Penyakit Buta Warna Total vs Buta Warna Parsial

645
Penyakit Buta Warna Total vs Buta Warna Parsial
Sumber Gambar - gailmarithomes.com

Diedit:

Kebanyakan dari kita dapat menikmati sensor warna pada penglihatan normal. Namun sayangnya beberapa orang mengalami defisiensi warna pada sistem penglihatannya atau lebih dikenal dengan istilah penyakit buta warna salah satu dari 5 macam penyakit mata yang berdampak kerabunan.. Ini berarti penglihatan mereka tentang warna berbeda dari apa yang kita lihat. Setidaknya ada dua jenis kondisi yang perlu Anda ketahui, yaitu; buta warna total dan buta warna parsial.

Orang yang mengalami buta warna tidak menyadari adanya perbedaan warna. Bahkan tidak menyadari kondisi tersebut hingga mereka melakukan pengujian di klinik atau laboratorium. Ingin tahu lebih banyak soal kedua kondisi tersebut, simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini! Mulai dari gejala buta warna, penyebab buta warna, hingga pengobatan buta warna.

Penyakit Buta Warna – Buta Warna Total Vs Buta Warna Parsial

Buta warna tidak berarti Anda mengalami kebutaan sama sekali, kondisi ini mengakibatkan Anda tidak dapat melihat warna tertentu.

Gangguan penglihatan ini seringkali membuat Anda kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu, seperti; biru, kuning, merah dan hijau. Penyakit buta warna atau lebih tepatnya disebut dengan defisiensi warna pada penglihatan merupakan kondisi warisan yang lebih banyak mempengaruhi pria daripada wanita.

Menurut Prevent Blindness America, diperkirakan 8 persen pria dan kurang dari 1 persen wanita memiliki masalah buta warna. Defisiensi warna merah-hijau adalah bentuk paling umum dari penyakit buta warna. Sedangkan defisiensi warna biru dan kuning jarang sekali terjadi, jika terjadi ini biasanya mempengaruhi baik pria dan wanita.

Di retina mata terdapat dua jenis sel yang mendeteksi cahaya. Sel tersebut ialah sel batang dan sel kerucut.  Fungsi dari sel batang ialah mendeteksi cahaya dan gelap, sel ini sangat sensitif terhadap tingkat cahaya rendah.

Sedangkan sel-sel kerucut mendeteksi warna dan terkonsentrasi di dekat pusat penglihatan Anda. Ada tiga jenis sel kerucut untuk melihat warna: merah, hijau dan biru. Otak menggunakan input dari sel-sel kerucut ini untuk menentukan persepsi warna yang kita lihat.

Sel kerucut memiliki semua berbagai pigmen yang disebut photopigments, hal ini memungkinkan mata Anda untuk melihat semua warna yang ada. Jika terjadi gangguan pada pigmen mata, maka Anda tidak dapat melihat warna dengan cara yang seharusnya.

Sehingga terjadilah defisiensi warna atau buta warna. Jika hanya satu pigmen yang hilang, Anda mungkin hanya memiliki masalah saat melihat warna-warna tertentu disebut buta warna parsial. Jika Anda tidak memiliki pigmen di dalam sel kerucut, maka Anda tidak dapat melihat warna sama sekali, ini dikenal sebagai achromatopsia atau buta warna total.

Gejala Penyakit Buta Warna

Tahukah Anda bahwa defisiensi warna pada penglihatan sering disebut dengan buta warna parsial? Dimana penderitanya memiliki penglihatan warna yang buruk atau tidak mampu melihat perbedaan antara warna-warna tertentu.

Baca juga:  Penyebab Buta Warna: Bagaimana Mengatasinya?

Pada kasus ini penderita masih dapat melihat warna, hanya saja sering tersamar dengan warna lainnya. Sedangkan buta warna total lebih mengarah pada kondisi manakala penderitanya hanya dapat melihat warna hitam dan putih. Lalu, bagaimana gejalanya dapat dirasakan?

Gejala penyakit buta warna parsial dapat menyulitkan Anda saat membedakan warna biru dan kuning, atau merah dan hijau. Hal ini sering tidak Anda sadari, namun jika orang lain seringkali memberi tahu bahwa warna yang Anda lihat salah, waspadalah! Jika demikian, ini bisa menjadi tanda-tanda utama adanya defisiensi warna pada penglihatan Anda.

