Penyakit Mata Silinder: Astigmatisma

528
Astigmatisma: Penyakit Mata Silinder
Sumber Gambar - americanrefractivesurgerycouncil.org

Diedit:

Astigmatisma (Astigmatism) – Merupakan istilah kedokteran yang digunakan pada penyakit mata silinder. Bagaimana situasi penderitanya? Apa saja ciri-ciri yang dialami penderitanya? Apa pencetus terjadinya gangguan pandangan tersebut? Apa pengobatan yang tersedia agar pandangan mata penderitanya dapat pulih kembali?

Dalam artikel ini Anda akan melihat salah satu dari 5 macam penyakit mata yang cukup sering terjadi, yakni astigmatisma. Amati juga fakta seputar penyakit mata silinder. Sadarilah bahwa info pada artikel ini tidak bermaksud untuk menggantikan pemeriksaan secara medis. Keterangan ini hanyalah pelengkap yang bisa menjadi rekomendasi sebelum melakukan pemeriksaan.

Astigmatisma – Info Seputar Penyakit Mata Silinder

Astigmatisma merupakan jenis umum dari gangguan refraktif. Ini adalah kondisi di mana mata tidak dapat memfokuskan cahaya secara merata ke retina, yakni jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang mata. Astigmatisma adalah kondisi visi umum yang menyebabkan gangguan mata rabun. Ini terjadi ketika kornea (penutup depan mata yang tampak bening) berbentuk tidak beraturan atau kadang-kadang karena kelengkungan lensa di dalam mata.

Penyakit mata silinder terjadi ketika permukaan depan mata Anda (kornea) atau lensa, di dalam mata Anda, memiliki kurva yang tidak cocok. Alih-alih memiliki satu kurva seperti bola bundar, permukaannya berbentuk telur. Hal ini menyebabkan gangguan mata menjadi rabun pada semua jarak.

Kornea atau lensa yang tidak beraturan dapat mencegah cahaya untuk fokus menuju retina. Akibatnya, gangguan mata menjadi buram saat melihat kejauhan. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada mata dan sakit kepala. Kebanyakan orang memiliki derajat astigmatisma yang berbeda. Silinder ini biasanya tidak memengaruhi pandangan mata. Astigmatisma sering terjadi bersamaan dengan kondisi gangguan mata lain seperti miopia (rabun jauh) dan hiperopia (rabun dekat).

Penyebab astigmatisma secara khusus tidak diketahui. Ini bisa terjadi karena turun-temurun dan biasanya hadir sejak lahir. Gejalanya bisa berkurang atau bertambah seiring waktu. Pemeriksaan optometri komprehensif dapat dilakukan dan mencakup pengujian untuk kasus astigmatisma. Jika perlu, dokter mata dapat memberikan kacamata atau lensa kontak yang mampu memperbaiki astigmatisma dengan mengubah cahaya yang masuk ke mata.

Pilihan lain untuk mengobati astigmatisma adalah pembedahan kornea yang disebut orthokeratology (ortho-k). Dalam prosedur non-invasif yang tidak menyakitkan ini, pasien menggunakan rangkaian lensa kontak kaku secara khusus untuk membentuk kelengkungan kornea secara bertahap. Bedah laser juga dapat mengobati beberapa jenis astigmatisma. Laser mengubah bentuk kornea dengan membuang sejumlah kecil jaringan mata.

Gejala Penyakit Mata Silinder

Pandangan yang menjadi rabun seringkali dikaitkan dengan kelelahan fisik atau kelelahan mata, tetapi itu adalah tanda utama penyakit mata silinder. Jika Anda tidak dapat melihat dengan jelas, jadwalkan pemeriksaan mata untuk menemukan sumber masalah Anda. Tanda dan gejala astigmatisma mungkin termasuk:

  • Pandangan mata yang menjadi rabun atau terdistorsi
  • Kelelahan mata atau ketidaknyamanan pada mata
  • Sakit kepala
  • Kesulitan atau gangguan mata pada malam hari
  • Sering menyipitkan mata
Baca juga:  Mengatasi Mata Silinder Atau Astigmatisma!

Anak-anak mungkin tidak menyadari jika gangguan mata mereka rabun. Sehingga mereka perlu melakukan pemeriksaan mata yang dilakukan oleh dokter anak atau dokter mata yang terlatih. Lalu, seberapa sering hal ini seharusnya dilakukan?

