Manfaat Terbaik dari Herbal Spirulina: Bagian 2

192

Diedit:

Spirulina, ganggang hijau yang sudah digunakan oleh para astronot sebagai suplemen kesehatan, ternyata memang menyimpan begitu banyak manfaat. Manfaat spirulina ini tak hanya baik untuk para astronot, karena spirulina juga baik untuk masa pertumbuhan, pekerja keras, wanita hamil, wanita menyusui hingga lansia.

Apa sebenarnya rahasia dari spirulina? Dalam artikel Manfaat Spirulina Bagian 1, sudah kami sampaikan bagaimana spirulina dipadati oleh protein, vitamin, mineral sampai sejumlah anti oksidan termasuk phycocyanin.

Kami sudah mengungkap mengenai sejumlah manfaat spirulina dalam ulasan sebelumnya, dan kini kami akan kembali melanjutkan sejumlah manfaat spirulina lain yang berhasil ditemukan oleh sejumlah riset yang dikembangkan atas spirulina di seluruh dunia. Dan berikut inilah sejumlah manfaat spirulina lain yang akan kami ungkap.

  • Sebagai anti oksidan

    Dalam riset yang dikembangkan dalam Brazilian Archives of Biology and Technology tahun 2007 diungkap mengenai kandungan phycocyanin dan allophycocyanin yang sangat kuat bekerja sebagai anti oksidan.

    Kemampuan anti oksidan dalam spirulina sangat kuat, sehingga beberapa pakar menyarankan Anda untuk mengkonsumsi spirulina dengan jarak setidaknya 1 jam dari jenis herbal atau obat medis lain.

    Selain bekerja menetralisir sejumlah toksin dan radikal bebas dalam tubuh, phycocyanin dan allophycocyanin juga bekerja membantu mempertahankan kemurnia DNA, mencegah terjadinya oksidasi sel yang memicu kerusakan DNA dan membantu mencegah perkembangan sel abnormal.

  • Sebagai anti inflamasi

    Selain bekerja sebagai anti oksidan, terbukti phycocyanin dan allophycocyanin juga bekerja sebagai anti inflamasi. Kemampuannya cukup kuat untuk membantu mengatasi sejumlah infeksi dan peradangan dalam tubuh. Termasuk membantu mengatasi peradangan dalam saluran pernafasan, mengatasi sariawan dan radang amandel, peradangan pada pencernaan, infeksi saluran kencing dan peradangan sendi termasuk reumatik dan arthritis.

    Riset membuktikan kinerja anti inflamasi dalam phycocyanin dan allophycocyanin sangat efektif untuk sejumlah kasus peradangan. Informasi ini bisa Anda lihat dalam jurnal National Institutes of Health tahun 2009 dengan judul jurnal Antiinflammatory and antihyperalgesic activity of C-phycocyanin.

  • Mendorong imunitas tubuh

    Riset membuktikan kinerja phycocyanin dan allophycocyanin untuk mendorong efektifitas produksi sel darah putih dan sistem limfosit. Tentu kita juga tau bagaimana fungsi sel darah putih terhadap fungsi imunitas tubuh.

    Dalam National Institutes of Health tahun 2002 dengan jurnal bertajuk Activation of the human innate immune system by Spirulina: augmentation of interferon production and NK cytotoxicity by oral administration of hot water extract of Spirulina platensis dijelaskan bagaimana spirulina dapat memberi manfaat besar terhadap kemampuan tubuh mengatasi serangan infeksi dan meningkatkan daya lawan tubuh terhadap penyakit.

  • Mengatasi alergi

    Alergi bisa terbentuk karena sejumlah pemicu seperti interaksi dengan serangga, debu, kotoran, udara, makanan sampai suhu udara. Namun sebenarnya penyebabnya adalah kondisi autoimun, ketika sistem imunitas bekerja berlebihan dengan menghasilkan senyawa histamin tidak sebagaimana mestinya dan berlebihan.

    Histamin adalah sejenis senyawa yang dibentuk tubuh ketika tubuh mengidentifikasi masuknya benda asing ke dalam tubuh, histamin akan menyebabkan reaksi tubuh seperti gatal, bentol, batuk, bersin hingga mual.

