• Home
  • Blog
  • Tea Tree
  • 12 Manfaat Tea Tree Oil, Ternyata Bukan Hanya untuk Atasi Jerawat

12 Manfaat Tea Tree Oil, Ternyata Bukan Hanya untuk Atasi Jerawat


By Cindy Wijaya

Bagi sebagian dari Anda, mungkin sudah tak asing dengan penggunaan minyak pohon teh atau tea tree oil untuk perawatan anti jerawat. Bahan alami herbal ini lazim ditambahkan dalam sejumlah produk terapi untuk mengatasi jerawat baik secara modern maupun tradisional. Tetapi apakah sebenarnya manfaat dari tea tree oil? Apakah ada manfaat dari herbal ini selain sebagai anti acne?

Apa Sebenarnya Tea Tree Oil?

Tea tree oil adalah salah satu jenis minyak essensial yang diperoleh dari proses penyulingan murni. Mengusung nama tea tree akan lantas membuat kita yang awam langsung menyimpulkan bahwa minyak essensial ini berasal dari penyulingan murni batang pohon teh dari jenis tanaman teh yang juga lazim kita konsumsi untuk minuman.

Namun ternyata, dugaan kita selama ini salah. Karena rupanya tea tree di sini justru adalah jenis tanaman bernama latin Melaleuca alternifolia. Ini berbeda dengan jenis tanaman teh untuk minuman yang memiliki nama latin Camellia sinensis.

Tanaman Melaleuca alternifolia ini adalah jenis tanaman jenis tanaman pendek semacam perdu yang lazim tumbuh pada kawasan subtropis yang hidup endemik pada kawasan Australia.  Tanaman ini memiliki bentuk daun lebat yang berbentuk linier dan lembut. Sedang batang pohonnya seperti berlapis kulit yang menyerupai lapisan kertas tebal yang berkerak.

Manfaat Tea Tree Oil untuk Kesehatan

Menurut sumber authoritynutrition.com, salah satu komponen andalan dari tea tree oil adalah komponen terpinen-4-ol yang terbukti memiliki kemampuan anti bakteri, anti fungal dan anti virus. Yang menarik, sebenarnya substansi terpinen-4-ol ini bukan senyawa asing bagi tubuh, karena Anda juga bisa menemukan substansi yang sama dalam sel darah putih manusia. Senyawa ini berperan dalam fungsi melawan serangan sel asing yang masuk ke dalam tubuh.

Lalu apa saja sebenarnya manfaat dari tea tree oil ini? berikut adalah 14 di antaranya yang kami sadur dari sumber authoritynutrition.com.

  • Melawan jerawat

    Sebagaimana dijelaskan sebelumnya di awal, salah satu manfaat tea tree oil yang paling populer adalah sebagai terapi untuk penanganan jerawat. Tea tree oil 5% akan bekerja 3 kali lebih efektif untuk mengatasi jerawat menurut Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology tahun 2007 dengan tajuk The efficacy of 5% topical tea tree oil gel in mild to moderate acne vulgaris: a randomized, double-blind placebo-controlled study.

    Menurut riset lain yang diungkap dalam The Medical Journal of Australia tahun 1990 dalam jurnal bertajuk A comparative study of tea-tree oil versus benzoylperoxide in the treatment of acne dikatakan bahwa tea tree oil memiliki efektifitas yang menyamai benzoylperoxide yang merupakan salah satu obat anti jerawat yang cukup kuat.

  • Sebagai antiseptik

    Ketika Anda mengalami luka,langkah pertama yang perlu Anda lakukan secara darurat adalah membersihkan luka. Bukan hanya dari kotoran, tetapi juga dari kuman yang bisa beresiko menginfeksi luka.  Proses ini berperan penting untuk mencegah luka berkembang menjadi infeksi yang sulit untuk diatasi.

    Selain dengan antiseptik kimia yang lazim kita kenal, tea tree oil bisa menjadi salah satu alternatif alami untuk Anda membersihkan luka dengan natural. Bersihkan area luka dengan air bersih lalu oleskan dengan minyak essensial ini. Anda bisa campurkan tea tree oil ini dengan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil untuk membantu agar efek tea tree oil lebih moderat.