Sumber Gambar – visioneyeinstitute.com

Pemeriksaan mata pada anak dapat dilakukan selama periode anak baru lahir, pada saat memasuki usia sekolah, selama masa sekolah, setiap satu sampai dua tahun. Mengenai penyakit mata silinder, ada tiga jenis utama astigmatisma yaitu:

  • Silindris Rabun Jauh terjadi saat satu atau kedua garis meridian utama mata mengalami rabun jauh. Jika kedua meridian mengalami rabun jauh, maka penderita akan mengalami rabun jauh dalam tingkat yang berbeda.
  • Silindris Rabun Dekat terjadi saat satu atau kedua garis meridian utama mata mengalami rabun dekat. Jika kedua meridian mengalami rabun dekat, maka penderita akan mengalami rabun dekat dalam tingkat yang berbeda.
  • Silindris Campuran terjadi saat satu garis meridian mengalami rabun jauh dan garis meridian lainnya mengalami rabun dekat.

Astigmatisma juga diklasifikasikan dalam kelompok reguler atau tidak teratur. Pada astigmatisma reguler, garis meridian utama berjarak 90 derajat (tegak lurus satu sama lain). Pada astigmatisma yang tidak beraturan, garis meridian utama tidak tegak lurus.

Sebagian besar astigmatisma adalah jenis reguler yang mana mengakibatkan permukaan kornea berbentuk oval. Astigmatisma tidak beraturan dapat terjadi akibat cedera mata sehingga ter jaringan parut pada kornea, dari jenis operasi mata tertentu atau dari keratoconus, penyakit yang menyebabkan penipisan kornea secara bertahap.

Penyebab Penyakit Mata Silinder

Mata Anda memiliki dua struktur dengan permukaan melengkung yang dapat membelokkan (membiaskan) cahaya ke retina, sehingga menciptakan gambar. Dua struktur ini disebut kornea dan lensa mata. Kornea merupakan permukaan depan mata yang transparan yang berdampingan dengan lapisan air mata. Sedangkan lensa mata merupakan struktur transparan dalam mata yang berubah bentuk untuk membantu fokus pada objek jarak dekat

Pada bentuk mata yang sempurna, masing-masing elemen ini memiliki kelengkungan bulat, seperti permukaan bola yang halus. Lengkungan kornea dan lensa mata memungkinkan terjadinya pembelokan (refract) semua cahaya masuk sehingga terbentuk gambar tajam yang terfokus langsung pada retina di belakang mata Anda.

Jika kornea atau lensa mata Anda berbentuk telur dengan dua kurva yang tidak cocok, maka sinar cahaya tidak dapat dibengkokkan dengan benar. Hal ini menyebabkan kesalahan bias atau kesalahan pembelokan cahaya.

Baca juga:  Mengatasi Mata Silinder Atau Astigmatisma!
Sumber Gambar – recover-your-vision.com

Sehingga gambar menjadi buram. Astigmatisma merupakan salah satu jenis gangguan kesalahan bias. Astigmatisma terjadi ketika kornea atau lensa mata melengkung lebih tajam dalam satu arah daripada yang lain. Anda mengalami korneal astigmatisma, jika kornea memiliki kurva yang tidak sesuai. Anda mengalami lentIkuler astigmatisma, jika lensa mata Anda memiliki kurva yang tidak cocok.

Apapun jenis astigmatisma yang Anda alami, keduanya dapat menyebabkan gangguan mata menjadi rabun. Gangguan mata yang rabun dapat terjadi lebih dari satu arah, baik secara horizontal, vertikal atau diagonal.

Astigmatisma dapat hadir sejak lahir atau mungkin berkembang setelah cedera mata, karena penyakit maupun operasi. Astigmatisma tidak disebabkan atau diperburuk karena membaca pada saat penerangan yang buruk, duduk terlalu dekat dengan televisi atau menyipitkan mata.

Temui dokter mata jika gejala penyakit mata silinder Anda mengurangi kenyamanan atau mengganggu kemampuan Anda dalam melakukan tugas sehari-hari. Dokter mata dapat menentukan apakah Anda memiliki astigmatisma. Jika demikian, dokter akan melihat sampai tingkat berapa astigmatisma yang Anda miliki. Dokter juga dapat menyarankan Anda sehubungan tentang pilihan yang tersedia untuk memperbaiki pandangan Anda.

