Obat Neuropati Perifer, Apa Saja yang Dapat Membantu?


By Cindy Wijaya

Karena neuropati perifer adalah kondisi kerusakan saraf yang punya berbagai penyebab, maka pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya itu. Sebagai contoh, jika neuropati disebabkan oleh diabetes, maka dokter akan memberikan obat dan saran sesuai dengan kondisi diabetes tersebut. Jadi tidak ada satu jenis obat neuropati perifer yang cocok untuk semua orang.

Dalam mengobati neuropati perifer, yang penting dilakukan adalah diagnosis dan pengobatan sejak awal munculnya gejala penyakit ini. Sebab adakalanya penyakit ini menimbulkan kerusakan permanen, sehingga pengobatan hanya dapat menghentikan perkembangannya, bukan memulihkan kerusakan yang sudah terjadi.

Jika Anda sudah mengalami dampak yang cukup mengganggu, Anda mungkin dianjurkan dokter untuk melakukan terapi fisik guna membantu mempertahankan kekuatan serta mencegah kram otot dan kejang.

Obat Neuropati Perifer Sesuai Penyebab yang Mendasarinya

Ada cukup banyak penyebab neuropati perifer, dan sebagian diantaranya dapat diobati dengan cara yang berbeda. Berikut beberapa contohnya:

  • Diabetes kadang dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup, misalnya berhenti merokok, mengurangi alkohol, menjaga berat badan, dan olahraga teratur.
  • Kekurangan vitamin B12 dapat diobati dengan injeksi atau tablet B12.
  • Neuropati perifer yang disebabkan oleh konsumsi obat dapat membaik jika obat tersebut dihentikan.

Sebagian jenis neuropati perifer yang lebih jarang terjadi mungkin dianjurkan dokter untuk diobati dengan konsumsi obat, misalnya:

  • Steroid: obat anti-inflamasi yang kuat.
  • Imunosupresan: obat untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh.
  • Injeksi imunoglobulin: campuran protein darah yang disebut antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh.

Akan tetapi tidak semua penyebab yang mendasari neuropati perifer dapat diobati. Maka pengobatan untuknya mungkin berfokus pada penggunaan obat neuropati perifer untuk mengendalikan gejala-gejalanya.

Obat Neuropati Perifer yang Mungkin Diresepkan Dokter

Di samping obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kondisi lain yang terkait, dokter juga dapat meresepkan beberapa jenis obat berikut untuk mengatasi gejala-gejala neuropati perifer.

Obat Pereda Rasa Sakit:

Untuk pereda rasa sakit, obat apotik untuk neuropati perifer yang dapat dibeli secara bebas adalah OAINS (obat anti-inflamasi non-steroid). Untuk gejala sakit atau nyeri yang lebih berat, dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang rasa sakit (painkiller).

Obat-obatan painkiller yang mengandung opioid, seperti tramadol atau oxycodone biasanya tidak akan diresepkan kecuali semua obat lain sudah gagal. Sebab obat-obatan yang mengandung opioid dapat menimbulkan ketergantungan dan kecanduan.

Obat Anti-Kejang:

Untuk mengendalikan gejala kejang, obat apotik untuk neuropati perifer antara lain gabapenting dan pregabalin. Kedua golongan obat itu untuk mengatasi epilepsi, yang dapat meringankan nyeri saraf. Namun dapat menimbulkan efek samping mengantuk dan pusing kepala.

Obat Topikal:

Obat krim capsaicin dapat membantu gejala-gejala neuropati perifer. Anda mungkin mengalami efek samping kulit terbakar dan iritasi di tempat Anda mengoleskan krim, tetapi ini biasanya hanya sementara. Namun sebagian orang tidak dapat mentolerir efek samping ini.

Pilihan obat neuropati perifer topikal lainnya ialah patch lidocaine, yang dapat ditempelkan pada kulit untuk meredakan nyeri. Efek sampingnya bisa berupa rasa kantuk, kepala pusing, dan mati rasa di tempat patch ditempelkan.

Obat Antidepresan:

Obat antidepresan jenis trisiklik tertentu, seperti amitriptyline, doxepin, dan nortriptyline dapat membantu menghilangkan rasa sakit dengan cara mengganggu proses kimiawi di otak dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan Anda merasa sakit.

Obat serotonin dan norepinephrine reuptake inhibitor duloxetine dan antidepresan extended-release venlafaxine dan desvenlafaxine juga dapat meringankan rasa sakit neuropatif perifer yang disebabkan diabetes.

Efek samping antidepresan mungkin termasuk mulut kering, mual, rasa kantuk, pusing kepala, perubahan nafsu makan, berat badan naik, dan sembelit.

Terapi untuk Penyakit Neuropati Perifer

Ada beragam terapi dan prosedur yang dapat membantu meringankan gejala-gejala dari penyakit neuropati perifer.

Stimulasi Saraf Listrik Transkutan:

Elektroda yang ditempatkan pada kulit akan menghantarkan arus listrik halus pada frekuensi yang bervariasi. Terapi ini harus diterapkan selama 30 menit setiap hari untuk jangka waktu sekitar satu bulan.