Sumber Gambar – fodmap-publicsite-us-east-2.s3.amazonaws.com

Ketahuilah bahwa kebanyakan orang yang dianggap “buta warna total” sebenarnya tidak dapat melihat warna. Sedangkan buta warna parsial masih dapat melihat sebagian warna. Tetapi warna-warna tertentu tampak tidak jelas dan seringkali tersamar dengan warna lain, tergantung pada jenis defisiensi penglihatan warna yang mereka miliki.

Jika Anda mengalami masalah penglihatan warna, maka Anda harus segera mengunjungi dokter. Tes buta warna total juga dapat membantu menentukan jenis kekurangan warna yang Anda miliki. Defisiensi warna pada penglihatan yang terjadi secara tiba-tiba atau berangsur-angsur dapat mengindikasikan adanya sejumlah masalah kesehatan lainnya, seperti katarak.

Gejala penyakit buta warna parsial yang paling umum ialah terjadinya perubahan warna dalam penglihatan Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin sulit untuk membedakan warna pada lampu lalu lintas, baik itu merah ataupun hijau.

Warna yang tampak mungkin kurang cerah dibandingkan sebelumnya. Atau bahkan, Anda melihat bahwa warna lampu terlihat sama, padahal berbeda. Penyakit ini sering terlihat pada usia muda ketika anak-anak mulai mempelajari warna.

Pada beberapa orang masalahnya tidak terdeteksi, karena mereka belajar mengaitkan warna tertentu dengan objek. Misalnya, mereka tahu rumput itu berwarna hijau, sehingga mereka menyebut warna yang mereka lihat hijau. Jika gejalanya ringan, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa mereka melihat warna lainnya.

Penyebab Penyakit Buta Warna

Kebanyakan penderitanya mengalami ini karena faktor bawaan yang diwarisi dari ibu ke anaknya. Kelainan ini disebabkan oleh kurangnya sebagian sel kerucut di retina. Sel kerucut membantu Anda untuk membedakan warna merah, hijau dan biru. Sebagian besar masalah penglihatan ini terjadi karena adanya penyakit, trauma, efek racun dari obat-obatan, penyakit metabolik atau penyakit vaskular.

Defisiensi pigmen warna pada mata dapat mempengaruhi kedua mata dengan jenis yang berbeda. Hal ini dikarenakan adanya penyakit yang biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu. Hal ini juga dapat terjadi akibat kerusakan pada retina atau saraf optik.

Pria berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini daripada wanita. Diperkirakan satu dari sepuluh laki-laki mengidap defisiensi warna pada matanya. Selain itu buta warna juga lebih sering terjadi pada pria keturunan Eropa Utara.

Baca juga:  Penyebab Buta Warna: Bagaimana Mengatasinya?
Sumber Gambar – cdn-images-1.medium.com

Hal lainnya yang juga diduga sebagai penyebab penyakit buta warna total ialah keberadaan penyakit glaukoma, diabetes, degenerasi makula, penyakit alzheimer, penyakit parkinson, kondisi alkoholisme kronis, leukemia dan anemia sel sabit.

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel peka cahaya di retina gagal merespon secara tepat terhadap variasi panjang gelombang cahaya yang memungkinkan orang untuk melihat serangkaian warna. Di retina terdapat photoreceptors disebut sel batang dan sel kerucut.

Jumlah sel batang dalam retina terdapat sekitar 100 juta sel yang sangat sensitif terhadap cahaya. Namun sel batang tidak mampu membedakan warna. Maka dari itu, 6 hingga 7 juta sel kerucut bertanggung jawab sehubungan dengan warna yang Anda lihat.

Sel kerucut dan fotoreseptor terkonsentrasi di zona pusat retina yang disebut makula. Bagian tengah makula disebut fovea, area kecil (berdiameter 0,3 mm) ini mengandung konsentrasi sel kerucut tertinggi. Terjadinya buta warna warisan disebabkan oleh defisiensi atau karena ketiadaan sel kerucut tertentu.

Pengobatan Penyakit Buta Warna

Jika penyakit ini terjadi karena penyakit atau cedera, maka pengobatan penyakit yang dilakukan hanya berfungsi membantu meningkatkan deteksi warna pada objek yang Anda lihat. Sayangnya jika ini terjadi karena faktor bawaan, hingga kini pengobatannya masih dalam penelitian. Anda bisa jadi disarankan untuk menggunakan kacamata khusus atau lensa kontak yang dapat membantu membedakan warna.

