Manfaat Terbaik dari Herbal Spirulina: Bagian 3

197

Diedit:

Siapa sangka dari rumput laut yang kerap dianggap sebagai pengganggu di kawasan lautan dan danau, Anda bisa mendapatkan demikian banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Sebelumnya, kami sudah mengulas mengenai manfaat spirulina sebanyak 7 buah dalam pada artikel bagian pertama dan sebanyak 7 lagi pada artikel bagian kedua.

Dan kini kami akan mencoba melanjutkan ulasan lengkap mengenai manfaat spirulina ini. berikut pula dengan beberapa catatan seputar cara terbaik mendapatkan manfaat spirulina dengan aman dan optimal. Dan berikut ini adalah sejumlah manfaat lain dari spirulina untuk Anda.

  • Membantu menjaga kesehatan tulang

    Kandungan kalsium di dalam spirulina dilengkapi dengan sederet mineral dan vitamin D yang berlimpah menjadi salah satu alasan kuat spirulina baik untuk menjaga kesehatan tulang. Sejumlah klaim mengatakan bahwa kandungan nutrisinya bahkan lebih baik dari susu dalam membantu melindungi kesehatan tulang.

    Ada pengaruh kemampuan sistem kerja spirulina terhadap mekanisme hormonal yang ternyata berkaitan langsung terhadap densitas tulang manusia. Dan ini menjadikan spirulina tak hanya sebagai sumber nutrisi bagi tulang, tetapi juga membantu efektifitas tulang dalam menyerap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Demikian yang terungkap dalam jurnal Spirulina protects against rosiglitazone induced osteoporosis in insulin resistance rats dalam National Institutes of Health tahun 2009.

  • Menunjang kesehatan otak

    Sebuah riset yang melibatkan 59 siswa yang mengkonsumsi 2 gram spirulina dalam 2 bulan setiap harinya terbukti memiliki kenaikan daya serap dan daya ingat otak hingga 10%. Riset ini dipublikasikan dalam jurnal National Institues of Health tahun 2009 dengan tajuk Contribution of supplementation by spirulina to the performance of school children in an introductory course in Dakar.

    Ini karena kandungan sejumlah asam amino L triptophan dan lemak omega 3 di dalamnya yang bekerja efektif membantu memaksimalkan fungsi neuro transmitter dan produksi serotonin. Demikian yang diungkap dalam riset yang dikembangkan dalam Departamento de Farmacología, Facultad de Farmacia, Universidad Complutense de Madrid tahun 2008.

    Dengan kemampuan ini, spirulina juga efektif untuk mencegah masalah kehilangan memori, termasuk mencegah kasus demensia dan alzheimer, hingga parkinson. Demikian menurut Kemampuannya dalam mencegah oksidasi sel otak sangat efektif sehingga mencegah terbentuknya sel kelabu yang menjadi penyebab kerusakan fungsi ingatan dan daya nalar. Anda bisa menemukan penjelasan ini dalam jurnal Spirulina prevents memory dysfunction, reduces oxidative stress damage and augments antioxidant activity in senescence-accelerated mice pada National Institutes of Health tahun 2011.

    Spirulina juga bekerja dalam fungsi otak kecil membantu menjaga kendali sistem hormonal dan mood sehingga juga baik untuk membantu mengendalikan stress. Bahkan ditengarai baik untuk mengendalikan perilaku pasien ADHD.

    Sedang dalam jurnal Dietary supplementation with blueberries, spinach, or spirulina reduces ischemic brain damage yang dirilis pada National institutes of Health tahun 2005, diungkap bahwa spirulina juga baik untuk mencegah terbentuknya sel kanker dalam otak,menjalankan fungsi induksi apoptosis pada sel otak yang berkembang abnormal. Untuk Anda ketahui tidak banyak anti oksidan yang bekerja efektif sebagai induktor apoptosis terhadap sel-sel abnormal dalam otak.

  • Membantu meredakan nyeri dan melancarkan haid

    Tidak banyak riset berkembang yang mengarah pada kemampuan spirulina dalam membantu mengatasi keluhan haid ini. tetapi sejumlah temuan mengungkap secara tradisional spirulina digunakan untuk meredakan nyeri haid.

    Beberapa pakar melihat adanya kemampuan spirulina dalam membantu menjaga keseimbangan hormonal dalam tubuh sehingga efektif menjaga siklus haid berjalan lancar. Juga memberi efek meringankan ketegangan saraf dan otot pada area rahim dan perut yang membantu meredakan efek nyeri pada wanita haid. Tentu saja disempurnakan dengan kemampuannya mengendalikan mood sehingga meredakan dampak buruk perubahan hormonal terhada mood wanita haid.