  • Membantu mempercepat penyembuhan luka

    Tea tree oil rupanya bukan hanya bermanfaat untuk membantu membersihkan dan mensterilkan area luka dari kuman. Tea tree oil juga terbukti memiliki manfaat membantu percepatan penyembuhan luka.

    Riset membuktikan tea tree oil membantu mencegah dan mengatasi inflamasi pada area luka. Juga membantu meningkatkan kinerja sel darah putih dalam fungsinya menyembuhkan luka. Dalam tea tee oil juga ditemukan komponen polifenol yang juga membantu mempercepat proses regenerasi sel baru. Polifenol merupakan salah satu komponen yang berperan dalam proses pembentukan sel baru pada tubuh manusia, termasuk sel kulit.

    Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah jurnal bertajuk Biological activity of Melaleuca alternifola (Tea Tree) oil component, terpinen-4-ol, in human myelocytic cell line HL-60 yang dipublikasikan pada Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics tahun 1999.

    Anda bisa campurkan tea tree oil dengan virgin coconut oil dan menggunakannya sebagai kompres pada luka. oleskan luka dengan campuran minyak essensial ini dan tutup dengan perban supaya area luka tetap terlindungi dan menahan minyak untuk lebih mudah terserap oleh sel-sel pada area luka.

  • Sebagai anti inflamasi

    Selain efektif mengatasi dan membunuh kuman yang masuk pada area luka, juga membantu proses regenerasi sel pada area kulit yang luka, ternyata tea tree oil yang dioleskan pada area luka juga akan bekerja sebagai anti inflamasi.  Bukan hanya pada area luka, inflamasi yang terjadi akibat infeks bakteri pada permukaan kulit seperti dermatitis dan bisul juga efektif diatasi dengan tea tree oil.

    Tea tree oil juga memberi pengaruh positif sebagai anti histamin, sehingga juga terbukti mengurangi efek gatal dan pembengkakan pada area luka dan infeksi. Dikatakan dalam Archive of Dermatological Research tahun 2011 bertajuk Tea tree oil attenuates experimental contact dermatitis, terapi tea tree oil efektif hingga 40% membantu mengatasi keluhan dan mengatasi inflamasi yang terbentuk.

  • Membantu meredakan masalah psoriasis

    Psoriasis adalah kondisi autoimun yang membuat tubuh menyerang dan merusak sel-sel sehat permukaan kulit. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan pada kulit yang ditandai dengan efek kulit yang kering hingga kadang bersisik dan berkerak, merah, gatal, iritasi dan membengkak.

    Penyakit ini cenderung lebih kerap terjadi pada mereka dengan gen kaukasoid. Kulit putih mereka yang rendah pigmen ditengarai menjadi salah satu pemicunya, meski hingga kini kesimpulan tersebut belum sepenuhnya terbukti secara empiris.

    Psoriasis sebenarnya bisa diatasi dengan sejumlah terapi autoimun, tetapi keluhan yang muncul bisa cukup mengganggu dan memberi efek tidak nyaman. Anda bisa membantu meredakan efek gatal, panas, pembengkakan dan kekeringan pada permukaan kulit ini dengan mengoleskan tea tree oil yang sudah dicampurkan dengan virgin coconut oil.

    Terapi tea tree oil untuk psoriasis terbukti efektif menurut riset yang dilaporkan oleh Skin Pharmacology and Physiology tahun 2012 dalam salah satu jurnalnya bertajuk Tea tree oil as a novel antipsoriasis weapon.

  • Sebagai pembersih mulut

    Bila Anda merasa mulut Anda mulai beraroma, mengalami masalah dengan gusi berdarah, infeksi gigi dan sariawan, Anda bisa mencoba menggunakan larutan tea tree oil dan air mineral sebagai obat kumur. Terapi ini akan sangat efektif mengatasi aroma tidak sedap pada mulut dan membantu menyembuhkan sejumlah infeksi yang tumbuh pada rongga mulut.

