan anti fungal yang terkandung dalam minyak essensial yang bersumber dari proses penyulingan Melaleuca alternifolia juga ternyata juga bisa Anda manfaatkan untuk beberapa hal lain seperti berikut ini.

  • Sebagai pembersih tangan

    Studi membuktikan bagaimana tea tree oil ini akan bekerja membunuh dan menyingkirkan sejumlah jenis bakteri dengan efektif. Sejumlah jenis bakteri yang relatif ganas akan mengalami disfungsi dan mati ketika terpapar dengan tea tree oil. Sebagaimana dijelaskan dalam Clinical Microbiology Reviews tahun 2006 dengan tajuk Melaleuca alternifolia (Tea Tree) oil: a review of antimicrobial and other medicinal properties.

    Menambahkan tea tree oil  ke dalam larutan pembersih tangan akan membantu membunuh sejumlah bakteri jahat yang biasa mengontaminasi tangan. Ini kan membantu mencegah masuknya sejumlah kuman ke dalam mulut melalui perantara tangan.

  • Sebagai deodoran

    Sebagaimana kita pahami, bahwa bau badan termasuk bau yang muncul pada area sekitar ketiak berkaitan erat dengan pertumbuhan bakteri dan jamur atau bisa dikatakan sebagai pertumbuhan biota abnormal.

    Bakteri yang tumbuh pada permukaan kulit terutama pada area lipatan termasuk pada area ketiak akan menghasilkan senyawa yang tertahan di area lipatan, kemudian akan berinteraksi dengan keringat yang dihasilkan tubuh hingga kemudian menghasilkan senyawa-senyawa biokimia tertentu yang membentuk aroma tidak sedap.

    Di sinilah peran antiseptik dari tea tree oil yang bekerja sangat aktif mengatasi pertumbuhan bakteri dalam area lipatan kulit termasuk ketiak. Bukan hanya membantu mengatasi pertumbuhan bakteri, tea tree oil juga baik dalam mempertahankan aroma alami keringat tetap baik dengan menjaga fungsi normal kelenjar minyak dan kelenjar keringat tubuh. Selain tentu saja kandungan polifenolnya akan membuat tea tee oil juga bekerja merawat permukaan kulit. Ini membantu merawat area lipatan kulit untuk lebih halus.

  • Sebagai anti serangga

    Bukan hanya minyak essensial dari geranium dan sereh saja rupanya yang tidak disukai oleh serangga. Minyak essensial dari tanaman Melaleuca alternifolia  ini juga rupanya bisa bekerja sebagai anti serangga. Aromanya justru cenderung lebih halus, namun ternyata sama efektifnya mencegah gigitan serangga.

    Dalam sebuah uji lab ditemukan bahwa tea tree oil lebih efektif mengusir nyamuk dari senyawa kimia DEET salah satu jenis senyawa yang lazim digunakan sebagai anti nyamuk modern. Hal ini diungkap dalam Parasitology Research tahun 2016 dengan judul “Singing in the Tube”–audiovisual assay of plant oil repellent activity against mosquitoes (Culex pipiens).

  • Mengatasi kerusakan kuku karena jamur

    Kuku bisa saja terserang jamur dan mengalami kerusakan yang mengganggu sisi estetis dari kuku. Kuku yang terserang jamur juga akan sangat rapuh dan bisa saja membahayakan area jari-jari tangan kita. Itu sebabnya, sekalipun dikatakan tidak berbahaya, sebaiknya Anda tetap mengatasi infeksi jamur ini dari kuku Anda.

    Tea tree oil bisa menjadi pilihan alami dalam membantu menyembuhkan infeksi jamur pada kuku. Sifat anti fungal dari tea tree oil jelas sangat efektif mengatasi jamur. Bukan hanya baik untuk mengatasi jamur, tea tree oil akan membantu mengatasi kerusakan kuku dan bertahap memulihkan kondisi kuku. Terapi tea tree oil pada kuku rusak terbukti efektif pada setidaknya 60% pengguna setelah dilakukan selama 6 bulan.