    Kondisi autoimun ini sebenarnya berasal dari aktivitas abnormal dari sistem daya tahan tubuh. Dan spirulina yang memang bekerja memperbaiki sistem imunitas akan sangat baik membantu mengatasi alergi. Di satu sisi kemampuan meredakan gejala alergi dalam jangka pendek, dan di jangka panjang akan bekerja pada sistem daya tahan tubuh dengan menormalkan mekanisme di dalamnya.

  • Memperbaiki kondisi kulit

    Kandungan nutrisi dalam spirulina menyebabkannya sebagai salah satu sumber nutrisi terbaik untuk kesehatan kulit. Vitamin E dan C di dalamnya, mendorong pembentukan kolagen dan gluthathione, dua aspek penting dalam proses regenerasi kulit dan membantu mengatasi sejumlah kerusakan sel kulit termasuk aktivitas tidak normal pada sistem kelenjar minyak yang memicu kulit memproduksi minyak berlebihan pada kulit.

    Kandungan asam amino penting di dalamnya membantu menjaga kualitas kekenyalan kulit dan menjaga kulit tetap sehat dan bersinar. Kandungan anti oksidan di dalamnya mengatasi oksidasi kulit yang mendorong pembentukan melasma (pigmentasi), keriput dan jerawat.

    Sebagai salah satu sumber anti inflamasi spirulina sangat efektif mengatasi jerawat dan membantu mempercepat proses perbaikan sel kulit pasca jerawat, juga baik untuk mengatasi alergi yang juga dapat memicu sejumlah kasus kerusakan kulit.

  • Sebagai pelindung organ hati

    Spirulina ternyata juga sangat membantu pada mereka yang memiliki masalah dengan kesehatan hati. Kandungan nutrisi dan anti oksidan dalam spirulina terbukti mencegah infeksi virus pada hati berkembang pada strata lebih serius dan membantu percepatan perbaikan sel-sel hati, termasuk mencegah pembentukan lemak hati yang akan merusak fungsi hati.

    Dalam ulasan liversupport.com, diungkap adanya riset tahun 2011 di Mesir yang membuktikan kemampuan spirulina dalam mengatasi sejumlah keracunan hati akibat endapan sejumlah toksin berat dalam tubuh seperti tetraklorida.

    Juga ditemukan adanya kemampuan spirulina dalam membantu mengatasi metabolisme berlebiha n terhadap endapan kolesterol, lipoprotein dan hemoglobin sehingga melindungi hati dari kerusakan akibat beban kerja yang berat.

    Demikian halnya yang diungkap dalam Journal Annals of Gastroenterology tahun 2014 dengan tajuk The hepatoprotective and hypolipidemic effects of Spirulina (Arthrospira platensis) supplementation in a Cretan population with non-alcoholic fatty liver disease: a prospective pilot study.

  • Membantu menjaga kadar normal gula darah

    Manfaat spirulina lain yang belakangan terungkap adalah kemampuannya dalam membantu menormalkan kadar gula darah. Beberapa riset termasuk jurnal bertajuk Antidiabetic potential of phycocyanin: effects on KKAy mice hasil riset mengungkap adanya kemampuan spirulina dengan senyawa pycocyanin dalam bekerja terhadap kondisi diabetes sebagaimana kemampuan kerja salah satu obat diabetes metformin, yang mendorong insulin sensitivitas sel untuk menyerap lebih banyak glukosa dalam darah.

    Dalam jurnal bertajuk Association of glycaemia with macrovascular and microvascular complications of type 2 diabetes (UKPDS 35): prospective observational study yang dimuat dalam the DMJ tahun 2000 diungkap bahwa spirulina memiliki kemampuan menurunkan risiko kematian dan diabetes kronis hingga skala 21%.

Sangat menarik menemukan fakta bahwa demikian banyak manfaat spirulina bagi kesehatan tubuh. Pada kesempatan berikutnya kami masih akan mencoba melanjutkan beberapa manfaat spirulina lain yang tak kalah penting untuk kesehatan.

Artikel bagian ketiga seputar manfaat spirulina ini akan kami kemas lengkap dengan beberapa catatan seputar pengkonsumsian spirulina dengan cara yang tepat dan bebas efek samping. Silakan baca: Manfaat Terbaik dari Herbal Spirulina—Bagian 3.