    Menurut International Dental Journal tahun 2002 bertajuk Antimicrobial activity of garlic, tea tree oil, and chlorhexidine against oral microorganisms, tea tree oil bukan hanya baik sebagai anti bakteri dalam mulut, tetapi juga baik untuk mengatasi pembentukan plak gigi akibat efek infeksi bakteri. Kinerjanya bahkan diklaim lebih baik dari salah satu oral desinfektan yang lazim digunakan, chlorhexidine, dengan rasa yang lebih nyaman di lidah.

  • Sebagai pembersih tangan

    Studi membuktikan bagaimana tea tree oil ini akan bekerja membunuh dan menyingkirkan sejumlah jenis bakteri dengan efektif. Sejumlah jenis bakteri yang relatif ganas akan mengalami disfungsi dan mati ketika terpapar dengan tea tree oil. Sebagaimana dijelaskan dalam Clinical Microbiology Reviews tahun 2006 dengan tajuk Melaleuca alternifolia (Tea Tree) oil: a review of antimicrobial and other medicinal properties.

    Menambahkan tea tree oil  ke dalam larutan pembersih tangan akan membantu membunuh sejumlah bakteri jahat yang biasa mengontaminasi tangan. Ini kan membantu mencegah masuknya sejumlah kuman ke dalam mulut melalui perantara tangan.

  • Sebagai deodoran

    Sebagaimana kita pahami, bahwa bau badan termasuk bau yang muncul pada area sekitar ketiak berkaitan erat dengan pertumbuhan bakteri dan jamur atau bisa dikatakan sebagai pertumbuhan biota abnormal.

    Bakteri yang tumbuh pada permukaan kulit terutama pada area lipatan termasuk pada area ketiak akan menghasilkan senyawa yang tertahan di area lipatan, kemudian akan berinteraksi dengan keringat yang dihasilkan tubuh hingga kemudian menghasilkan senyawa-senyawa biokimia tertentu yang membentuk aroma tidak sedap.

    Di sinilah peran antiseptik dari tea tree oil yang bekerja sangat aktif mengatasi pertumbuhan bakteri dalam area lipatan kulit termasuk ketiak. Bukan hanya membantu mengatasi pertumbuhan bakteri, tea tree oil juga baik dalam mempertahankan aroma alami keringat tetap baik dengan menjaga fungsi normal kelenjar minyak dan kelenjar keringat tubuh. Selain tentu saja kandungan polifenolnya akan membuat tea tee oil juga bekerja merawat permukaan kulit. Ini membantu merawat area lipatan kulit untuk lebih halus.

  • Sebagai anti serangga

    Bukan hanya minyak essensial dari geranium dan sereh saja rupanya yang tidak disukai oleh serangga. Minyak essensial dari tanaman Melaleuca alternifolia  ini juga rupanya bisa bekerja sebagai anti serangga. Aromanya justru cenderung lebih halus, namun ternyata sama efektifnya mencegah gigitan serangga.

    Dalam sebuah uji lab ditemukan bahwa tea tree oil lebih efektif mengusir nyamuk dari senyawa kimia DEET salah satu jenis senyawa yang lazim digunakan sebagai anti nyamuk modern. Hal ini diungkap dalam Parasitology Research tahun 2016 dengan judul “Singing in the Tube”–audiovisual assay of plant oil repellent activity against mosquitoes (Culex pipiens).

  • Mengatasi kerusakan kuku karena jamur

    Kuku bisa saja terserang jamur dan mengalami kerusakan yang mengganggu sisi estetis dari kuku. Kuku yang terserang jamur juga akan sangat rapuh dan bisa saja membahayakan area jari-jari tangan kita. Itu sebabnya, sekalipun dikatakan tidak berbahaya, sebaiknya Anda tetap mengatasi infeksi jamur ini dari kuku Anda.

    Tea tree oil bisa menjadi pilihan alami dalam membantu menyembuhkan infeksi jamur pada kuku. Sifat anti fungal dari tea tree oil jelas sangat efektif mengatasi jamur. Bukan hanya baik untuk mengatasi jamur, tea tree oil akan membantu mengatasi kerusakan kuku dan bertahap memulihkan kondisi kuku. Terapi tea tree oil pada kuku rusak terbukti efektif pada setidaknya 60% pengguna setelah dilakukan selama 6 bulan.