  • Mengatasi ketombe

    Rupanya, terapi dengan minyak essensial dari Melaleuca alternifolia ini juga terbukti membantu mengatasi ketombe. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah riset yang dipublikasikan pada Journal of the American Academy of Dermatology tahun 2002 dengan jurnalnya bertajuk Treatment of dandruff with 5% tea tree oil shampoo.

    Terapi dengan tea tree oil memiliki efektifitas hingga 40% terhadap kasus ketombe. Bukan hanya efektif untuk mengurangi terbentuknya ketombe, tetapi juga meredakan keluhan yang muncul seperti kulit kepala yang kering dan efek gatal.

  • Mengatasi aroma kaki tidak sedap

    Mereka yang kerap melakukan aktivitas olahraga dan rutin menggunakan sepatu tertutup dalam menjalankan aktivitas harian akan cenderung mudah mengalami masalah dengan aroma kaki yang tidak sedap. Kebanyakan kasus dari aroma kaki tidak sedap ini sebenarnya berkaitan dengan terbentuknya koloi bakteri atau jamur pada area lipatan kaki dan sela jari yang kemudian bercampur dengan keringat.

    Tea tree oil bisa menjadi pilihan efektif sebagai anti bakteri dan anti jamur yang mampu mengatasi masalah aroma kaki tidak sedap ini. Pada sebuah riset yang melibatkan 158 orang, 72% mengakui adanya perkembangan positif dari terapi tea tree oil atas kasus yang mereka alami terkait aroma kaki tidak sedap. Ini dijelaskan dalam The Australian Journal of Dermatology tahun 2002 dengan tajuk Treatment of interdigital tinea pedis with 25% and 50% tea tree oil solution: a randomized, placebo-controlled, blinded study.

Pengingat untuk Penggunaan Tea Tree Oil

Secara umum sebenarnya tea tree oil aman untuk digunakan. Menurut Food and Chemical and Toxicology tahun 2006 dengan tajuk jurnal A review of the toxicity of Melaleuca alternifolia (tea tree) oil, tea tree oil aman dan bebas dari toksin yang berbahaya untuk tubuh.

Hanya saja, tea tree oil bukan jenis terapi yang bisa dikonsumsi atau diminum. Sejumlah substansi dalam tea tree oil tidak dapat ditoleransi oleh tubuh dan sistem pencernaan manusia, sebagian akan bekerja menjadi toksin. Efek substansi terpinen-4-ol dalam tea tree oil merupakan komponen biotoksin dalam tubuh.

Sehingga tea tree oil hanya akan efektif dan aman untuk Anda berikan sebagi terapi atopik atau terapi oles dan kompres. Anda juga bisa gunakan tea tree oil sebagai campuran untuk obat kumur dan campuran pada sampo dan tonik rambut. Hanya saja, pastikan untuk Anda tidak menelan larutan campuran tea tree oil ini.

Selain ketidakmungkinan tea tree oil untuk dikonsumsi secara oral, ternyata sejumlah temuan juga melihat adanya potensi tea tree oil yang menyebabkan alergi, meski dikatakan bahwa tea tree oil termasuk hipoalergenik dan justru membantu meredakan gejala alergi dan dermatitis.

Setidaknya 41 temuan kasus dermatitis akibat paparan tea tree oil menurut sumber The Australasian Journal of Dermatology tahun 2007 pada jurnal bertajuk Allergy to tea tree oil: retrospective review of 41 cases with positive patch tests over 4.5 years. Ada baiknya Anda mencoba melakukan test pada permukaan kulit Anda sebelum penggunaan reguler untuk melihat adanya kemungkinan alergi.

Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan jenis tea tree oil dengan kandungan tinggi. Anda bisa padukan tea tree oil dengan minyak kelapa atau minyak zaitun yang lebih rendah efek alerginya dan cenderung lebih lembut dan melembabkan kulit. Terutama untuk Anda yang akan berencana menggunakan terapi tea tree oil dalam jangka panjang secara reguler.

Advertisement
Alinesia