  • Membantu menekan dampak serangan virus HIV

    Beberapa pakar mempertimbangkan kemungkinan kenapa di beberapa negara Asia Timur, kasus HIV AIDS tidak berkembang pesat sebagaimana kawasan lain, dan kemungkinan terdapat sebuah sistem perlindungan yang berasal dari asupan masyarakat di kawasan ini. Salah satunya adalah kebiasaan mereka mengkonsumsi rumput laut, termasuk spirulina.

    Sebuah riset kemudian membuktikan ketika 11 pasien yang terinfeksi virus HIV mendapat perlakuan berbeda dengan pemberian algae coklat dan spirulina. Terbukti bahwa pemberian spirulina memberikan manfaat lebih terhadap kemampuan tubuh mengurangi efek dari infeksi HIV dalam tubuh. Spirulina ditengarai akan mampu menekan perkembangan virus, meski tidak bisa mengatasi sepenuhnya.

    Anda bisa menemukan informasi mengenai pemanfaatan spirulina dan algae pada HIV dalam jurnal Dietary algae and HIV/AIDS: proof of concept clinical data yang dirilis dalam National Institutes of Health tahun 2012.

  • Mengurangi efek samping radiasi

    Beberapa kasus penurunan daya tahan tubuh kronis, anemia kronis dan beberapa kasus alergi serta reaksi kerusakan tulang muncul pada masyarakat yang tinggal di kawasan chernobyl. Dan atas beberapa pemikiran pakar, beberapa pasien mendapatkan terapi spirulina. Terapi ini sukses mengurangi beberapa efek samping radiasi radioaktif dalam level yang cenderung aman.

    Beberapa pandangan muncul berkaitan kemampuan spirulina yang lebih dari sekedar menyuplai kebutuhan nutrisi dan menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Tetapi juga kemampuannya dalam menetralisir sejumlah toksin dan oksidan yan terganas sekalipun termasuk radiasi.

    Sebuah riset yang dirilis dalam National Institutes of Health tahun 1989 dengan tajuk Radioprotective effect of extract from Spirulina platensis in mouse bone marrow cells studied by using the micronucleus test membuktikan bagaimana terapi spirulina bekerja menurunkan intensitas kerusakan tulang dan sistem imunitas akibat radioaktif.

Baca juga:  Manfaat Terbaik dari Herbal Spirulina: Bagian 2

Setidaknya berdasarkan catatan kami, terdapat 19 manfaat yang bisa Anda dapatkan dari spirulina. Tak heran bila kemudian herbal satu ini dengan mantap dinobatkan sebagai herbal superfood untuk kesehatan.

Meski demikian, spirulina bukan bebas efek samping. Beberapa kasus alergi muncul di beberapa kawasan pada mereka yang memang memiliki keluhan alergi terhadap seafood. Beberapa pakar sepakat dimungkinkan dalam spirulina terdapat sejumlah komponen yang serupa dengan komponen dalam seafood mengingat ekosistem mereka sama.

Selain itu, beberapa pakar memberikan peringatan kepada ibu hamil pada semester pertama untuk mengkonsumsi sprulina. Ditakutkan sifatnya yang sangat anti toksin justru menyebabkan tubuh salah dalam mengidentifikasi embrio dalam rahim dan memandang sejumlah senyawa yang dilepas embrio selama masa kehamilan sebagai toksin yang akan memicu terjadinya kematian janin dan keguguran.

Anda dengan keluhan sensitivitas tinggi terhadap protein juga perlu berhati-hati dengan spirulina mengingat kandungan protein dan asam amino di dalamnya sangat tinggi. Beberapa kasus menunjukan adanya masalah dengan hati, karena kelebihan lipoprotein, meski di satu sisi spirulina juga diklaim sebagai hepaprotektif.

Menurut well-beingsecret dijelaskan takaran aman untuk mengonsumsi spirulina adalah 1 – 2 sendok teh sehari. Ini adalah porsi aman untuk mendapatkan manfaat spirulina dengan optimal dan tanpa efek samping yang perlu Anda khawatirkan.

Selain itu, diperingatkan juga untuk hanya memilih suplemen dengan kandungan spirulina murni. Karena ketika spirulina dipadukan dengan obat atau suplemen lain dikhawatirkan justru merusak kandungan suplemen yang lain. Kadang perpaduan juga bisa merusak manfaat spirulina secara utuh.