Terapi Fisik:

Kalau seorang pasien mengalami kelemahan otot, maka dokter dapat menganjurkannya menjalani terapi fisik untuk membantunya lebih leluasa bergerak. Pasien juga mungkin membutuhkan penyangga tangan atau kaki, tongkat, alat bantu jalan, atau kursi roda.

Operasi Bedah:

Jika pasien memiliki kondisi neuropati yang disebabkan oleh tekanan pada saraf, misanya tekanan akibat tumor, ia mungkin dianjurkan menjalani pembedahan untuk mengurangi tekanan tersebut.

Perawatan Alternatif untuk Obat Neuropati Perifer

Sebagian orang mencoba mengobati neuropati perifer dengan perawatan alternatif. Meskipun masih belum cukup bukti penelitian mengungkapkan manfaat dari alternatif tersebut, namun ada sejumlah perawatan alternatif yang berpotensi membantu.

Akupuntur:

Dilakukan dengan memasukkan jarum tipis ke berbagai titik di tubuh untuk mengurangi gejala neuropati perifer. Anda mungkin memerlukan beberapa sesi akupuntur sebelum merasakan perubahan. Terapi ini umumnya dianggap aman bila dilakukan oleh praktisi yang bersertifikat dan menggunakan jarum steril.

Asam Alfa-Lipoat:

Ini telah digunakan sebagai pengobatan untuk neuropati perifer di Eropa selama bertahun-tahun. Namun sebelum mencobanya, bicarakanlah mengenai penggunaan asam alfa-liopat dengan dokter Anda karena dapat memengaruhi kadar gula darah. Efek samping lain termasuk sakit perut dan ruam di kulit.

Herbal:

Herbal tertentu, seperti minyak evening primrose, dapat membantu mengurangi nyeri neuropati pada penderita diabetes. Herbal lainnya seperti Noni juice dapat membantu mengontrol kadar gula darah penderita diabetes yang mengalami neuropati. Namun ada jenis herbal yang berinteraksi dengan obat apotik untuk neuropati perifer yang sedang dikonsumsi, jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mencoba herbal apapun.

Alternatif Alami untuk Obat Neuropati Perifer
Minyak Evening Primrose (Credit Photo: Botamochy – Depositphotos)

Asam Amino:

Asam amino seperti acetyl-L0carnitine mungkin bermanfaat bagi orang yang telah menjalani kemoterapi dan bagi penderita diabetes. Asam amino dapat menimbulkan efek samping seperti mual dan muntah.

Tips Gaya Hidup untuk Penderita Neuropati Perifer

Di samping menggunakan obat neuropati perifer, terdapat juga tips-tips gaya hidup yang dapat diterapkan untuk mengendalikan perkembangan penyakit.

  • Jaga kondisi kaki, terutama jika Anda punya diabetes. Setiap hari periksa apakah ada luka, lecet, atau kapalan. Kenakan kaus kaki katun yang lembut dan longgar serta sepatu yang nyaman.
  • Olahraga teratur. Misalnya olahraga jalan kaki 3 kali seminggu, dapat membantu mengurangi nyeri neuropati, memperbaiki kekuatan otot, dan membantu mengontrol gula darah.
  • Berhenti merokok. Merokok berdampak pada sirkulasi darah, yang menambah besar risiko untuk mengalami masalah pada kaki dan komplikasi dari neuropati lainnya.
  • Makan makanan sehat. Kebutuhan gizi yang tercukupi khususnya penting untuk memastikan Anda mendapat vitamin dan mineral setiap hari. Sertakan buah-buahan, sayur-sayuran, serealia utuh, dan protein rendah lemak dalam menu makan setiap hari.
  • Batasi konsumsi alkohol. Alkohol dapat memperburuk kondisi neuropati perifer.
  • Pantau kadar gula darah. Jika Anda punya diabetes, pemantauan ini dapat membantu Anda lebih menjaga kadar gula darah dan dapat membantu memperbaiki kondisi neuropati.

Kesimpulan tentang Obat Neuropati Perifer

Perawatan neuropati perifer harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa jenis neuropati dapat diobati dengan baik dan bahkan dipulihkan. Namun ada juga yang tidak dapat dipulihkan, sehingga fokus pengobatan dialihkan pada pengendalian gejala, bukan penyembuhan.

Apa saja obat yang digunakan untuk neuropati perifer? Sejumlah obat apotik untuk neuropati perifer yang mungkin diresepkan dokter ialah: antidepresan (duloxetine atau nortripyline), obat anti-kejang (gabapentin dan pregabalin), obat topikal (krim capsaicin dan patch lidocaine), dan obat pereda rasa sakit OAINS atau painkiller yang lebih kuat.

Dokter juga dapat menganjurkan pasien untuk menjalani terapi fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan jangkauan gerak, yang pada akhirnya mempermudah pergerakan pasien.

Demikianlah artikel ini yang mengenai obat neuropati perifer. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Mayo Clinic. Peripheral neuropathy. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-neuropathy/diagnosis-treatment/drc-20352067

NHS. Treatment – Peripheral neuropathy. URL: https://www.nhs.uk/conditions/peripheral-neuropathy/treatment/

Cleveland Clinic. Neuropathy (Peripheral Neuropathy). URL: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14737-neuropathy#management-and-treatment

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>