Penderitanya sering secara sadar menerapkan teknik tertentu atau menggunakan alat khusus untuk membuat hidup lebih mudah. Misalnya, menghafal urutan lampu dari atas ke bawah pada lampu lalu lintas guna menghilangkan kebutuhan untuk membedakan warnanya.

Pelabelan pakaian dapat membantu mencocokkan warna dengan benar. Beberapa aplikasi perangkat lunak dapat mengubah warna komputer menjadi warna yang dapat dilihat oleh penderitanya.

Jika Anda mengalami penyakit buta warna bawaan, ini merupakan tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Hal ini mungkin membatasi potensi pekerjaan yang bisa Anda lakukan, misalnya bekerja sebagai tukang listrik yang harus mengetahui perbedaan antara kabel berkode warna.

Namun beberapa orang telah menemukan cara untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Beberapa jenis kelainan retina langka yang terkait dengan defisiensi warna dapat dimodifikasi dengan teknik penggantian gen. Perawatan ini sedang diteliti dan mungkin tersedia di masa depan.

Penggunaan Lensa Khusus

Beberapa orang yang mengalami gangguan mata ini dianjurkan untuk menggunakan lensa khusus guna meningkatkan kemampuan melihat warna. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk lensa kontak atau lensa kacamata.

Jenis lensa ini tersedia di sejumlah praktisi perawatan mata di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Jika dokter mata Anda tidak menyediakan jenis lensa ini, mintalah rujukan sehingga Anda dapat mencari seseorang yang mungkin dapat membantu Anda.

Dokter mata Anda juga dapat melakukan pemeriksaan sederhana untuk mengetahui apakah Anda mengalaminya. Pemeriksaan ini terdiri dari pola berupa titik-titik berwarna. Jika Anda tidak memiliki defisiensi warna.

Maka Anda dapat segera melihat angka dan bentuk di antara titik-titik tersebut. Jika Anda mengalaminya, Anda akan kesulitan menemukan angka atau bentuk dalam pola yang ada. Anda mungkin tidak melihat apa pun dalam pola tersebut.

Gunakan Daya Ingat

Anda juga bisa belajar cara mengatasi ketidakmampuan dalam membedakan warna dengan memilih warna-warna tertentu. Misalnya, Anda dapat mengatur dan memberi label pakaian Anda untuk menghindari bentrokan warna.

Tentu hal ini memerlukan bantuan teman atau anggota keluarga saat melakukan pemilihan tersebut. Anda mungkin harus mengingat setiap benda berdasarkan jenisnya daripada warnanya. Contohnya adalah mengenali lampu merah yang selalu berada di bagian atas dan lampu hijau di bagian bawah.

Mendiagnosis kekurangan penglihatan warna awal juga dapat mencegah masalah belajar selama tahun sekolah, karena banyak bahan pelajaran yang bergantung pada warna.

Jika anak Anda memiliki defisiensi warna, pastikan untuk berbicara dengan gurunya tentang hal itu, sehingga mereka dapat merencanakan pelajaran dan presentasi mereka sesuai dengan itu. Bantu sang anak untuk mengingat warna dasar dari objek yang tidak pernah berubah. Konsultasikan dengn dokter anak dan dokter mata sehubungan dengan hal ini.

Gunakan Alat Bantu

Ada banyak aplikasi baru untuk perangkat smartphone juga dapat membantu mendeteksi warna. Pastikan Anda memperoleh praktisi perawatan mata sesuai yang disarankan dokter. Terutama jika Anda mengalami kesulitan dalam membedakan warna.

Demikianlah info lengkap terkait dengan penyakit buta warna. Mulai dari gejala penyakit buta warna, penyebab penyakit buta warna, hingga pengobatan penyakit buta warna. Jika Anda mengalami gangguan penglihatan demikian segeralah lakukan pemeriksaan dokter.

Sehingga penanganan dapat segera dilakukan atau setidaknya gejala dapat diringankan. Ingatlah buta warna parsial dan buta warna total tidaklah sama. Ingin tahu info kesehatan lainnya? Simak selengkapnya dalam atikel lain hanya di Deherba.com.


Neha Pathak. What Is Color Blindness? 2017-09-18. URL: https://www.webmd.com/eye-health/color-blindness#1. 2018-09-03. (Archived by WebCite®)


Advertisement
Alinesia