  • Mengatasi ketombe

    Rupanya, terapi dengan minyak essensial dari Melaleuca alternifolia ini juga terbukti membantu mengatasi ketombe. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah riset yang dipublikasikan pada Journal of the American Academy of Dermatology tahun 2002 dengan jurnalnya bertajuk Treatment of dandruff with 5% tea tree oil shampoo.

    Terapi dengan tea tree oil memiliki efektifitas hingga 40% terhadap kasus ketombe. Bukan hanya efektif untuk mengurangi terbentuknya ketombe, tetapi juga meredakan keluhan yang muncul seperti kulit kepala yang kering dan efek gatal.

  • Mengatasi aroma kaki tidak sedap

    Mereka yang kerap melakukan aktivitas olahraga dan rutin menggunakan sepatu tertutup dalam menjalankan aktivitas harian akan cenderung mudah mengalami masalah dengan aroma kaki yang tidak sedap. Kebanyakan kasus dari aroma kaki tidak sedap ini sebenarnya berkaitan dengan terbentuknya koloi bakteri atau jamur pada area lipatan kaki dan sela jari yang kemudian bercampur dengan keringat.

    Tea tree oil bisa menjadi pilihan efektif sebagai anti bakteri dan anti jamur yang mampu mengatasi masalah aroma kaki tidak sedap ini. Pada sebuah riset yang melibatkan 158 orang, 72% mengakui adanya perkembangan positif dari terapi tea tree oil atas kasus yang mereka alami terkait aroma kaki tidak sedap. Ini dijelaskan dalam The Australian Journal of Dermatology tahun 2002 dengan tajuk Treatment of interdigital tinea pedis with 25% and 50% tea tree oil solution: a randomized, placebo-controlled, blinded study.

Pengingat untuk Penggunaan Tea Tree Oil

Secara umum sebenarnya tea tree oil aman untuk digunakan. Menurut Food and Chemical and Toxicology tahun 2006 dengan tajuk jurnal A review of the toxicity of Melaleuca alternifolia (tea tree) oil, tea tree oil aman dan bebas dari toksin yang berbahaya untuk tubuh.

Hanya saja, tea tree oil bukan jenis terapi yang bisa dikonsumsi atau diminum. Sejumlah substansi dalam tea tree oil tidak dapat ditoleransi oleh tubuh dan sistem pencernaan manusia, sebagian akan bekerja menjadi toksin. Efek substansi terpinen-4-ol dalam tea tree oil merupakan komponen biotoksin dalam tubuh.

Sehingga tea tree oil hanya akan efektif dan aman untuk Anda berikan sebagi terapi atopik atau terapi oles dan kompres. Anda juga bisa gunakan tea tree oil sebagai campuran untuk obat kumur dan campuran pada sampo dan tonik rambut. Hanya saja, pastikan untuk Anda tidak menelan larutan campuran tea tree oil ini.

Selain ketidakmungkinan tea tree oil untuk dikonsumsi secara oral, ternyata sejumlah temuan juga melihat adanya potensi tea tree oil yang menyebabkan alergi, meski dikatakan bahwa tea tree oil termasuk hipoalergenik dan justru membantu meredakan gejala alergi dan dermatitis.

Setidaknya 41 temuan kasus dermatitis akibat paparan tea tree oil menurut sumber The Australasian Journal of Dermatology tahun 2007 pada jurnal bertajuk Allergy to tea tree oil: retrospective review of 41 cases with positive patch tests over 4.5 years. Ada baiknya Anda mencoba melakukan test pada permukaan kulit Anda sebelum penggunaan reguler untuk melihat adanya kemungkinan alergi.

Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan jenis tea tree oil dengan kandungan tinggi. Anda bisa padukan tea tree oil dengan minyak kelapa atau minyak zaitun yang lebih rendah efek alerginya dan cenderung lebih lembut dan melembabkan kulit. Terutama untuk Anda yang akan berencana menggunakan terapi tea tree oil dalam jangka panjang secara reguler.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}