Pengobatan Penyakit Mata Silinder

Pengobatan penyakit mata silinder dapat dilakukan dengan kacamata atau lensa kontak. Tetapi jika Anda hanya memiliki astigmatisma ringan dan Anda tidak memiliki masalah gangguan mata lain. Dokter bisa jadi menginjinkan Anda untuk tidak menggunakan kacamata maupun lensa kontak. Orang dengan astigmatisma memiliki beberapa pilihan untuk mendapatkan kembali gangguan mata yang jelas. Pengobatan penyakit mata silinder termasuk:

Kacamata

Orang dengan astigmatisma terutama memilih kacamata untuk meningkatkan gangguan mata mereka. Kacamata berisi resep lensa silinder khusus yang dapat mengimbangi astigmatisma. Ini memberikan kekuatan tambahan di bagian-bagian tertentu dari lensa mata yang Anda miliki. Umumnya, lensa gangguan mata tunggal diresepkan untuk memberikan gangguan mata yang jelas di semua jarak. Namun, pasien di atas usia 40 tahun yang mengalami presbiopi mungkin membutuhkan lensa tambahan bifocal atau progresif.

Lensa kontak

Beberapa orang akan memiliki gangguan mata yang lebih baik dengan lensa kontak daripada kacamata. Lensa kontak dapat memberikan gangguan mata yang lebih jelas dengan bidang pandang yang lebih luas. Namun, karena lensa kontak langsung dikenakan pada mata, mereka membutuhkan pembersihan dan perawatan rutin untuk menjaga kesehatan mata. Lensa lunak yang standar mungkin tidak efektif dalam mengoreksi astigmatisma.

Namun, lensa kontak khusus yang lembut dapat memperbaiki jenis astigmatisma lainnya. Karena lensa kontak kaku yang mampu menyerap gas dapat mempertahankan bentuk kornea dan meningkatkan gangguan mata bagi orang-orang dengan penyakit mata silinder.

Orthokeratology

Orthokeratology (ortho-k) melibatkan pemasangan serangkaian lensa kontak kaku untuk membentuk kembali kornea. Pasien memakai lensa kontak untuk jangka waktu terbatas, misalnya; semalaman kemudian melepasnya. Orang dengan penyakit mata silinder moderat mungkin dapat secara sementara mendapatkan gangguan mata yang jelas tanpa lensa untuk sebagian besar kegiatan sehari-hari mereka. Orthokeratology tidak meningkatkan gangguan mata secara permanen. Jika pasien berhenti memakai lensa retainer, gangguan matanya dapat kembali ke kondisi semula.

Laser dan Prosedur Bedah Refraktif

Astigmatisma juga dapat diperbaiki dengan membentuk kembali kornea melalui LASIK (laser in situ keratomileusis) atau PRK (photorefractive keratectomy). PRK bertujuan menghilangkan jaringan dari lapisan superfisial dan lapisan dalam kornea.

LASIK menghilangkan jaringan hanya dari lapisan dalam kornea. Jika Anda memiliki astigmatisma, Anda memiliki berbagai pilihan untuk memperbaiki masalah gangguan mata Anda. Dalam konsultasi dengan dokter mata Anda, Anda dapat memilih perawatan yang paling memenuhi kebutuhan visual dan gaya hidup Anda.

Tidak ada metode terbaik untuk pembedahan refraktif, dan keputusan hanya dilakukan setelah evaluasi lengkap dan diskusi menyeluruh dengan dokter bedah Anda. Bedah refraktif baru lainnya termasuk ekstraksi lensa transparan dan lensa kontak implan.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi setelah bedah refraktif meliputi; Terjadinya undercorrection atau overcorrection. Efek samping visual yang tampak seperti lingkaran cahaya atau ledakan bintang yang muncul di sekitar sumber cahaya. Mata menjadi kering, terjadinya Infeksi, adanya jaringan parut kornea, hingga kehilangan gangguan mata (jarang terjadi).

Anda perlu pemeriksaan mata secara menyeluruh, sebelum melakukan pegobatan penyakit mata silinder. Dokter Anda mungkin juga menemukan masalah lain misalnya; rabun dekat atau rabun jauh. Karena gejala astigmatisma datang perlahan, Anda harus pergi ke dokter mata jika Anda melihat perubahan pada gangguan mata Anda.

Dokter Anda mungkin bertanya: Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala? Apakah gejala Anda terjadi terus menerus atau sesekali? Seberapa parah gejala Anda? Jika ada, apa yang tampaknya memperbaiki gejala Anda? Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?

Demikianlah informasi lengkap sehubungan dengan gangguan gangguan mata astigmatisma atau penyakit mata silinder. Mulai dari gejala penyakit mata silinder, penyebab penyakit mata silinder, hingga pengobatan penyakit mata silinder. Ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit mata lainnya? Nantikan keterangan selengkapnya hanya di Deherba.com – Pusat informasi tepercaya di Indonesia.


Alan Kozarsky. What Is Astigmatism? 2016-09-20. URL: https://www.webmd.com/eye-health/astigmatism-eyes. 2018-09-03. (Archived by WebCite®)


Advertisement
Alinesia