Mengenal Lebih dalam Kanker Kulit Melanoma

491

Diedit:

Kegiatan di tempat terbuka bisa menjadi sesuatu yang menyegarkan sekaligus memuaskan, tapi ada juga risikonya. Terus-menerus tersengat sinar matahari dapat membuat Anda rentan terkena kanker kulit melanoma. Sangatlah penting untuk memahami bahaya dari penyakit ini, khususnya bagi Anda yang suka beraktivitas di luar ruangan.

Melanoma adalah bentuk kanker kulit yang paling berbahaya. Berdasarkan American Cancer Society, hanya 5 persen dari seluruh kanker kulit yang merupakan melanoma. Namun sebagian besar kasus kematian akibat kanker kulit masih berkaitan dengan melanoma.

Apakah Anda seorang pengendara sepeda motor, pejalan kaki, atau seseorang yang selalu bekerja dan beraktivitas di tempat terbuka? Jika demikian, Anda sebaiknya mengetahui lebih dalam tentang melanoma.

Apa yang Menyebabkan Timbulnya Kanker Kulit Melanoma?

Melanoma dapat timbul apabila Anda terus-menerus terkena langsung sengatan sinar matahari. Ini berawal di sel melanosit, yaitu sel kulit yang memproduksi melanin—pigmen yang menciptakan warna alami kulit. Berulang kali terkena sinar matahari dalam waktu lama dapat memicu perubahan di dalam melanosit yang akhirnya membuat sel kanker bertumbuh (melanoma).

Terus-menerus tersengat mentari bukanlah satu-satunya faktor risiko melanoma, warna kulit maupun rambut juga berpengaruh. Mereka yang berkulit cerah, bermata biru atau hijau, serta berambut merah atau pirang memiliki resiko lebih besar dibandingkan mereka yang berkulit dan berambut warna gelap.

Lindungilah Diri Anda dari Sengatan Matahari!

Melindungi seluruh area kulit dari terik matahari kapanpun Anda keluar rumah adalah langkah mendasar dalam mencegah kanker kulit melanoma. Satu atau dua luka lepuh akibat terbakar matahari di masa kecil bahkan bisa memicu perkembangan melanoma di masa depan.

Ingatlah untuk sebisa mungkin menghindari paparan langsung sinar matahari ketika sedang terik-teriknya, yaitu antara jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Anda harus mengenakan pakaian pelindung yang sesuai, seperti topi lebar, baju berlengan panjang, dan celana panjang ketika beraktivitas di luar ruangan pada jam tersebut.

Situs kesehatan Mayo Clinic menyarangkan untuk mengoleskan area kulit yang tak terlindungi dengan tabir surya yang memiliki SPF minimal 15 sebelum keluar rumah, bahkan saat cuaca sedang sejuk.

Periksalah Diri Anda Sesering Mungkin!

Ketika Anda sedang mengecek tahi lalat atau tanda keganjilan lain di kulit, amatilah tanda-tanda kanker kulit melanoma di bawah ini:

  • Asimetris—waspadai tahi lalat yang bentuknya tidak beraturan atau tidak bulat.
  • Batas—batas pinggir melanoma biasanya tidak mulus, ada yang berantakan, berlekuk, atau menonjol di pinggirnya.
  • Warna—Tahi lalat biasa seringnya berwarna coklat. Namun pada melanoma, warnanya bisa saja hitam, coklat, putih, bahkan merah mudah atau biru.
  • Diameter—tahi lalat yang terus membesar sampai diameternya sebesar penghapus di ujung pensil patut dicurigai sebagai tanda melanoma.
  • Berkembang—Terus pantau tahi lalat selama beberapa minggu atau bulan untuk melihat apakah ada perubahan.

Deteksi dini kanker kulit melanoma sangatlah penting. Jika Anda menemukan salah satu dari kelima tanda di atas, kunjungilah dokter kulit sesegera mungkin. Apabila dibiarkan, melanoma dapat menyebar ke area kulit lain sehingga mengurangi kesempatan untuk pulih lebih cepat.

Advertisement
Alinesia